Posted in Artikel Orang lain, Islam, Membaca Al-Qur'an, Uncategorized

Membaca Al-Qur’an (bagian 2)

Salam

Al-Qur’an di turunkan

Al-Quran itu di turunkan pada Lailatul Qadar, dan Lailautul Qadar itu adalah 17 Ramadhan sebagaiman firman-Nya

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ ١  وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ ٢  لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ ٣ تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرٖ ٤  سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ ٥ [سورة الـقدر,١-٥]

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu.Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar [QS Al Qadr,1-5]

Pertanyaan kritis, jika kita sudah tahu malam nuzulul quran ada di setiap 17 ramadhan lantas buat apa bersusah payah i’tikaf sampai ‘ngekos’ dimesjid selama semingguan lebih di 10 malam akhir ramadhan untuk meraih lailatul qadr?

Berdo’a, Membaca dan memaknai

Terlepas dengan adanya kemampuan untuk mensucikan diri, kita dianjurkan agar senantiasa berdoa sebelum membaca Al Quran

Sebagaimana Firman Allah SWT, pada Surat Tha Ha ayat 114

فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡحَقُّۗ وَلَا تَعۡجَلۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مِن قَبۡلِ أَن يُقۡضَىٰٓ إِلَيۡكَ وَحۡيُهُۥۖ وَقُل رَّبِّ زِدۡنِي عِلۡمٗا ١١٤

Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur´an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”

Dari doa yang Allah ajarkan itu nampak isyarat bahwasanya Al Quran penuh dengan ilmu pengetahuan, Mungkin kita sulit untuk memahami ayat-ayatnya apalagi berhadapan dengan ayat-ayat mutasyaabihaat (samar-samar), tetapi Allah maha Melihat apa yang kita kerjakan, Allah maha Tahu apa yang kita inginkan, sampai tiba saatnya nanti Insya Allah DIA akan menjelaskannya kepada kita, sekali lagi dengan caraNya yang kita tidak ketahui sebelumnya. Bisa jadi dengan cara dipertemukan dengan orang-orang yang berbicara tentang hal yang belum kita ketahui tersebut, mungkin juga Allah memperlihatkan sebuah peristiwa yang bisa menjelaskan ayat yang belum kita ketahui itu, bahkan mungkin pula kita akan mengalami peristiwa bathiniah dimana kita mampu melihat peristiwa gaib yang menjadi penjelasan dari ayat yang belum kita ketahui tersebut..dan lain sebagainya..Agar mendapatkan ilmu dan hikmah dari Al Quran hendaklah kita tidak tergesa-gesa ketika membacanya. Pada masa kenabian, Rasulullah dilarang tergesa-gesa membacakan Al Quran kepada manusia sebelum selesai diwahyukan agar apa yang dibacanya tersebut dapat dipahami oleh orang lain dan maknanya tepat sesuai apa yang dikehendaki oleh Allah. Sedangkan pada saat sekarang ini, larangan tergesa-gesa itu bermakna agar kita tidak langsung mengambil suatu kesimpulan terhadap makna yang kita dapatkan dari suatu ayat yang kita baca, sebab akan dijelaskan lagi lebih jauh oleh ayat-ayat yang lainnya. Boleh membuat catatan, namun catatan kita bukanlah suatu kesimpulan. Kesimpulan boleh ada setelah kita memahami semua ayat Al Quran, dimana pemahaman dari satu ayat tidak bertentangan dengan pemahaman di ayat yang lain. Olehnya itu setiap kita membaca Al Quran, hendaklah kita bermohon kepada Allah agar menambahkan ilmu kepada kita sesuai do’a pada ayat di atas..Rabbi Dziqni Ilman..Wardzuqni Fahman..Aamiin :)–

Maha Nyata Allah atas segala Kuasa-Nya

Fadli

Catatan ; Tulisan ini di salin dari karya saudara sekeyakinan ES EM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s