Posted in Keluh Kesah, Puisi

Angin, Hari ini cerah

Titik – titik hujan mulai memudar, adakah hari mulai cerah?

sang awan telah berseliweran ringan, adakah angin yang merayu?

kebisingan dibungkam hening, adakah ruang sekat telah terbelah?

Angin oh angin, adakah ku rindu deru, seru dan dingin mu?

 

Titik titik hujan ternyata sirna, punggawa awan telah bergegas di ruang bebas

Riuh dedaunan mengundang kupu-kupu tuk hinggap, hinggapnya menitip benih

Angin tetap mendesah, langit biru tetap hening sumringah tanda puas

Angin oh angin, aku kini melangkah lagi, langkah tegap menatap pasti sang destinasi

 

Basah bumi bekas titik hujan masih ada, adakah cahaya datang menyapa?

Sang awan kini diam bak lukisan, adakah angin rehat sejenak?

Hening itu tak ada suara, adakah awan dan langit biru sedang beralih rupa?

Angin oh angin, adakah desahanmu masih merdu menghentak?

 

Bumi tak basah lagi tanda titik hujan telah takluk, takluknya bukan risau

Awan yang terpaku ditembus cahaya, cahaya yang terang nan berkilau

Masih diam, masih hening, masih mendesah, tapi langit biru makin silau

Angin oh angin, ternyata sang destinasi tak berjarak walau sepisau

 

Salam damai penuh cinta dari Kathmandu

Fadli

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s