Posted in KELUARGAKU, Keluargaku dan senyuman kami, Puisi

KAU AKU, JEJAK KITA

KAU AKU, JEJAK KITA (09 SEPTEMBER )
Kau aku mulai karena Allah, Kau aku sepakat karena Allah

Kau aku terombang-ambing, terguncang tak payah kita terus mendayung

Kau aku tersentak, tertegun, luluh lantak tak gentar kita belah

Kau aku tertawa, tersenyum, bahagia tak bosan kita sanjung
Kau aku, Takkan ku hitung berapa juta detik yang telah kita lalu

Kau aku, Takkan ku batas berjuta rasa bahagia yang telah kau haturkan

Kau aku, Takkan ku pasung lembut kasih mu selalu

Kau aku, Takkan ku retas  berjuta percaya yang telah kau balurkan
Kau ikhlas, saat ku persembahkan Lila sang Cerdas Tasnima
Kau tersenyum, saat ku berikan Lala si Cerdik Salsabilah

Kau terpana, saat ku tahtakan Lilo sang Inovator Kautsar

Kau topang, saat ku goyah menghantarkan kepada-NYA Lulan si Perindu Kaafuur

Kau bahagia, saat ku hadapkan Yihan sang Ceria Mustaiinah
Kau aku, tak boleh lelah, boleh cerah

Kau aku, tak lekang waktu, Allah Maha Agung

Kau aku, tak boleh resah, boleh sumringah

Kau aku, tak kenang lain sekutu, Allah Maha Penyambung
Kau aku, ya 09 September,  dulu hari ini dan akan datang

Kau aku, Insya Allah Barakah,  dulu hari ini dan akan datang

Kau aku, ya rindu terumbar, dulu hari ini dan akan datang

Kau aku, Mawaddah dan Sakinah, dulu hari ini dan akan datang
Miss you like crazy Marlita Djakrora
Fadli Usman, wrote in Tacloban City

Salam dari Kathmandu

Advertisements
Posted in Keluargaku dan senyuman kami, Keluh Kesah, Puisi

Puisi untuk Bunda

Bunda

Tertatih tatih langkah mu mengais sebutir beras tuk hidup kami
Tak kau peduli kucuran keringat dan darah, kau bangun mahligai tuk kami berlindung
Engkau merangkak membuang malu menghinakan diri tuk tegakkan kami
Kau terbangun kala kami masih lelap, kau masih terjaga ketika kami memejamkan mata

Bunda..

Sakitmu kau simpan, senyum mu kau tebar, canda mu kau unggah
Airmatamu tak kulihat menetes saat kau perih dan sedih
Batin mu yang goyah tak kau unjukkan
Kau tak menyerah ketika kami liar, Kau tak mengeluh saat kami bersungut, Kau tak berpaling ketika kami jatuh

Bunda..

Adakah napas mu kau sisakan untuk mu sahaja?
Adakah langkah mu kau luangkan untuk mu sahaja?
Adakah bahagia mu kau sedekahkan untuk mu sahaja?
Adakah hidupmu mu kau manfaatkan untuk mu sahaja?

Bunda…

Aku berlutut dan sujud di kaki mu, memohon ampunan mu , memohon ridha mu…..

Aku bersimpuh luruh, dengan lirih ku meminta kepada – NYA

AMPUNILAH BUNDA Ku, Limpahkanlah kesalahan yang dibuatnya kepada ku
SEMPURNAKANLAH dan SELAMATKANLAH BUNDA ku ya ALLAH di kehidupannya saat ini dan saat kembali bersama MU.

 Ya Allah, Aku yang percaya Firman-Mu
وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ إِحۡسَٰنًاۖ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ كُرۡهٗا وَوَضَعَتۡهُ كُرۡهٗاۖ وَحَمۡلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهۡرًاۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرۡبَعِينَ سَنَةٗ قَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ وَأَصۡلِحۡ لِي فِي ذُرِّيَّتِيٓۖ إِنِّي تُبۡتُ إِلَيۡكَ وَإِنِّي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ١٥
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (S. Al-Ahkaf ;15)
Salam
Posted in KELUARGAKU, Keluargaku dan senyuman kami, Keluh Kesah

Kau yang telah pergi

Buluh perindu ku yang pergi

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun

Nak, ayah mu goyah. Terlalu singkat nak. Maaf kan ayah ya, nak. Biasanya puisi ayah tersusun rapi dan ada di detik-detik indah, sayangnya tak satu pun berhasil ayah lantunkan untuk mu. Maaf kan ayah ya, nak. Ayah dan ibu mu mengundang mu dengan cara yang salah, maaf juga tak bisa merawat mu dengan sempurna. Maafkan ayah mu, nak.

Jangan tanya pada ayah mu, seberapa banyak dan lama ayah mu menangis, nak. Cukuplah kau tahu, berdiri pun ayah tak mampu.

Kau yang terlalu indah untuk ku dan ibu mu, memilih kembali ke asal mu, asal kita semua. Asal keindahan bermuara.

Ya Allah, terima kasih telah meminjamkan kepada kami Rizqy Kaafuraan Fadhilah selama 2 tahun. Keberadaanya membawa kami belajar menikmati hidup, menikmati kebersamaan, kembali ke daerah asal

Ya Allah, terima kasih

Dan untuk mu yang terlalu indah, selamat ya nak, karena kau telah kembali Allah

Terima kasih karena mau hadir di tengah-tengah kami walau dalam waktu yang singkat

Ayah, ibu, cici Lila, kaka Lala dan Abang Lilo akan selalu mengingatmu dan mendoakanmu

Ulang tahun mu yang kedua menjadi sangat bermakna walau kau hadir dari dimensi yang lain

31192_123836184314714_5197021_n

Salam rindu dari kami mba Lulan

 

 

 

 

Posted in Keluargaku dan senyuman kami

Alhamdulillah………… Thank You Allah

Hi,

Rizqy Tasnima Fadhilah has passed the examination. She was the 16th in her class with 8,45 graduated score. It was not bad, because in SD Siti Aminah Surabaya she has nothing to lose with that. I am Proud of her

I also proud of Marlita, her mother. because she was the one who encourage Lila to study. She also patient when i decide to apply Reginal HEA officer in Palu. She agreed we will move.

Alhamdulillah we will Move.

Fadli Usman (23 Juni 2009)

Posted in KELUARGAKU, Keluargaku dan senyuman kami

I Will Always Love You Lovely Lita

Permaisuri di dunia dan Akhirat

Alhmadulillah, Ya Allah Isteri ku bertambah usia lagi.

Ya Allah, Kedewasaan, dan kebijaksanaan, serta kesholehaan adalah menjadi do’a kami untuknya.

Ya Allah, terima kasih atas amanahmu yang indah untuk ku melalui isteriku.

Ya Allaha, Ridhoi dan terangkanlah perjalanannya dan perjalanan kami kedepan.

HAppy Birthday Honey, Success and Love from me and our children

Fadli dan Children for Marlita (9/12/2008)