Posted in Membaca Al-Qur'an

Tips merespon krisis kemanusiaan Rohingya

Tips ini hanya untuk orang cerdas dan meyakini hanya ada 1 ras yakni ras manusia.

Krisis kemanusiaan Myanmar yang terjadi saat ini menyita perhatian sebagian masyarakat di Indonesia, ASEAN dan dunia internasional.
Ada banyak cerita, fakta,mitos, kepentingan, dalam peristiwa ini. Sebagian masyarakat muslim di Indonesia terpanggil rasa simpati dan empati karena etnis Rohingya terusir, pegiat HAM terpanggil menginvestigasi atas apa yang terjadi, pegiat perdamaian mulai mencari cara berkontribusi dan sebagainya.

Saya tak akan rinci tentang Rohingya, Ma ba tha, ARSA ataupun latar belakang krisis, karena saya belum.pernah ke Myanmar, walau punya teman orang Myanmar. Saya hanya mengajak MANUSIA BERAKAL dan BERAGAMA untuk CERDAS menyikapi suatu krisis kemanusiaan.

Berikut tips 3 K , Kaji-kelola-kontrol untuk setiap krisis kemanusian termasuk apa yang terjadi terhadap etnis Rohingya

1) Kaji
Apa yang terjadi ketika krisis terungkap? Ya benar, yang terjadi adalah informasi berseliweran. Informasi datang dari mana saja, ada yang fakta, rumor, opini, kabar bohong. Informasi di kemas sesuai kepentingan penyebar. Contoh ; yang terekspos adalah Rohingya (Muslim) terusir dari Rakhine, padahal penganut Budha pun terusir. Pihak pemerintah Myanmar menyatakan ARSA adalah teroris, masyarakat Myanmar non Rohingya mengatakan bahwa Rohingya tak pernah ada, yang ada adalah migran Bengali. Di sisi lain ARSA menyatakan tidak tekait dan tidak berafiliasi dengan jaringan teroris manapun, masyarakat Rohingya meyakini bahwa nenek moyang mereka telah menetap di Rakhine sejak 300 tahun yang lalu.
Sebagian kita ada yang ingin mengkonsumsi informasi sesuai keinginannya bukan berdasarkan fakta. Sebaiknya mari mengkaji informasi sesuai fakta dari orang atau media yang memiliki kredibilitas tinggi, atau yang paling sedikit bohongnya. Dan kalaupun anda ingin menyebar informasi maka sebaiknya dari sumber yang kredibel. Jika tidak kredibel maka andapun tidak kredibel. Hati-hati, jika salah menyebar berita anda bisa jadi menyebar kabar bohong bahkan fitnah. Untuk memupuk kredibiltas anda maka berhentilah mengkonsumsi berita tidak kredibel dari siapa saja.

2) Kelola
Apa yang terjadi selanjutnya? Ya benar, ribuan informasi pasti anda terima mulai dari ;

  • konteks krisis berupa sejarah krisis, aktor krisis, korban krisis, dampak krisis, wilayah krisis dsb akan tersaji, sekali lagi akan ada banyak versi.
    Tips ; berpikirlah jernih, gunakan hati dan akal sebelum bertindak dan mengambil keputusan menyalurkan informasi
  • Geliat respons tokoh-tokoh politik lokal, regional dan dunia.
    Politisi dunia pun bisa marah dan salah dalam merespon krisis, mereka kadang mengecam aktor krisis, akibatnya bisa berdampak negatif terhadap korban krisis. Contoh ; Tim.pencari fakta PBB tidak mendapat visa ke Myanmar untuk melakukan investigasi karena hasil laporan investigasi kasus serupa berat sebelah dan tidak terkonfirmasi dari pihak pemerintah Myanmar.
    Tips ; Mari budayakan prinsip saya menang, anda menang, kita semua menang, kemanusiaan menang.
  • Propaganda untuk meraih simpati dan empati, atau sebaliknya propaganda yang membuat anda ‘nyinyir’, benci atau muak
    Akan ada banyak.aksi simpati dan empati atau aksi sebaliknya, hal ini normal. Propaganda bisa melalui media daring ‘mainstream’ ataupun media sosial, ada dalam.bentuk.ulasan, berita, talk show, video, foto, meme atau media offline aeperti demonstrasi, aksi doa bersama lintas agama, anjangsana antar ulama lintas agama.
    Tips ; Propaganda ada yang positif dan ada yang negatif, jika anda ingin terlibat dalam satu propaganda maka gabunglah ke dalam ranah yang positif jangan sebaliknya, contoh aksi simpatik terhadap Rohingya di depan kedubes Myanmar tetapi anggota aksi malah membakar bendera Myanmar, tahukah si pembakar bendera itu bahwa etnis Rohingya sedang memperjuangkan hak dasar mereka yakni memiliki kewarga negaraan Myanmar? Bagaimana bisa dia bilang simpatik tetapi membakar bendera negara mereka? Etnis Rohingya belum seberuntung etnis keturunan India, etnis keturunan Arab, etnis keturunan Tionghoa yang telah diakui kewarga negaraan mereka di negara-negara ASEAN.
    Tips berikutnya adalah bersikaplah positif dan simpatik. Lihatlah ke sekeliling kita, aksi simpatik atau aksi untuk mengundang kebencian tidak hanya dilakukan oleh kaum segolongan tetapi juga dari golongan lain. Contoh ; Ada penganut Budha yang menggalang dana untuk Rohingya kemudian menyalurkan melalui MUI. Contoh lainnya adalah ada umat Islam yang ikutan nyinyir terhadap apa yang terjadi terhadap etnis Rohingya
  • kampanye penggalangan dana, sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk berkontribusi mengatasi krisis
    Masih ingat Tsunami Aceh pada tahun 2004? Setelah tsunami, ikutannya adalah tsunami air mata, lalu tsunami simpati, kemudian tsunami uang, tsunami.sumber daya, tsunami masalah dan tsunami solusi.
    Inilah yang akan terjadi dengan krisis kemanusiaan di Myanmar dan krisis-krisis lainnya. Mengingat krisis Rohingya mengundang banyak simpati di Indonesia maka dampak ikutannya adalah akan ada banyak sumbangan yang akan digalang dan pasti tergalang oleh banyak pihak kepada berbagai pihak.
    Tips ; Jika anda ingin menggalang dana, maka pastikan dana yang di galang tersalur kepada masyarakat korban krisis
    Jika anda ingin berdonasi maka kenalilah kredibilitas, akuntabilitas dan profesionalitas lembaga kemanusiaan penggalang dana sebelum.berdonasi. Anda bisa cek le website lembaga tersebut atau tanyalah kepada pegiat kemanusiaan. Beberapa ornop ( Organisasi non pemerintah) asli Indonesia tergabung dalam Humanitarian Forum Indonesia diantaranya Rumah Zakat, Baznas, Muhammadiyah DMC, LPBI NU, DMC Dompet Dhuafa, PKPU,Karina, Rebana, Wahana Visi Indonesia dan lain-lain. Ada juga MER-C yang khusus bergerak di wilayah konflik.
    Berdonasilah untuk aksi kemanusiaan karena berdampak signifikan terhadap pemenuhan hak asasi manusia dan kebutuhan dasar + sekunder korban krisis. Jangan berdonasi untuk kombatan karena akan sia-sia. Para kombatan tidak akan berhasil menembus wilayah konflik dan kalaupun tembus malah berkontribusi negatif akan proses rekonsiliasi, rekonsiliasi dibutuhkan agar korban konflik bisa kembali damai di Myanmar
    Jika anda hanya menonton tentang penggalangan dana ini, maka diamlah, jangan nyinyir apalagi meledek.
    Tak usahlah ada pernyataan, penggalangan dana untuk negeri seberang di lakonin tapi negeri sendiri di abaikan. Berhentilah seperti itu, karena memperkeruh suasana. Sebaiknya gunakan bahasa merangkul. Hal Ini sudah alamiah, penggalangan dana ada jika ada krisis, semakin masif maka dana semakin banyak terkumpul. Contoh ; koin untuk Prita, koin untuk KPK dll lebih cepat terkumpul jika dibandingkan dengan koin untuk jembatan penyeberangan anak sekolah di Kalimantan, tanya kenapa Boleh bertanya tapi jangan memperkeruh
  • Kabar tentang respon pemerintah
    Pro dan kontra akan tindakan pemerintah pasti ada, Maklum.politik, kepentingan golongan diatas segalanya.
    Tips; Jika program.pemerintah berkontribusi positif terhadap penyelesaian krisis maka mari kita dukung, kepentingan KEMANUSIAAN lebih diutamakan dibanding kepentingan golongan apalagi demi kepentingan ego kita.
    Pemerintah RI dan 11 ornop membuat AKIM, Menlu RI sudah ke Myanmar dan Bangladesh, hal ini baik adanya. Mari kita dukung langkah selanjutnya

3) Kontrol
Saya manusia, anda manusia, mereka yang berkonflik juga manusia.
Tips ; sebaik-baik manusia adalah berguna positif bagi manusia lainnya.

Saya bukan politisi, akademisi dan peneliti konflik. Saya hanyalah pegiat kemanusiaan yang berdomisili di kota kecil yang berharkat besar

Semoga tips diatas bermanfaat

Wasalam
FU

Advertisements
Posted in Membaca Al-Qur'an

KHILAFAH

Kata khilafah akhir-akhir ini menjadi polemik ditengah tengah sebagian kita. Ada yang alergi karena kurang paham atau mungkin paranoid sehingga menyebut khilafah adalah dosa atau makar terhadap negara. Ada juga yang menganggap bahwa dia benar paham padahal salah paham, ada yang meyakini bahwa khilafah itu hanya istilah yang bisa berbentuk apa saja, dan ada juga yang berpendapat bahwa setiap kita adalah pemimpin.

Khilafah berasal dari kata bahasa Arab al-khalfu; khalafa ; yang berarti belakang, kata ini lalu berkembang menjadi khalfun, khalifah, Khilafah, khalaif, dan khulafa yang bermakna pengganti generasi, pemimpin dan pewaris bumi. Kha-la-fa dalam arti kepemimpinan terdapat dalam Al-Qur’an dengan makna generasi pengganti.

Sistem khilafah atau khalifah tidak ada yang baku dalam Al-Qur’an dan Hadits. Yang termaktub dalam Al-Quran dan Hadits/Sunnah adalah sikap bertata negara, kriteria pemimpin dan siapa memimpin siapa.

Saya coba pilah dari beberapa perspektif

Perspektif 1; Yang Salah Paham
Belakangan ada gerakan yang salah paham, dengan mengaitkan bahwa khilafah/khalifah adalah kewajiban buat umat Islam yang mendiami satu wilayah. Umat Islam wajib dipimpin oleh Muslim dan berlandaskan Syariah Islam. Golongan ini merujuk pada sistem tata negara Khulafaur Rasyiddin( 4 sahabat). Saat itu negeri Islam di pimpin oleh Khalifah, masyarakatnya heterogen, ada Islam, Kristen, Yahudi dan pemuja berhala.
Padahal jika di runut sejarahnya sistem kekhalifahan pada 4 sahabat pun berbeda. Apalagi jaman khalifah sesudahnya.
* Khalifah Abu Bakar Assiddiq RA menggantikan Rasulullah SAW dengan cara di pilih oleh sahabat-sahabat Rasulullah, wilayah kekuasaan masih di semenanjung Arab, Suriah,Irak, Iran. Sistem pemerintahan sentral, edukatif,yudikatif dan legislatif ada ditangannya, namun beliau selalu berkonsultasi sebelum membuat keputusan. Di jamannya ada banyak pemberontakan dan gerakan murtad kaum munafik.
* Khalifah Ummar bin Khattab RA di tunjuk oleh Khalifah Abu Bakar RA sebelum beliau mangkat, khalifah Ummar bin Khattab mulai ekspansi wilayah Arab hingga ke jazirah Eropa bahkan Afrika. Sistem desentralisasi mulai di lakukan beliau. Negeri-negeri yang tunduk dibuat laksana Provinsi yang di pimpin oleh seorang khalifah, para khalifah ini ditunjuk oleh khalifah Ummar RA. Administrasi pemerintahan diatur menjadi delapan wilayah provinsi: Makkah, Madinah, Syria, Jazirah Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir. Sistem administrasi ini mengadopsi sistemnya Imperium Persia (Iran kuno). Eksekutif dan Yudikatif mulai dipisahkan.
* Khalifah Utsman bin Affan RA, beliau di pilih oleh tim formatur, wilayah kekuasaan kurang lebih sama dengan wilayah kekuasaan jaman khalifah Ummar RA + Afrika Utara, Armenia hingga Asia Tengah (Azerbaijan)
* Khalifah Ali bin Abi Thalib RA dipilih dan di baiat oleh Zubair bin Awam RA dan Thalha bin Ubaidilah beserta pejuang perang badar. Wilayah kekuasaan sama dengan jaman khalifah Utsman RA hanya saja mulai terjadi perpecahan di tandai dengan pemberontakan Turki.
* khalifah- khalifah silih berganti sepeninggal khalifah Ali RA, akan tetapi perpecahan semakin sering terjadi. Wilayah kekuasaan semakin mengecil dan sistem pemerintahan di bentuk sesuai kehendak khalifah atau golongan yang dominan saat itu.
* Seiring perkembangan jaman, negara-negara Islam yang terpecah ada yang menganut sistem kerajaan, sistem emirat, sistem kesultanan dan Republik.
* Negara- Negara Islam mencoba konsolidasi lewat Liga Arab , OKI dan lain-lain
* Di Nusantara ( sebelum Indonesia Merdeka) ada kerajaan Hindu, Kerajaan Islam dan Kesultanan Islam. Kesultanan Islam pun berbeda, ada yang menganut sistem putera Mahkota sebagai penerus Sultan, ada yang menganut sistem pemilihan seorang sultan dan ada yang di angkat oleh pemuka agama Islam.

Simpulnya ; Tak ada bentuk baku sistem khilafah sejak jaman Nabi hingga khulafaur Rasyidin. Bahkan ada sistem administrasi yang diadopsi dari Persia (waktu itu negara adidaya dan non Muslim) oleh Khalifah Umar RA.
Mahfud MD ahli hukum tata negara kita menantang siapa saja untuk membuktikan jika ada sistem khilafah yang baku yang tercatat dalam al-Quran dan Hadits/Sunnah

Perspektif 2 ; Yang Islamofobia/Arabfobia
Ada pihak yang tak senang, alergi bahkan ketakutan dengan kata Khilafah, kenapa?
ada beberapa faktor selain khilafah yang berbahasa Arab, yaitu
a) Islam = Arab = Kaum pecinta kekerasan = kaum intoleran.
Propaganda teroris berbendera Islam seperti ISIS, Al-Qaedah, Al-Shabab, Taliban dll, yang menggambarkan bahwa Islam itu keras , senang membunuh, membantai, melacur, melacurkan, memperdagangkan orang. Hal ini yang membuat orang tidak nyaman dengan Islam.
Negara Islam yang didengungkan para teroris sungguh menakutkan termasuk bagi penganut Islam. Padahal teror itu bukan ajaran Islam.

b) Kebebasan bergerak, berpendapat, kesetaraan gender dan lain-lain di negara-negara Arab sangat terbatas. Padahal kita ketahui bersama peraturan tiap negara-negara Arab atau Islam lainnya sangat berbeda. Ada yang konservatif,moderat dan liberal/sekuler

c) Apa baiknya Islam?
Mulai ada ormas pecinta kekerasan dengan membawa nama Islam tumbuh subur di Indonesia. Koruptor- koruptor tidak hanya dari kalangan pejabat dan politisi partai nasionalis yang Islam, tetapi juga dilakukan oleh politisi Islam dari partai Islam seperti PKB,PKS,PPP dan PAN.
Mulai ada gerakan bahwa Islam untuk Islam semata padahal sejatinya Islam itu penganutnya amar ma’ruf nahi munkar dan Islam itu Rahmatan lil ‘ Alamin.

Simpulnya ;
Khilafah itu adalah kepemimpinan atau sistem pemerintahan yang bentuknya bisa berbeda-beda. Jadi untuk apa alergi.

Perspektif 3 ; Yang Waras
Orang pada golongan ini meyakini bahwa ;
* Sistem khilafah itu bentuknya bisa apa saja dan khilafah tidak saja digunakan oleh Islam, sistem khilafah tersebar di penjuru bumi ini dan oleh agama apa saja.
* Dari sisi sejarah baik jaman kuno, jaman Nusantara dan jaman Indonesia tak ada bukti Genosida oleh kaum Islam kepada non Islam Indonesia pada saat ekspansi. Genosida yang di maksud adalah kegiatan terorganisir oleh Raja/Sultan/Pemimpin Islam untuk membantai non Islam
* Khilafah yang cocok untuk Indonesia ya yang sekarang ini, yakni Presidensial dan berdasar negara Pancasila, mengapa? karena sistem ini yang mampu membuat bangsa lain segan dan kita mampu merdeka sejak 1945, sebelumnya nenek moyang kita mesti bertarung mencari bentuk khilafah terbaik selain bertarung melawan penjajah

Perspektif 4 ; Itu AKU

Hakekatnya Khilafah itu AKU dan AKU bertanggung jawab atas apa yang ku pimpin. Dan AKU adalah berkah untuk alam beserta isinya

Hadits Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang amir yang mengurus keadaan rakyat adalah pemimpin. Ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang rakyatnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin terhadap keluarganya di rumahnya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya. Ia akan diminta pertanggungjawaban tentang hal mereka itu. Seorang hamba adalah pemimpin terhadap harta benda tuannya, ia kan diminta pertanggungjawaban tentang harta tuannya. Ingatlah, setiap kamu adalah pemimpin dan semua akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya

Wasalam
FU

Posted in Membaca Al-Qur'an

Ada yang bilang

​Ada yang bilang, Aku ingin bahagia

Ada yang bilang,bahagia itu pusatnya di hati

Ada yang bilang, Jantunglah yang berdetak lega ketika bahagia, bukan hati

Ada yang bilang, jika ingin jantung berdetak sehat maka bukalah hati

Ada yang bilang, Mendakilah ke puncak gunung maka kau bahagia
Ada yang bilang, turunilah gunung dengan desahan agar bahagia

Ada yang bilang, bahagianya mendaki gunung muka merona

Ada yang bilang, bahagia menuruni gunung muka sumringah

Ada yang bilang, bahagia itu desahan

Ada yang bilang bahagia itu erangan

Ada yang bilang, bersih lah sebelum bahagia

Ada yang bilang, bujuk lah supaya bahagia

Ada yang bilang, setuju lah supaya bahagia

Ada yang bilang mati lah dalam bahagia

Ada yang bilang bahagia adalah kembali bahagia

Ada yang bilang, bahagia itu asal 

Ada yang bilang, akhirilah bahagia dengan bahagia

Sang Penyanjung Bahagia

Posted in Keluh Kesah

Demokrasi ala saya

Opini saya selalu benar karena saya MAHA BENAR dan Kalian MAHA SALAH jika bertentangan dengan opini saya

Saya berani memposisikan diri saya sejajar dengan TUHAN karena saya berpendidikan yang baik saya pernah bersekolah dan ber perguruan tinggi ternama, saya cerdas, saya makmur dan sejahtera, saya tanpa cela dan tanpa celah

Dengan kondisi-kondisi tersebut maka apapun pilihan saya PASTI BENAR. Yang bertentangan dengan saya pasti salah.

Saya punya sahabat tapi sebatas itu saja, yang terpenting buat saya adalah sahabat saya akan pintar dan benar di hadapan saya jika sepikiran dengan saya. Jika tidak maka bodoh dan hinalah sahabat tersebut.

Keluarga saya pasti Benar, mereka kan keluarga saya.

Saya akan menggerakkan kecerdasan saya untuk memadukan opini yang maha benar kepada halayak lain. Keluarga dan sahabat yang sepemikiranlah sumber kekuatan saya.

Saya memaksakan kehendak. Saya menghina sahabat saya yang bertentangan dengan saya

Saya tahu kok anti korupsi, saya tahu apa itu ketidak adilan, saya aktifis kemanusiaan, saya praktisi hukum, saya praktisi kesehatan. Saya lah segala-galanya. Saya MAHA SEGALA.

Pilihan pemimpin versi saya juga pemimpin yang benar, tak mungkin salah karena saya maha benar.

Media yang saya baca dan tonton juga adalah media yang mendukung pemikiran saya. Saya akan menyebarkan secara viral info yg menguatkan opini dan pilihan saya atau malah sebaliknya saya menjatuhkan dan menghina pilihan orang lain yang menurut saya mereka adalah Maha Bodoh dan Maha Hina.

Itulah watak saya. Masih mau punya sahabat seperti saya?

 

FADULI

Continue reading “Demokrasi ala saya”

Posted in Islam, Membaca Al-Qur'an

Surat #8 Al Anfal atau Surat Rampasan Perang

Sekilas surat ini adalah surat yang berisi tentang tata cara perang dan bagaimana memenangkannya. Ternyata tidak, sesungguhnya ini adalah sejarah perjuangan Islam yang di pimpin langsung oleh baginda rasulullah SAW. Beliau mengajarkan kedisiplinan, efisien dan efektif dalam mempertahankan hidup dan Aqidah. Beliau juga di bimbing Allah SWT untuk berlaku adil dan membimbing ummatnya yang dalam kondisi tidak percaya diri.

Silahkan lihat ilustrasi pada video berikut tentang perang badar

Surat Al-Anfal (bahasa Arab:الأنفالal-Anfāl, “Jarahan”) adalah surat ke-8 pada al-Qur’an. Surat ini terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surat-surat Madaniyah. Surat ini dinamakan Al-Anfal yang berarti pula harta rampasan perang berhubung kata Al-Anfal terdapat pada permulaan surat ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surat ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya. Menurut riwayat Ibnu Abbas, surat ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan 2 Hijriah atau 17 Maret 624 Masehi. Peperangan ini sangat penting artinya, karena merupakan peristiwa yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam. Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan 313 orang untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrik yang berjumlah 1,000 orang dan memiliki perlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit. Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surat ini.

Kaum Muslim dan penduduk Mekkah telah terlibat dalam beberapa kali konflik bersenjata skala kecil antara akhir 623 sampai dengan awal 624, dan konflik bersenjata tersebut semakin lama semakin sering terjadi. Meskipun demikian, Pertempuran Badar adalah pertempuran skala besar pertama yang terjadi antara kedua kekuatan itu.

Pertempuran ini sangatlah berarti karena merupakan bukti pertama bahwa mereka sesungguhnya berpeluang untuk mengalahkan musuh mereka di Mekkah. Mekkah saat itu merupakan salah satu kota terkaya dan terkuat di Arabia zaman jahiliyah. Kemenangan kaum Muslim juga memperlihatkan kepada suku-suku Arab lainnya bahwa suatu kekuatan baru telah bangkit di Arabia, serta memperkokoh otoritas Muhammad sebagai pemimpin atas berbagai golongan masyarakat Madinah yang sebelumnya sering bertikai. Berbagai suku Arab mulai memeluk agama Islam dan membangun persekutuan dengan kaum Muslim di Madinah; dengan demikian, ekspansi agama Islam pun dimulai.

Sebelum mengkaji secara umum mari kita lihat Hadits Riwayat Muslim no 3309 tentang Perang badar

33093309_2

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hannad bin Sari] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Al Mubarak] dari [Ikrimah bin Ammar] telah menceritakan kepadaku [Simak Al Hanafi] dia berkata; aku mendengar [Ibnu Abbas] berkata; telah menceritakan kepadaku [Umar bin Khattab] berkata, “Ketika perang Badr.” (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Zuhair bin Harb] dan ini adalah lafadz dia, telah menceritakan kepada kami [Umar bin Yunus Al Hanafi] telah menceritakan kepada kami [Ikrimah bin ‘Ammar] telah menceritakan kepadaku [Abu Zumail] -yaitu Simak Al Hanafi- telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Abbas] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Umar bin Khattab] dia berkata, “Saat terjadi perang Badr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat pasukan orang-orang Musyrik berjumlah seribu pasukan, sedangkan para sahabat beliau hanya berjumlah tiga ratus Sembilan belas orang. Kemudian Nabi Allah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadapkan wajahnya ke arah kiblat sambil menengadahkan tangannya, beliau berdo’a: “ALLAHUMMA ANJIS LII MAA WA’ADTANI, ALLAHUMMA AATI MAA WA’ADTANI, ALLAHUMMA IN TUHLIK HAADZIHIL ‘ISHAABAH MIN AHLIL ISLAM LA TU’BAD FIL ARDLI (Ya Allah, tepatilah janji-Mu kepadaku. Ya Allah, berilah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika pasukan Islam yang berjumlah sedikit ini musnah, niscaya tidak ada lagi orang yang akan menyembah-Mua di muka bumi ini).’ Demikianlah, beliau senantiasa berdo’a kepada Rabbnya dengan mengangkat tangannya sambil menghadap ke kiblat, sehingga selendang beliau terlepas dari bahunya. Abu Bakar lalu mendatangi beliau seraya mengambil selendang dan menaruhnya di bahu beliau, dan dia selalu menyeratai di belakang beliau.” Abu Bakar kemudian berkata, “Ya Nabi Allah, cukuplah kiranya anda bermunajat kepada Allah, karena Dia pasti akan menepati janji-Nya kepada anda.” Lalu Allah menurunkan ayat: ‘((ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut) ‘ (Qs. Al Anfaal: 9), Allah lalu membantunya dengan tentara Malaikat.” Abu Zumail berkata, “Ibnu Abbas menceritakan kepadaku, dia katakan, “Pada hari itu, ketika seorang tentara Islam mengejar tentara Musyrikin yang berada di hadapannya, tiba-tiba terdengar olehnya bunyi suara cemeti di atas kepala seorang Musyrik itu, dan suara seorang penunggang kuda berkata, “Majulah terus wahai Haizum!. Tanpa diduga, seorang Musyrik yang berada di hadapannya telah mati terkapar dengan hidungnya bengkak, dan mukanya terbelah seperti bekas pukulan cambuk serta seluruh tubuhnya menghijau. Lalu tentara Muslim itu datang melaporkan peristiwa yang baru saja dialaminya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau bersabda: “Kamu benar, itu adalah pertolongan Allah dari langit ketiga.” Pada hari itu, tentara kaum Muslimin dapat membunuh tujuh puluh tentara kaum Musyrikin, dan berhasil menawan tujuh puluh orang tawanan.” Abu Zumail melanjutkan, “Ibnu Abbas berkata, “Tatkala tawanan telah mereka tahan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Abu Bakar dan Umar: “Bagaimana pendapat kalian mengenai tawanan ini?” Abu Bakar menjawab, “Wahai Nabi Allah, mereka itu adalah anak-anak paman dan masih famili kita, aku berpendapat, sebaiknya kita pungut tebusan dari mereka. Dengan begitu, kita akan menjadi kuat terhadap orang-orang kafir, semoga Allah menunjuki mereka supaya masuk Islam.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Bagaimana pendapatmu wahai Ibnul Khattab?” Aku menjawab, “Tidak, demi Allah wahai Rasulullah, aku tidak setuju dengan pendapat Abu Bakar. Menurutku, berilah aku kesempatan untuk memenggal leher mereka, berilah kesempatan kepada Ali supaya memenggal leher ‘Uqail, dan berilah kesempatan kepadaku supaya memenggal leher si fulan -maksudnya saudaranya sendiri-, karena mereka adalah para pemimpin kaum kafir dan pembesar-pembesar mereka.” Akan tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyetujui pendapat Abu Bakar dan tidak menyutujui pendapatku. Di keesokan harinya, aku menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, aku dapati beliau sedang duduk menangis berdua dengan Abu Bakar, lalu aku berkata, “Ceritakanlah kepadaku, apa sebabnya anda berdua menangis? Jika bisa menangis maka aku akan menangis, jika tidak bisa maka aku akan pura-pura menangis untuk kalian.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku menangis karena tebusan yang dipungut sahabatmu terhadap para tawanan itu, lebih murah daripada harga kayu ini.” -yaitu kayu yang berada didekat Nabi Allah shallallahu ‘alaihi wasallam- Lalu Allah Azza wa jalla menurunkan ayat: “…Tidak pantas bagi seorang Nabi mempunyai seorang tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi ini…-hingga firman Nya- maka makanlah olehmu sebagian harta rampasan) ‘ (Qs. Al Anfaal: 67-69). Karena itulah Allah menghalalkan harta rampasan buat mereka.”]]]

Pokok isi keselurahan ayat adalah tentang Perang badar

  • Cara pembagian ghanimah ditentukan oleh Allah SWT dan Rasul pada ayat 1
  • Sifat-sifat orang mukmin pada ayat 2-4
  • Keengganan sebagian sahabat untuk pergi ke perangan Badar dan pertolongan Allah SWT kepada kaum muslimin Ayat 5-14
  • Larangan melarikan diri dari pertempuran Ayat 15-19
  • Larangan menyalahi perintah-perintah Allah SWT Ayat 20-23
  • Kewajiban mentaati perintah Allah SWT dan Rasul-Nya Ayat 24-26
  • Larangan berkhianat dan faedah bertakwa Ayat 27-29
  • Permusuhan kaum musyrkin terhadap Nabi dan kewajiban memerangi mereka sampai terpelihara agama Allah SWT Ayat 30-40
  • Cara pembagian ghanimah Ayat 41
  • Rahmat Allah SWT kepada kaum Muslimin dalam peperangan Badar Ayat 42-44
  • Kewajiban berteguh hati, bersatu dalam peperangan dan larangan berlaku sombong dan ria Ayat 45-
  • Pengkhianatan setan terhadap janjinya kepada pengikut-pengikutnya Ayat 48-51
  • Kebinasaan sesuatu kaum adalah lantaran perbuatan mereka sendiri Ayat 52-57
  • Syirik adalah dosa yang paling besar dan sikap menghadapi kaum musyrikin dalam peperangan Ayat 58-60
  • Cinta perdamaian dan keharusan mempertebal semangat jihad Ayat 61-75

Kesimpulan

Perang Badar dimenangkan Rasulullah dan pasukannya pada tanggal 17 Ramadhan dengan bantuan para malaikat yang dikirim oleh Allah SWT. Kita patut ingat pada kisah yang lain ternyata Rasulullah juga menerima Al-Quran sekaligus menjadi Rasul Allah pertama kali pada tanggal 17 Ramadhan. Jumlah kecil bukan berarti lemah, jumlah banyak bukan berarti kuat dan berkualitas. Dalam surat ini disebutkan cara pembagian harta rampasan perang, jihad, cinta damai dan dilarang syirik.

Hubungan surat Al Anfaal dan Surat Attaubah

Surat Al Anfaal dan surat At Taubah terdapat hubungan yang erat sekali, seakan-akan keduanya merupakan satu surat, diantaranya

  • Surat Al Anfaal dan Surat At Taubah menyebut sifat-sifat orang-orang yang sempurna imannya, dan sifat-sifat orang-orang kafir, lalu pada akhir surat diterangkan pula tentang hukum perlindungan atas orang-orang muslim yang berhijrah, orang-orang muslim yang tidak berhijrah serta orang-orang kafir.
  • Surat Al Anfaal mengemukakan bahwa yang mengurus dan memakmurkan Masjidilharam itu ialah orang-orang yang bertakwa, sedang surat At Taubah menerangkan bahwa orang-orang musyrik tidak pantas mengurus dan memakmurkan mesjid, bahkan mereka akan menghalang-halangi orang-orang Islam terhadapnya.
  • Surat Al Anfaal dan Surat At Taubah menerangkan tentang memerangi orang-orang musyrikin dan Ahli Kitab.
  • Perjanjian yang dikemukakan surat Al Anfaal dijelaskan oleh surat At Taubah, terutama hal-hal yang berhubungan dengan pengkhianatan musuh terhadap janji-janji mereka.
  • Surat Al Anfaal dan At Taubah menganjurkan agar bernafkah di jalan Allah. Surat Al Anfaal diterangkan tentang penggunaan harta rampasan perang, sedang surat At Taubah menerangkan penggunaan zakat.
  • Surat Al Anfaal dan A Taubah mengemukakan tentang orang-orang munafik

Maha Nyata Allah dengan segala Kuasa-Nya

Fadli

 

Sumber ;

  1. wikipedia
  2. https://tafsiralquran2.wordpress.com/2012/11/01/m8/

 

 

 

Posted in Keluh Kesah, Puisi

Angin, Hari ini cerah

Titik – titik hujan mulai memudar, adakah hari mulai cerah?

sang awan telah berseliweran ringan, adakah angin yang merayu?

kebisingan dibungkam hening, adakah ruang sekat telah terbelah?

Angin oh angin, adakah ku rindu deru, seru dan dingin mu?

 

Titik titik hujan ternyata sirna, punggawa awan telah bergegas di ruang bebas

Riuh dedaunan mengundang kupu-kupu tuk hinggap, hinggapnya menitip benih

Angin tetap mendesah, langit biru tetap hening sumringah tanda puas

Angin oh angin, aku kini melangkah lagi, langkah tegap menatap pasti sang destinasi

 

Basah bumi bekas titik hujan masih ada, adakah cahaya datang menyapa?

Sang awan kini diam bak lukisan, adakah angin rehat sejenak?

Hening itu tak ada suara, adakah awan dan langit biru sedang beralih rupa?

Angin oh angin, adakah desahanmu masih merdu menghentak?

 

Bumi tak basah lagi tanda titik hujan telah takluk, takluknya bukan risau

Awan yang terpaku ditembus cahaya, cahaya yang terang nan berkilau

Masih diam, masih hening, masih mendesah, tapi langit biru makin silau

Angin oh angin, ternyata sang destinasi tak berjarak walau sepisau

 

Salam damai penuh cinta dari Kathmandu

Fadli

 

Posted in KELUARGAKU, Keluargaku dan senyuman kami, Puisi

KAU AKU, JEJAK KITA

KAU AKU, JEJAK KITA (09 SEPTEMBER )
Kau aku mulai karena Allah, Kau aku sepakat karena Allah

Kau aku terombang-ambing, terguncang tak payah kita terus mendayung

Kau aku tersentak, tertegun, luluh lantak tak gentar kita belah

Kau aku tertawa, tersenyum, bahagia tak bosan kita sanjung
Kau aku, Takkan ku hitung berapa juta detik yang telah kita lalu

Kau aku, Takkan ku batas berjuta rasa bahagia yang telah kau haturkan

Kau aku, Takkan ku pasung lembut kasih mu selalu

Kau aku, Takkan ku retas  berjuta percaya yang telah kau balurkan
Kau ikhlas, saat ku persembahkan Lila sang Cerdas Tasnima
Kau tersenyum, saat ku berikan Lala si Cerdik Salsabilah

Kau terpana, saat ku tahtakan Lilo sang Inovator Kautsar

Kau topang, saat ku goyah menghantarkan kepada-NYA Lulan si Perindu Kaafuur

Kau bahagia, saat ku hadapkan Yihan sang Ceria Mustaiinah
Kau aku, tak boleh lelah, boleh cerah

Kau aku, tak lekang waktu, Allah Maha Agung

Kau aku, tak boleh resah, boleh sumringah

Kau aku, tak kenang lain sekutu, Allah Maha Penyambung
Kau aku, ya 09 September,  dulu hari ini dan akan datang

Kau aku, Insya Allah Barakah,  dulu hari ini dan akan datang

Kau aku, ya rindu terumbar, dulu hari ini dan akan datang

Kau aku, Mawaddah dan Sakinah, dulu hari ini dan akan datang
Miss you like crazy Marlita Djakrora
Fadli Usman, wrote in Tacloban City

Salam dari Kathmandu