Posted in Membaca Al-Qur'an

Stop salah kaprah

1)Yang mulia itu bukan mengucapkan 2 kalimat Syahadat, tapi berSAKSI Tauhid dan Saksi Muhammad

2)Yang mulia itu bukan mengeluarkan besarnya Zakat tapi MENGENAL ZAKAT itu sendiri

3)Yang mulia itu SHALATnya bukan Dzuhur,Ashar, Maghrib, Isya, Subuh. Jadi tak perlu sedih kalo dzuhur berlalu dan ashar menjemput,Ashar berlalu Maghrib menjemput dst, yang perlu prihatin kalo selepas Shalat malah merugi, setelah Shalat malah munkar merajalela dan ma’ruf sesuai keinginan hati

4)Yang mulia itu PUASA (SHIYAM + SHAUM) bukan Sya’ban apalagi Ramadhan. Jadi tak perlu sedih kalo Ramadhan (waktu) berlalu. Ramadhan (waktu) tak pernah berlalu yang berlalu adalah manusia. Yang perlu prihatin kalo selepas Puasa kita malah mengumbar nafsu, mempromosikan kebencian, menambah daftar panjang Islamphobia.

5)Yang mulia adalah MENGENAL HAJI sebelum berhaji. Dalam beberapa hadits Rasulullah SAW bersabda tentang hubungan sakralnya Rumah tangga dengan amaliah haji, hubungan pentingnya bertetangga dengan amaliah haji,hubungan mengenal diri dengan amaliah haji

Yang mulia itu adalah mengenal manusia dan perilaku positif manusia, bukan waktu. Waktu hanyalah penanda adanya peluang keistimewaan yang bisa diperoleh manusia untuk amaliah.

Wallahualam bissawab

هُوَ اْلأَوَّلُ وَاْلأَخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Dialah Allah, Al-Awwal (Yang Pertama) dan Al-Akhir (Yang Akhir), Azh-Zhahir (Yang paling atas/zhahir) dan Al-Bathin (Yang paling bathin). Dan Dia ‘Aliim (Maha mengetahui) terhadap segala sesuatu. (Al-Hadid : 3)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s