Posted in Islam, Membaca Al-Qur'an, Uncategorized

Usia oh usia ; Pilih mana, masih bau kencur atau so bo bou daon pondak?

Salam damai penuh cinta dari Kathmandu

So tua ngana sayang adalah istilah orang Manado yang bermakna anda sudah tua sayang, istilah ini sering di tujukan kepada orang-orang yang melakukan sesuatu tapi tidak sesuai dengan usianya, contoh anak SD yang bermain dengan anak TK, ibu-ibu yang bergaya seperti Anak Baru Gede, bapak-bapak yang menggoda gadis-gadis belia, dan seterusnya. Di Ternate kita akan dengar istilah so bo bou daon pondak atau sudah bau daun pandan, artinya sudah usia uzur atau usia yang mendekati kematian. Kita juga sering mendengar istilah lain seperti remaja yang masih bau kencur, istilah ini bermakna bahwa remaja tersebut belum matang secara biologis. Dan masih banyak lagi istilah yang tersebar di penjuru negeri ini yang berkonotasi tentang kelompok usia, kejiwaan dan fisik. Sebut saja usia emas, anak baru gede, usia produktif, tua-tua keladi, dan lain-lain.

 Kenapa lahir istilah-istilah tersebut? Itu adalaha fenomena sosial yang secara tak sadar dibuat sebagai pengingat bahwa Manusia ini hidup mesti ber perilaku sesuai tujuan dan poros waktunya. Salah satu hadiah Allah SWT untuk Manusia adalah usia. Namun Allah mengingatkan Manusia tentang waktu dan usia sesuai Firman – Nya yakni

 QS Al-Ashr ayat 1-3

وَٱلۡعَصۡرِ ١  إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢  إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣ [سورة الـعصر,١-٣]

Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran [QS Al ‘Asr,1-3]

QS Al-Ahqaf ayat 15

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ إِحۡسَٰنًاۖ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ كُرۡهٗا وَوَضَعَتۡهُ كُرۡهٗاۖ وَحَمۡلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهۡرًاۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرۡبَعِينَ سَنَةٗ قَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ وَأَصۡلِحۡ لِي فِي ذُرِّيَّتِيٓۖ إِنِّي تُبۡتُ إِلَيۡكَ وَإِنِّي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ١٥ [سورة الأحقاف,١٥]

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” [QS Al Ahqaf 15]

Rasulullah SAW juga telah mengingatkan kepada kita melalui sabdanya:

“Rebutlah lima perkara sebelum terjadi lima perkara: Masa mudamu sebelum tiba masa tuamu, masa sehatmu sebelum tiba masa sakitmu, masa lapangmu sebelum tiba masa sibukmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu dan masa hidupmu sebelum tiba masa ajalmu.” (HR. Al-Hakim, Baihaqi, Ibnu Abi’ddunia, Ibnul-Mubarrak)

 “Takkan bergeser kedua kaki manusia pada hari kiamat sampai selesai ditanya tentang empat perkara:

  •  Tentang umurnya, untuk apa dihabiskan
  • Tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakan
  • Tentang hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan
  • Tentang ilmunya, apa yang sudah diperbuat dengannya. ” (HR. Tirmidzi)

Apakah usia itu?

Usia, menurut Wikipedia, adalah satuan Waktu yang mengukur waktu keberadaan suatu benda atau makhluk baik yang hidup maupun yang mati. Contoh umur manusia manusia isebut lima belas tahun diukur sejak dia lahir hingga waktu umur itu dihitung.

Usia hidup manusia saat ini menjadi penting untuk diketahui, usia tidak bisa hanya diukur lagi dari lamanya seseorang hidup (usia kronologis) tetapi mesti juga diukur dari kualitas kebugaran dan kesehatan. Contoh seorang bisa saja berusia 40 tahun secara kronologis tetapi mungkin saja ia sudah berusia 60 tahun akibat dari gaya hidup tidak sehat.

Jenis perhitungan usia ada tiga yakni usia kronologis, usia mental dan usia biologis. Diantara ke tiga jenis usia ini, yang paling bernilai adalah usia mental, kemudian usia biologis/kebugaran dan terakhir adalah usia kronologis. Usia kronologis tak terlalu bermakna di mata sang Pencipta dan di mata manusia lainnya, yang bermakna adalah usia dewasanya mental seseorang, sebagaimana Firman Allah SWT pada surat Al-Ashr ayat 1-3 diatas

Sesungguhnya manusia yang tidak menggunakan waktu dengan baik akan merugi, usia yang panjang menjadi sia-sia jika tidak beriman, tidak ber amal shaleh dan tidak nasehat menasehati dan tidak menetapi kesabaran. Ada 3 pokok penting yang patut kita pahami

  • Beriman, adalah khasanah hubungan Manusia dengan pencipta, Hablumminallah, Orang yang beriman adalah orang yang bermental sehat, semakin tinggi kadar iman maka semakin dewasa juga usia mental atau kejiwaan seseorang.

Sabda Rasulullah SAW

Untitled

 Allah tidak memandang kepada jasad dan rupa kamu, tetapi memandang Qalbu dan perbuatan kamu. (HR Muslim)

Allah SWT memang menciptakan Manusia dengan bentuk dan rupa yang sempurna tetapi Allah memandang kepada kesehatan Qalbu dan kemudian kesehatan perbuatan (amal).

  • Beramal Shaleh dan nasehat menasehati, adalah khasanah hubungan manusia dengan manusia, Hablum Minannas, orang yang gemar bersilaturahim memerlukan gerak raga yang sangat sering, karenanya mereka mesti memiliki fisik yang prima.

Sabda Rasulullah SAW

Untitled1

         Sesungguhnya badanmu mempunyai hak atas dirimu. (HR Bukhari)

 

  • Sabar, menetapi kesabaran adalah khasanah manusia mengenal diri, dengan mengenal diri maka manusia mengenal penciptanya. Orang yang sabar memiliki mental yang sehat dan raga yang bugar

 Usia Kronologis

Usia kronologis termaktub jelas pada firman-firman Allah SWT diatas seperti “Demi Masa”, atau “…Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun…”

Usia kronologis adalah perhitungan usia yang dimulai dari saat kelahiran seseorang sampai dengan waktu penghitungan usia.

 Usia Mental

Usia mental adalah perhitungan usia yang didapatkan dari taraf kemampuan mental seseorang. Misalkan seorang anak secara kronologis berusia empat tahun akan tetapi masih merangkak dan belum dapat berbicara dengan kalimat lengkap dan menunjukkan kemampuan yang setara dengan anak berusia satu tahun, maka dinyatakan bahwa usia mental anak tersebut adalah satu tahun atau sebaliknya.

Semakin kuat mental seseorang maka semakin dewasa usia mentalnya. Prof. Dr. dr. Dadang Hawari, psikiater, mengutip kriteria jiwa atau mental yang sehat dari Organisasi kesehatan dunia (WHO, 1959) dan (WHO, 1984) adalah :

  • Dapat menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan, meskipun kenyataan itu buruk baginya.
  • Memperoleh kepuasan dari hasil jerih payah usahanya.
  • Merasa lebih puas memberi dari pada menerima.
  • Secara relatif bebas dari rasa tegang dan cemas.
  • Berhubungan dengan orang lain secara tolong menolong dan saling memuaskan.
  • Menerima kekecewaan untuk dipakainya sebagai pelajaran untuk di kemudian hari.
  • Menjuruskan rasa permusuhan kepada penyelesaian yang kreatif dan konstruktif.
  • Mempunyai rasa kasih sayang yang besar.
  • Mempunyai Agama yang digunakan untuk ketenteraman dan kebahagiaan psikis.

Allah SWT telah memberikan berbagai petunjuk tentang kedewasaan mental. Dalam beberapa ayat Al-Qur’an yang banyak menerangkan tentang jiwa yang sehat di antaranya dalam

QS  Al-Fajr ayat 27-28.

يَٰٓأَيَّتُهَا ٱلنَّفۡسُ ٱلۡمُطۡمَئِنَّةُ ٢٧  ٱرۡجِعِيٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةٗ مَّرۡضِيَّةٗ ٢٨ [سورة الفجر,٢٧-٢٨]

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya [QS Al Fajr,27-28]

QS Ar-Ra’d ayat 28.

 ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ ٢٨ [سورة الرّعد,٢٨]

(yaitu) orang-orang yang beriman dan qalbu mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram [Ar Ra’d28]

Rasulullah juga secara menunjukkan kepada kita pada sabdanya ;

لعَبْدُ الْمُسْلِمُ إِذَا بَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً خَفَّفَ اللهُ تَعَالَى حِسَابَهُ ، وَإِذَا بَلَغَ سِتِّيْنَ سَنَةً رَزَقَهُ اللهُ تَعَالَى الْإِنَابَةَ إِلَيْهِ ، وَإِذَا بَلَغَ سَبْعِيْنَ سَنَةً أَحَبَّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، وَإِذَا بَلَغَ ثَمَانِيْنَ سَنَةً ثَبَّتَ اللهُ تَعَالَى حَسَنَاتِهِ وَمَحَا سَيِّئَاتِهِ ، وَإِذَا بَلَغَ تِسْعِيْنَ سَنَةً غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ وَشَفَّعَهُ اللهُ تَعَالَى فِى أَهْلِ بَيْتِهِ ، وَكَتَبَ فِى السَّمَاءِ أَسِيْرَ اللهِ فِى أَرْضِهِ – رواه الإمام أحمد

 “Seorang hamba muslim bila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya). Jika usianya mencapai 60 tahun, Allah akan memberikan anugerah berupa kemampuan kembali (bertaubat) kepadaNya. Bila usianya mencapai 70 tahun, para penduduk langit (malaikat) akan mencintainya. Jika usianya mencapai 80 tahun, Allah akan menetapkan amal kebaikannya dan menghapus amal keburukannya. Dan bila usianya mencapai 90 puluh tahun, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan dosa-dosanya yang dahulu, Allah juga akan memberikan pertolongan kepada anggota keluarganya, serta Allah akan mencatatnya sebagai tawanan Allah di bumi. (HR Ahmad)

 Berdasarkan panduan-panduan diatas saya pribadi lebih senang mengelompokkan kesehatan jiwa dalam dua sisi, yakni

  • Sisi Hablum Minallah, adalah jiwa/mental yang senantiasa konsisten mencintai penciptanya, berserah diri kepada Allah SWT
  • Sisi Hablum Minannas, adalah jiwa/mental yang senantiasa cinta kepada orang tua, pasangan hidup, anak. Adalah juga jiwa-jiwa yang senantiasa menjaga silaturahim dan nasehat menasihati

Karenanya usia jiwa yang di urai berikut adalah gambaran dari Firman Allah SWT

QS Al-Hajj ayat 5
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمۡ فِي رَيۡبٖ مِّنَ ٱلۡبَعۡثِ فَإِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن تُرَابٖ ثُمَّ مِن نُّطۡفَةٖ ثُمَّ مِنۡ عَلَقَةٖ ثُمَّ مِن مُّضۡغَةٖ مُّخَلَّقَةٖ وَغَيۡرِ مُخَلَّقَةٖ لِّنُبَيِّنَ لَكُمۡۚ وَنُقِرُّ فِي ٱلۡأَرۡحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى ثُمَّ نُخۡرِجُكُمۡ طِفۡلٗا ثُمَّ لِتَبۡلُغُوٓاْ أَشُدَّكُمۡۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرۡذَلِ ٱلۡعُمُرِ لِكَيۡلَا يَعۡلَمَ مِنۢ بَعۡدِ عِلۡمٖ شَيۡ‍ٔٗاۚ وَتَرَى ٱلۡأَرۡضَ هَامِدَةٗ فَإِذَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡهَا ٱلۡمَآءَ ٱهۡتَزَّتۡ وَرَبَتۡ وَأَنۢبَتَتۡ مِن كُلِّ زَوۡجِۢ بَهِيجٖ ٥ [سورة الحج,٥]

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah [QS Al Hajj5]

 1) Jiwa/Mental didalam Rahim

Jiwa ini adalah jiwa awal, jiwa yang baru bersaksi akan adanya Allah SWT dan Muhammad adalah kekasih Allah, jiwa ini baru menerima Amanah Allah SWT, sangat berserah diri kepada Allah SWT. Segala sesuatu masih tergantung kepada sang Pencipta, mereka akan diam/puas jika memperoleh cukup makan, belaian kasih sayang dan perlindungan dari orang tua, sesekali menasehati ibunya agar tetap sehat, karena jika tidak maka akan berakibat buruk kepadanya, dan memacu sang ayah agar tetap menafkahi mereka dengan cara yang halal. Secara relatif bebas dari rasa tegang dan cemas. Mereka akan tegang dan cemas jika sang ibu tegang dan cemas. Menolong orang tua mereka dengan cara diam dan bergerak saat dibutuhkan, belum memiliki rasa kecewa, pembawa kedamaian, mempunyai rasa kasih sayang yang besar.

 2) Jiwa/Mental bayi yang baru lahir

Jiwa bayi tertumpu pada perasaan saling memiliki, berkumpul bersama teman/berkelompok mereka. Mereka ingin belajar tentang aturan, peran, hubungan serta struktur sosial. Mereka cenderung mematuhi, disiplin, dan memiliki nilai yang kuat. Jiwa baru lahir cenderung lucu, bersemangat, lugu, dan kadang liar, namun pada saat yang sama sangat berorientasi pada keluarga dan berhati-hati dalam beberapa kasus sangat mementingkan kecantikan/penampilan.

Orang tua atau guru sangat berperan seperti malaikat penjaga yang bisa membimbing mereka tentang tata cara berhubungan dengan Allah SWT dan berhubungan dengan orang tua. Rasa kasih sayang masih tergantung kepada lingkungan yang membimbingnya.

Mereka belum bisa menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan, meskipun kenyataan itu buruk baginya. Cepat puas akan hasil jerih payah usahanya.  Merasa lebih puas menerima dari pada memberi, mulai mengenal rasa tegang dan cemas. Mulai belajar tolong menolong dan saling memuaskan. Kekecewaan mudah di dapat tetapi mudah pula hilang, kekecewaan belum dipakai sebagai pelajaran di kemudian hari. Mudah berkonflik tapi mudah juga berdamai.

 3) Jiwa/Mental remaja dan muda

Jiwa ini adalah jiwa peralihan, mudah terombang ambing tergantung lingkungan tempat mereka tumbuh, suka pada kemerdekaan, kemajuan pribadi, kreatif memiliki keinginan untuk belajar, mengembangkan diri, dan mengekspresikan kehendak bebas mereka. Mereka ambisius, inovatif, giat, kadang-kadang egois dan berapi-api. Jiwa berorganisasi mulai terlihat. Sudah mulai mandiri dalam segala hal termasuk mulai mencari nafkah, kadang lalai saat berhubungan dengan Allah SWT, mementingkan silaturahim dengan lingkungan luar rumah di banding kan dengan silaturahim bersama keluarga di dalam rumah. Mulai menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan walaupun kadang-kadang goyah, gampang kecewa. Sangat bangga dengan hasil jerih payah usahanya. Merasa lebih puas memberi dari pada menerima. Mulai gampang tegang dan cemas. Suka tolong menolong dan saling memuaskan. Berulang kali membuat kesalahan, kurang belajar dari pengalaman sebelumnya. Ego kelompok dan solidaritas cukup tinggi, terlalu gampang di arahkan dengan logika berpikir. Agama yang digunakan baru sebatas identitas, belum menjadi kebutuhan untuk ketenteraman dan ketenangan psikis

 4) Jiwa/Mental dewasa

Allah SWT mulai meringankan perhitungan amal mereka, karena ada sebagian mereka yang mampu beriman, membentuk keluarga baru, mencari nafkah, mencari keharmonisan dalam hidup mereka dan memiliki fokus pada hubungan, kesadaran diri, dan berempati dengan orang lain. Mereka sensitif, diplomatik, dan kadang-kadang sedikit neurotic.  Dapat menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan, meskipun kenyataan itu buruk baginya. Memperoleh kepuasan dari hasil jerih payah usahanya. Merasa lebih puas memberi dari pada menerima. Secara relatif bebas dari rasa tegang dan cemas. Berhubungan dengan orang lain secara tolong menolong dan saling memuaskan. Menerima kekecewaan untuk dipakainya sebagai pelajaran untuk di kemudian hari. Menjuruskan rasa permusuhan kepada penyelesaian yang kreatif dan konstruktif. Mempunyai rasa kasih sayang yang besar. Mulai mencintai pencipta mereka, berserah diri kepada Allah SWT

5) Jiwa/Mental tua

Orang yang berjiwa tua memiliki sifat lebih spiritualis, kedamaian batin, semakin konsisten mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, atau mementingkan perasaan kesatuan universal dan saling keterkaitan dengan sesama makhluk. Mereka bijaksana, sadar lingkungan sekitar, dan tidak terikat dengan hal-hal. Mereka cenderung soliter, pendiam, dan filosofis. Mereka dapat menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan, meskipun kenyataan itu buruk baginya, Sangat puas tentang hasil jerih payah usahanya. Merasa lebih puas memberi dari pada menerima. Bebas dari rasa tegang dan cemas. Berhubungan dengan orang lain secara tolong menolong dan saling memuaskan. Menerima kekecewaan untuk dipakainya sebagai pengalaman untuk di pelajari dan dibagikan kepada generasi berikutnya, menyelsaikan konflik dengan kreatif dan konstruktif. Mempunyai rasa kasih sayang yang besar.

 Usia Biologis/kebugaran

Usia biologis/usia kebugaran, adalah perhitungan usia berdasarkan kematangan biologis yang dimiliki oleh seseorang, Ada beberapa hal yang ikut diperhitungkan dalam menentukan umur biologis seseorang. Diantaranya Body Mass Index, kesehatan umum, kesehatan mental, racun yang diterima tubuh Anda (misal: rokok, polusi, dll), dan gaya hidup. Apabila Anda memiliki umur biologis yang lebih besar dibandingkan umur kronologis Anda, maka Anda memerlukan perbaikan kesehatan dan gaya hidup Anda.

Sekumpulan ilmuwan yang berasal dari University of Science and Technology Norwegia menemukan sebuah kalkulator kebugaran yan bisa menilai usia kebugaran seseorang. Kakulator ini menggunakan latihan fisik sebagai dasar pelaksanaan utamanya. Dalam penghitungan tersebut mereka memakai lima parameter untuk menghitung usia kebugaran. Praktisnya ada 2 cara untuk mengetahui yakni

  • Berlari di atas treadmill sampai lelah. Lalu dilanjutkan dengan mengukur VO2 Max, atau asupan maksimal oksigen anda, gunanya untuk mengetahui sebaik apakah oksigen yang dihirup dapat ditranfer ke tiap sel tubuh anda. Pada sebuah studi lainnya, mengukur VO2 Max bisa digunakan untuk mengukur umur kebugaran seseorang
  • Untuk anda yang tidak punya treadmill silahkan menggunakan lima parameter, yaitu lingkar pinggang, detak jantung saat istirahat, intensitas dan tingkat olah fisik, seks dan umur. Anda bisa memasukkan ke dalam kalkulator dengan menggunakan lima parameter tersebut untuk mendapatkan hasilnya. Data dari kalkulator ini adalah ukuran VO2 Max seseorang, indikasi pengukuran, usia kebugaran dan kondisi anda

Kalkulatornya ada pada tautan ini ;   https://www.ntnu.edu/cerg/vo2max

Hasil yang didapat memang tidak selamanya menyenangkan, namun dari hasil tersebut anda bisa mulai untuk menjalani hidup sehat agar tubuh anda tetap sehat dan bugar sampai usia tua. Usia kebugaran ini bisa kita gunakan sebagai parameter utama terkini dalam pengukuran usia dan kesehatan kita di masa yang akan datang.

Jika memang hasilnya kurang menyenangkan maka itulah tandanya bahwa Anda harus segera menjalani hidup yang lebih sehat, dengan makan makanan yang sehat dan rutin berolahraga.

FunFact: Menurut survey The New Yorker Health for Future tahun 2011, sebanyak 86% dari ragam responden yang terdiri dari kalangan eksekutif muda mengeluhkan tulang belakang terasa ngilu, otot leher yang kaku, sampai metabolisme yang tidak lancar. Akhir dari penelitian tersebut juga cukup mengejutkan karena 6 dari 20 orang responden divonis mengidap bermacam penyakit kronis.

Tanda-tanda sehat/bugar

Tubuh yang sehat ditentukan oleh pola makan yang tepat, aktivitas fisik. Berikut ini tanda-tanda yang dimiliki seseorang jika bertubuh sehat, seperti dikutip dari Livestrong, Sabtu (10/9/2011) yaitu:

  • Tanda-tanda vital menunjukkan angka normal Saat tekanan darah, denyut nadi dan suhu tubuh diukur akan menunjukkan angka yang normal. Tubuh yang sehat umumnya memiliki tekanan darah sekitar 120/80 mmHg, pernapasan sekitar 12-18 napas per menit, denyut nadi antara 60-80 per menit serta suhu tubuh antara 36-37 derajat celsius.
  • Punya energi yang cukup untuk melakukan tugas harian Tubuh yang sehat akan membantu seseorang mempertahankan tingkat energinya. Ketika seseorang mendapatkan nutrisi yang tepat, cukup tidur dan berolahraga secara teratur maka tubuh akan memiliki energi yang cukup untuk melakukan semua tugas sehari-hari. Sedangkan masalah yang biasa muncul seperti kelelahan biasanya disebabkan oleh kondisi tubuh yang kurang tidur, sedangkan perubahan tingkat energi yang terjadi secara mendadak sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter untuk mencaritahu penyebabnya.
  • Kondisi kulit, rambut dan kuku Beberapa tanda kesehatan kadang bisa terlihat dari kulit, rambut dan juga kuku. Hal ini karena masing-masing bagian tubuh ini membutuhkan tingkat nutrisi seperti protein dan zat besi yang tinggi agar bekerja secara optimal. Jika asupan nutrisinya kurang maka kulit akan terlihat kusam dan kotor, kuku menjadi rapuh atau mudah patah dan rambut rentan mengalami kerusakan atau rontok. Jika melihat kondisi tersebut cobalah memperhatikan pola makan yang dijalani.

Manfaat usia biologis/bugar yang muda

Usia bugar yang muda mempengaruhi usia kronologis lebih panjang. Ray Schilling, M.D dari Universita Tubingen menjawab pertanyaan tentang rahasia panjang umur atau hidup lebih lama

  • Anda ingin tetap aktif setiap hari walaupun saat anda pensiun . Anda ingin bergerak dan menjaga pikiran Anda sibuk . Penting untuk melakukan latihan rutin setiap hari untuk menjaga otot-otot kencang, demi mencegah ketidak bugaran di masa depan
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung lebih sedikit daging, banyak sayuran dan serat. Hal ini membuat kolesterol anda rendah, arteri terbuka dan metabolisme terkendali, mencegah diabetes. Jika anda tidak obesitas dan anda tidak memiliki diabetes, anda akan baik-baik saja dengan sistem kardiovaskular anda selama beberapa dekade yang akan datang. Indeks massa tubuh ideal Anda harus dalam kisaran 21-22, anda bisa mencapai hal ini dengan mengkonsumsi makanan yang sebutkan tadi, menghindari gula dan makanan bertepung.
  • Sikat gigi setiap hari . Ini akan mengontrol bakteri dalam mulut anda dan mencegah bakteri-bakteri tersebut masuk ke dalam darah Anda, ini mempengaruhi katup jantung anda. Penelitian telah menunjukkan bahwa hal ini mencegah serangan jantung.
  • Kunjungi segera dokter anda jika ada lesi kulit baru atau apapun yang berbeda dalam tubuh Anda dari kondisi sebelumnya. Pengangkatan kanker secara dini dan pengobatan kondisi medis awal selalu lebih mudah untuk mengobati daripada menunggu sampai berada di luar kendali. Terutama dengan pengobatan kanker pada tahap awal, yang biasanya hanya melibatkan prosedur pembedahan kecil , ini akan membuat anda berusia lebih lama.
  • Waspadai perilaku yang merugikan seperti merokok (hentikan itu!), asupan alkohol dan narkoba/obat penenang. Merokok menyebabkan serangan jantung, stroke, dan kanker, yang mempersingkat hidup anda. Narkoba/obat penenang hanya mengganggu zat kimia tubuh Anda dan memiliki efek samping. Hentikanlah itu semua jika anda menginginkan hidup lebih lama dari 100 tahun. Hentikan mengkonsumsi alkohol jika Anda ingin mempertahankan hati anda, yang merupakan organ metabolik pusat anda. Tidak ada yang pernah meninggal karena tidak mengkonsumsi alkohol.
  • Tidurlah secara teratur, memiliki pandangan optimis terhadap kehidupan dan memiliki hubungan yang baik dapat membantu untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang kuat dan hormon anda seimbang. Hal ini pada gilirannya akan membuat anda sehat secara emosional dan fisik.

 

Kesimpulan

Setelah mengetahui kajian tentang usia yang di tinjau dari dalil Aqli (akal) maupun dalil Naqli maka keputusan ada di tangan anda, anda mau pilih yang mana? Merayakan usia kronologis yang kurang bermakna di hadapan Allah SWT? atau menjaga usia kebugaran/biologis anda agar semakin muda/bugar? atau mendapat penghargaan tinggi dari Allah SWT dengan senantiasa memiliki usia mental yang dewasa dan tua?

 

Salam

Fadli

 

Sumber ; dikaji dari berbagai sumber

Advertisements
Posted in Artikel Orang lain, Islam, Membaca Al-Qur'an, Uncategorized

Membaca Al-Qur’an (bagian 2)

Salam

Al-Qur’an di turunkan

Al-Quran itu di turunkan pada Lailatul Qadar, dan Lailautul Qadar itu adalah 17 Ramadhan sebagaiman firman-Nya

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ ١  وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ ٢  لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ ٣ تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرٖ ٤  سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ ٥ [سورة الـقدر,١-٥]

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu.Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar [QS Al Qadr,1-5]

Pertanyaan kritis, jika kita sudah tahu malam nuzulul quran ada di setiap 17 ramadhan lantas buat apa bersusah payah i’tikaf sampai ‘ngekos’ dimesjid selama semingguan lebih di 10 malam akhir ramadhan untuk meraih lailatul qadr?

Berdo’a, Membaca dan memaknai

Terlepas dengan adanya kemampuan untuk mensucikan diri, kita dianjurkan agar senantiasa berdoa sebelum membaca Al Quran

Sebagaimana Firman Allah SWT, pada Surat Tha Ha ayat 114

فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡحَقُّۗ وَلَا تَعۡجَلۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مِن قَبۡلِ أَن يُقۡضَىٰٓ إِلَيۡكَ وَحۡيُهُۥۖ وَقُل رَّبِّ زِدۡنِي عِلۡمٗا ١١٤

Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur´an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”

Dari doa yang Allah ajarkan itu nampak isyarat bahwasanya Al Quran penuh dengan ilmu pengetahuan, Mungkin kita sulit untuk memahami ayat-ayatnya apalagi berhadapan dengan ayat-ayat mutasyaabihaat (samar-samar), tetapi Allah maha Melihat apa yang kita kerjakan, Allah maha Tahu apa yang kita inginkan, sampai tiba saatnya nanti Insya Allah DIA akan menjelaskannya kepada kita, sekali lagi dengan caraNya yang kita tidak ketahui sebelumnya. Bisa jadi dengan cara dipertemukan dengan orang-orang yang berbicara tentang hal yang belum kita ketahui tersebut, mungkin juga Allah memperlihatkan sebuah peristiwa yang bisa menjelaskan ayat yang belum kita ketahui itu, bahkan mungkin pula kita akan mengalami peristiwa bathiniah dimana kita mampu melihat peristiwa gaib yang menjadi penjelasan dari ayat yang belum kita ketahui tersebut..dan lain sebagainya..Agar mendapatkan ilmu dan hikmah dari Al Quran hendaklah kita tidak tergesa-gesa ketika membacanya. Pada masa kenabian, Rasulullah dilarang tergesa-gesa membacakan Al Quran kepada manusia sebelum selesai diwahyukan agar apa yang dibacanya tersebut dapat dipahami oleh orang lain dan maknanya tepat sesuai apa yang dikehendaki oleh Allah. Sedangkan pada saat sekarang ini, larangan tergesa-gesa itu bermakna agar kita tidak langsung mengambil suatu kesimpulan terhadap makna yang kita dapatkan dari suatu ayat yang kita baca, sebab akan dijelaskan lagi lebih jauh oleh ayat-ayat yang lainnya. Boleh membuat catatan, namun catatan kita bukanlah suatu kesimpulan. Kesimpulan boleh ada setelah kita memahami semua ayat Al Quran, dimana pemahaman dari satu ayat tidak bertentangan dengan pemahaman di ayat yang lain. Olehnya itu setiap kita membaca Al Quran, hendaklah kita bermohon kepada Allah agar menambahkan ilmu kepada kita sesuai do’a pada ayat di atas..Rabbi Dziqni Ilman..Wardzuqni Fahman..Aamiin :)–

Maha Nyata Allah atas segala Kuasa-Nya

Fadli

Catatan ; Tulisan ini di salin dari karya saudara sekeyakinan ES EM

Posted in Artikel Orang lain, Islam, Membaca Al-Qur'an, Uncategorized

Elderly Kiyai vs Young Murshid

 

A true story, There was a dialogue between a young Murshid with a 75 years old Kyai, whose son had become a disciple of the Young Murshid.

 

Kiayi                               : Young man, I heard you taught Haqiqa to my son.

Young Murshid          : Yes, it is true kiayi.

Kiayi                               : Please explain to me, nowadays, my son is always talking about Haqiqa only.

Young Murshid          : What should I explain to you, kiyai?

Kiayi                               : I’ve studied in many great Pondok Pesantren (Islamic boarding school), but until now I have not been able to finish Shariah that I learned. You better contemplate before teaching to my son about Haqiqa. I am an old man, I’ve known so many knowledge in Shariah, and yet still to be completed. So, how can you talk about Haqiqa to my son, in fact he is even older than you? You can talk about it in the future once you graduate to learn Shariah. It is still far away young man. So tell me, what do you know about Haqiqa by now?

Young Murshid          : Indeed kiayi, I am younger than your son. Apparently your learning method and mine are completely different. We are also different in what we are looking for

Kiayi                               : what do you mean, young man? The teachings of Islam has two methods only, they are with the Quran and Al Hadith. While the rest is just frills in my thought

Young murshid          : May I ask, Kiyai?

Kiayi                               : Please, as long as it makes sense.

Young Murshid          : Indeed Kiyai. It shall make sense. Islam, repeat, Islam is a scientific and reasonable. Not mandatory to a religion for those who have no understanding (sense). As We begin, there must be harmony between the verse we studied and common sense. Have you proved Surah An Nuur verse 35?

Kiayi                               : Not yet (Kiai replied with a doubt)

Young Murshid          : Have you proved Surah Ar Rahman verse 17,Kiayi?

Kiayi                               : Not yet (kiayi replied softly and somewhat stumbling)

Young murshid          : Our method is different. Kiayi seeks heaven while I am seeking the creator of heaven or I call the “Inna lillahi wa ina lillahi raji’un” – Origin (from) Allah return (to) Allah. Why shall I put words of ‘from’ and ‘to’ in brackets? That just because of Allah is Most great, Most Covers (Allah covers all), Allah is “everywhere”. If I use the word “from” and “to” will make Allah encompasses being “tied” with in one direction and place, so what is eternal to you, Kiyai?

Kiayi                               : Allah, the eternal one and only

Young Murshid          : Correct. None of His creation is eternal. Heaven as well, it is impermanent. Does not this make you want to rethink, Kiyai?

Kiayi was silent, did not answer.

Young Murshid          : Adam Alaihi Salam, is nobler than us, even failed to compete with the devil and expelled from heaven because the devil is more slippery. Kiayi, who are you if we can compare you to the prophet Adam AS? Prophet Adam AS expelled from heaven but the devil is still in heaven until today. Devil asks Allah to respite devil and Allah granted it. Please read surah Al A’raf verses 14-17, Al Hijr verse 36-38, Shad verse 79-80, Kiyai. So if you are looking for a haven means Kiyai will reborn and return to earth because you want to see rivers that flowing underneath the green mountains, still expecting a beautiful angel. Kiayi still crave lust and yet escape from the cycle of birth and death. How could you sought Allah? You don’t even know how Allah SWT looks, it is because you don’t understand what is Marifatullah, so does the essence. You only understand and “follow” some tales you received since your childhood, and you stored them. You even believed those tales until now without being processed, reviewed and aligned towards your increasing knowledge, intelligence and age. Hopefully Kiayi understands what Allah says in surah Al-Waqi’ah verse 7 to 10. I do not want to fall into the right group among that three groups, because I do not want to associate with low desire again by still expecting gratification of lust in “Heaven”, with beautiful angels. Be advised, there is another group and it is nobler, It is to those who are genuine and sincere, the ones who worship Allah with profitless expectation. You are 75 years old, aren’t you Kiyai?

Kiayi did not answer.

Young Murshid          : Seems like you earned the bonus about 10 years above Indonesian average age,65 years, on my calculation.  May I ask you again, Kiayi?

Kiayi                               : Yes, please !

Young Murshid          : I taught my Murid (students) about Shariah from below and simultaneously also teaches the essence/Haqiqa from top to down. So it meets in the middle. This method will make them understand the Essence (dzat) and objects, as well as other things that are actually the same in discussion with different languages/meaning in Shariah towards Haqiqa. Shariah plus Tariqa also will be quickly completed because the existing alignment of understanding of what was discussed. Have you proven Surah Ath Tariq verse 6, the star which (the light) penetrates, and as well as Surah Ash Shaafaat verse 6, which says stars in the sky near by

Kiayi                               : not yet (he is losing his confidence)

Young Murshid         :Shariah means the rules, isn’t it? Let’s observe an analogy now, It is like cooking in the kitchen. If Shariah is like collecting the term and rules, then you just collect what shall we have for cooking, It requires stove fire, pans, ingredients, etc. Next step is Tariqa. Tariqa is a trip and method, you shall go to market for shopping, cleaning and cutting ingredients to be cooked, flatten spices etc, it is all about whatever needs to be done as a way to cook healthy and right. Then Haqiqa, all the basic ingredients, and spices be cooked and they are mixed, met, united in a skillet or saucepan. Then Marifa, once cooking is done then you get to know the taste, you get to know Marifa, you will say “Oh apparently it feels like tamarind vegetable “. We shall leave sense behind at this level. It was like Rasulullah SAW left Jibril (gabriel) AS behind. Only perfect human can reach this level.                     Up to this moment, Murid already knew and understood what they worship for, Who is Allah SWT, thus the creed is legitimate and not concoct nor just guessing. It is not a perjury like what you have said this long. Have you thought that Rasulullah SAW could not distinguish the word of “witness” and “believe”. Rasulullah SAW’s intelligence is higher than common humans like-ours. Nowadays, you still not graduated Shariah yet in your old age, It is very much endless and time consuming. You still busy collecting requirements (of cooking), when will begin to “cook”, Kiyai? When will you start performing Marifa to Haqiqa? Why you do not choose the short path / method but many benefits and arrived quickly? Will you be able to prove all verses that I have mentioned before you die? Ask your son regarding my supposition, it is “Do you think Chief of Police would be willing to accept the request of a corruptor prisoner to meet him/her in custody?” Of course, the prisoners will only be the butt of other “poor prisoner” and “rogue elements”. Moreover, Allah, the Most High, He certainly does not want to see who has never met and knew HIM before, especially if that person likes despised others despite his own understanding and who still just guess and conjecture without proof. What will Allah ask to creatures like that? What will Allah ask to that creatures on “meeting with allah”? Obviously, it will not understand. What will Allah ask on the Tursina hill? What about Kahfi cave or Hira cave? What about His heaven and hell? Monotype and clichés answers will be given, mostly like ‘somebody said’, ‘I heard this tale since I was a little kid. It is like ‘this, like ‘that’. Everything just around somebody said. I am personally do not want to guess like that, Islam is a religion of sense and science. It is late for you, Kiayi. Young Murshid continued steadily.

The atmosphere became silent, stiff and cold for a while, Kiyai pensive look to the floor. He is so lucky, his son came in and took young Murshid to be introduced to a close relatives, who is himself

May Allah bless us. Amen

This story is translated by fadli Usman from Kiayi Sepuh vs Guru Mursyid Muda

Taken from Warung Kopi group which shared by ES EM

Continue reading “Elderly Kiyai vs Young Murshid”

Posted in Keluh Kesah, Uncategorized

Indonesia yang tak Sempurna tetapi mengagumkam

Merdeka

Indonesia yang tak sempurna tapi Mengagumkan

Sebelum memulai tulisan ini, saya sejenak mendengar lagu Hari Kemerdekaan

 71 tahun ya itu lah usia kemerdekaan Indonesia, apakah ini usia yang renta? Jawabannya iya jika ke rentaan umur maksimal adalah 100 tahun, tetapi bisa dikatakan masih belia jika maksimum usia kerentaan adalah 1000 tahun atau 10,000 tahun.

Sering kali kita memekik kalimat MERDEKA, NKRI HARGA MATI ! Sebegitu pentingkah Merdeka? Kenapa harus mencintai NKRI?

Merdeka adalah bebas, bebas seperti bayi yang baru lahir dari kandungan ibunya, tapi betulkah sang bayi merdeka setelah lahir ke dunia ini? bukankah sang bayi begitu di cintai ibu dan bapaknya ketika masih berbentuk janjn dalam kandungan? Orang tua menafkahi dan mencukupkan kesejahteraan sang janin hingga menjadi bayi, merawat sang bayi menjadi anak, menemani sang anak menjadi pemuda dan pemudi, dan kemudian memandu pemuda dan pemudi untuk menjadi pemimpin yang bijak.

Jika Merdeka adalah sang bayi yang lahir 71 tahun yang lalu, maka sudah seperti apakah bentuknya sekarang? Siapakah orang tua sang bayi? Bertanggung jawabkah sang orang tua terhadap sang bayi? Atau jangan-jangan sang bayi adalah bayi yatim piatu yang berkembang mandiri tanpa bantuan.

Perkembangan sang bayi tak sempurna, pasang surut kehidupan sang bayi sangat berwarna, di awal kelahiran sang bayi yang tak mengenal imunisasi terkena campak ‘agresi Belanda’, virus dan penyakit silih berganti menganggugu diantaranya PKI Madiun, DI/TII, PRRI/PERMESTA, PKI 1965, Peristiwa Malari, peristiwa Amir biki (tanjung Priok), peristiwa lepasnya Timor timur (sekarang Negara Timor Leste).

Tapi sang bayi berkembang kokoh setelah melewati setiap masa, jauh sebelum lahir sang bayi ternyata berbentuk Zigot, yakni hasil pembuahan (baca peleburan) negara-negara dengan luas kekuasaan skala menengah dan besar, kita kenal Majapahit, Swriwijaya, Samudera Pasay, Ternate, Tidore, Kutai Kertanegara dan masih banyak lagi.

Merdeka itulah sang bayi yang diberi nama NKRI. NKRI memiliki rupa, bentuk, wangi, panca indera, gizi, jiwa, semangat, ruh.

NKRI sekarang tampak gagah, otak NKRI selalu berevolusi, diawal kelahiran si otak bernama Soekarno, cukup lama si otak nyaman dengan kondisinya. Ketika otaknya terkena virus, si otak bergaya ala Safrudin Prawiranegara dan Assat, setelah virus pergi, si otak kembali bergaya Soekarno. NKRI saat itu adalah balita yang istimewa, balita yang mau memimpin dunia, punya banyak inisiatif, banyak kreasi, membangun relasi, sangat digdaya dan harum namanya (mengguncang Jepang dan belanda, negara super power kala itu, memimpin gerakan non blok, inisiasi GANEFO, membentuk ASEAN, dll), Setelah bosan, NKRI mengganti otaknya dengan merek baru bernama Soeharto. NKRI yang beranjak remaja meneruskan bakat pemimpinnya, NKRI mulai cerdas mengelola sumber daya, membuka relasi semakin besar, NKRI tumbuh sehat secara jiwa dan raga, NKRI bergaya atletis dan sporty, dan mapan sehat dan bermartabat (Swasembada beras, inflasi kecil, pertumbuhan ekonomi kerakyatan baik, juara umum SEA GAMES, Thomas Cup dan Uber Cup),  ketika remaja, bersosialisasi dan maju dalam teknologi (Produksi pesawat, otomotif, elektronik, dll). Cukup lama NKRI menjadi pemuda/I yang terlihat digdaya. Apakah NKRI puas, ternyata tidak, NKRI bereformasi dan mengganti otaknya berkali-kali dalam waktu singkat hanya untuk memenuhi gaya hidup kekinian, mulai dari bergaya ala BJ Habibie, ala Abdurrahman Wahid dan ala Megawaty Sukarnoputri. NKRI terkenal dengan remaja labil pada masa itu, berkembang dalam krisis kepercayaan diri. Walau demikian NKRI memiliki jiwa dan raga yang sehat (masih di segani dalam dunia olah raga, banyak peneliti handal bersebaran di penjuru dunia). Mungkin karena lelah, NKRI memilih Susilo bambang Yudoyono sebagai otak baru, NKRI ternyata belum sembuh total dari masa labil, walau akalnya masih sehat , akal yang sehat (juara sains di berbagai even, pekerja-pekerja teknis yang handal tersevar di mana, menjadi anggota G-20, dll) namun banyak anggota tubuhnya yang luka, NKRI memakai pakaian mahal untuk menyembunyikan luka-luka itu. Terlihat berwibawa di mata orang (bangsa, red) lain tetapi NKRI terkena kanker (Korupsi merajalela). NKRI ternyata mau berubah, otaknya yang baru bernama Joko Widodo. Meski masih sakit terlihat gamang dan bingung ternyata NKRI tampak percaya diri tapi belum kokoh seperti yang terlihat (Kampanye Indonesia negara maritime yang mesti berdikari mulai di sanjung negara lain, tapi masih belum bebas korupsi)

NKRI masih menggeliat, NKRI memiliki unsur unsur baik seperti vitamin, mineral, gizi, mental, spritiual, virus baik, unusr-unsur itu mesti bercampur aduk menjadi satu agar bisa melawan virus jahat, dan kuman-kuman, agar tak menggerogoti wibawa, raga, jiwa, dan keharumannya.

Pertanyaan dan penyataan kritis, siapakah vitamin, mineral, gizi, spiritual, mental baik, virus baik? Dan siapakah sesungguhnya lawan mereka? Kenapa mesti para lawan yang menonton unsur-unsur baik bermusuhan tak jelas arah,  bukankah hal-hal baik mestinya bersenyawa dan bersinergi demi NKRI

Wahai Merdeka kau tak perlu berkaca pada bangsa lain

Kau tak perlu iri dan cemburu pada bangsa lain

Wahai Merdeka, kenalilah dirimu, siapakah sesungguhnya dirimu maka kau akan selamat.

Wahai Merdeka, NKRI itu hanya nama, diri mu dan pemilik dirimu lah yang di kenal dan itu harga mati bukan NKRI.

Wahai Merdeka, masih ingatkan proses terlahirnya dirimu?

Nikmat apa lagi yang kau cari? Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?

Dirgahayu Indonesia ku yang 71,  MERDEKA

Salam

Fadli

Posted in Islam, Membaca Al-Qur'an, Uncategorized

Surat #5 Surat AL Maidah atau Surat HIDANGAN

Surat Al-Ma’idah (bahasa Arab:المآئدة, al-Mā’idah, “Hidangan”) adalah Surat ke-5 dalam al-Qur’an. Surat ini terdiri dari 120 ayat yang ada di Bab 6 dan bab 7. Termasuk golongan Surat Madaniyah. Sekalipun ada ayat-ayatnya yang turun di Mekkah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, yaitu di waktu peristiwa Haji Wada’.

Surat ini dinamakan Al-Ma’idah (hidangan) karena memuat kisah pengikut-pengikut setia Nabi Isa a.s. meminta kepada Nabi Isa a.s. agar Allah menurunkan untuk mereka Al-Ma’idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).

Untitled

(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: “Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?”. Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman [QS Al Ma’idah 112]

Dan dinamakan Al-Uqud (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surat ini, di mana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji terhadap Allah dan perjanjian-perjanjian yang mereka buat sesamanya.

Untitled

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya [QS Al Ma’idah 1]

Dinamakan juga Al-Munqidz (yang menyelamatkan), karena akhir surat ini mengandung kesaksian tentang Isa Al-Masih putra Maryam terhadap para pengikut setianya.

Berikut, pokok-pokok isinya

  • Janji setia kepada ALLAH SWT  dan penyempurnaan ISLAM; ayat 1-7
  • Kewajiban berlaku adil dan jujur ; ayat 8-11
  • Pengingkaran Janji prasetia ; ayat 12-19
  • Keengganan bangsa Yahudi menaati Nabi MUSA AS untuk memasuki Palestina dan akibatnya; ayat 20-26
  • Kisah pembunuhan pertama dan besarnya petaka karena pembunuhan; ayat 27-32
  • Hukum terhadap pesuruh dan pengacau keamanan; ayat 33-40
  • Kaum Yahudi yang ingkar terhadap TAURAT dan memutuskan perkara seharusnya  menurut hukum Allah SWt ; ayat 41-50
  • Orang beriman dan kriteria pemimpin bagi orang beriman; ayat 51-63
  • Kutukan ALLAH SWT terhadap orang-orang Yahudi; ayat 64-66
  • KEWAJIBAN RASULULLAH SAW MENYAMPAIKAN AGAMA; ayat 67-71
  • NABI ISA AS adalah utusan Allah SWT, bukan ALLAH SWT; ayat 72-77
  • Sebab-sebab KUTUKAN ALLAH SWT TERHADAP ORANG-ORANG YAHUDI; ayat 78-81
  • ORANG-ORANG YAHUDI DAN ORANG-ORANG NASRANI SERTA HUBUNGAN MEREKA DENGAN ORANG-ORANG MUKMIN; ayat 82-86
  • PERINGATAN ALLAH SWT KEPADA KAUM MUSLIMIN TERHADAP ADAT ISTIADAT JAHILIAH YANG TERLARANG Ayat 87-105
  • ANJURAN BERWASIAT DENGAN SAKSI Ayat 106-108
  • SALAH SATU PERISTIWA DI HARI KIAMAT Ayat 109
  • BEBERAPA KISAH TENTANG NABI ISA AS Ayat 110-120

Ada 1 ayat menarik pada surat ini yakni ayat 109

۞يَوۡمَ يَجۡمَعُ ٱللَّهُ ٱلرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَآ أُجِبۡتُمۡۖ قَالُواْ لَا عِلۡمَ لَنَآۖ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّٰمُ ٱلۡغُيُوبِ ١٠٩ [سورة المائدة,١٠٩]

(Ingatlah), hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul lalu Allah bertanya (kepada mereka): “Apa jawaban kaummu terhadap (seruan)mu?”. Para rasul menjawab: “Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkau-lah yang mengetahui perkara yang ghaib” [Al Ma”idah109]

Allah yang menciptakan Rasul dan pendukungnya, Allah juga tahu nasib dan takdir setiap diri kelak. Kenapa Allah perlu bertanya untuk sesuatu yang dia ketahui? apakah hanya retorika? atau?

Wallahualam bissawab

Maha Nyata Allah dengan segala Kuasa-Nya

Fadli

sumber ;

  1. wikipedia
  2. https://tafsiralquran2.wordpress.com/2012/11/01/m5/

 

 

 

Posted in Islam, Membaca Al-Qur'an, Uncategorized

Surat #4 Surat AN NISA atau Surat WANITA

Surat An-Nisa’ (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, “Wanita”) terdiri atas 176 ayat dan tergolong Surat Madaniyyah atau yang turun di Madinah. Siapakah wanita itu? Apa hebatnya WANITA sehingga Allah perlu memuliakan mereka dalam 1 Surat? Apakah karena didalam surat ini membahas tentang WANITA saja atau kah sebagian besar ayat-ayatnya membahas tentang siapa Wanita, peran Wanita dan pengaruh Wanita ?
Kira-kira apa sebabnya?

Berikut kira-kira pokok isi Surat Annisa

  • Hukum Keluarga; ayat 1-35
  • Kewajiban terhadap ALLAH dan Manusia; ayat 36-42
  • Kesucian Lahir dan Bathin ; ayat 43-57
  • Dasar-dasar Pemerintahan; ayat 58-70
  • Adab perang menurut Islam; ayat 71-104
  • Keharusan menjaga Kebenaran dan Keadilan ; ayat 105-152
  • Kesatuan Agama ALLAH SWT ; ayat 153-176

Terus apa hubungan Wanita dengan keluarga, Negara, Agama, dan Hawa Nafsu?

Agama adalah insitusi yang di anut Manusia untuk berhubungan dengan Allah SWT, agama juga mengatur Manusia untuk bernegara. Negara atau wilayah adalah institusi yang di tempati manusia untuk berhubungan dengan sesama manusia. Allah menggariskan secara jelas peranan Wanita, Negara akan kokoh jika sebagian besar keluarganya Kokoh, keluarga akan kokoh jika wanita nya kokoh, kokoh dalam arti sejahtera, aman dan stabil.

Rasulullah SAW bersabda

Untitled

“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan sungguh bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atasnya. Bila engkau ingin meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau ingin bersenang-senang dengannya, engkau bisa bersenang-senang namun padanya ada kebengkokan.” (HR. Al-Bukhari no. 3331 dan Muslim no. 3632)

Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam : “Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu : “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57 : “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

Wanita diciptakan untuk menenteramkan dan mendamaikan jiwa laki-laki, wanita identik dengan keindahan, kelembutan, perhatian dan kasih sayang. Wanita dan Pria bisa menghasilkan pemimpin-pemimpin sesuai kehendak Allah Swt.

Maha nyata Allah dengan segala Kuasa-Nya

sumber ;

  1. wikipedia
  2. https://tafsiralquran2.wordpress.com/2012/11/01/m4/

 

Fadli

 

 

Posted in Uncategorized

Surat #2 ; Surat Al-Baqarah atau Surat SAPI BETINA

Surat Al-Baqarah (bahasa Arabالبقرة , al-Baqarah, artinya “Sapi Betina”). Surat ini terdiri dari 286 ayat dan tergolong Surat Madaniyah. Surat ini merupakan surat dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur’an. Surat ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam Surat ini terdapat. Surat ini juga dinamai  (Puncak Al-Qur’an). Dinamai juga Surat Alif Lam Mim karena ayat pertama di Surat berisi tiga huruf arab yakni AlifLam, dan Mim.

Inti surat ini adalah tentang KEKUASAAN ALLAH dan Ka’bah sebagai kiblat Ummat Islam, tetapi kenapa surat ini di sebut dengan surat sapi betina, apakah hanya karena kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74)? Mengapa surat ini disebut juga PUNCAK nya AL-Qur’an (Fustatul Qur’an)?apakah  karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam Surat yang lain? maksud Allah SWT menurunkan surat ini untuk? ada 286 ayat yang tertulis? Bagaimana cara belajar yang tak tertulis untuk situasi lalu, sekarang dan masa akan datang terhadap 286 ayat?

Pokok-pokok isi Surat Al-Baqarah

  • 3 Golongan manusia dalam menghadapi Al-Kalam; ayat 1-20
  • Tauhid dan Kuasa Allah SWT ; ayat 21-39
  • Peringatan ALLAH SWT Kepada Bani Isra’il; ayat 40-141
  • Ka’bah adalah kiblat umat Islam; ayat 142-214
  • Beberapa Hukum Syariat ; ayat 215-252
  • Kuasa Allah SWT melalui Rasul-rasulnya ; ayat 253-260
  • Tips dan aturan menggunakan harta di jalan Allah SWT; ayat 261-286

Sebelum mengakhiri kajian singkat ini mari kita simak s Al-Baqarah ayat 156

ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٞ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ ١٥٦

“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun (Sesungguhnya kami datang bersama Allah dan kami juga kembali bersama Allah)”

Pesan Allah SWT pada ayat ini sangat jelas, yakni kita hidup untuk DIA, dan akan kembali untuk DIA, karenanya kita harus mengenal karya-NYA yang paling mulia, yakni diri ini, untuk mengenal DIA

Maha Nyata Allah dengan segala Kuasa-Nya

Sumber ;