Posted in Islam, Membaca Al-Qur'an

Surat #7 Al A’raf atau Surat Tempat tertinggi

Surat Al-A’raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A’rāf, “Tempat Tertinggi”) adalah surat ke-7 dalam al-Qur’an. Surat ini terdiri atas 206 ayat ada pada bab 8 dan bab 9, termasuk pada golongan surat Makkiyah. Surat ini diturunkan sebelum turunnya surat Al-An’am dan termasuk golongan surat Assab ‘uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Dinamakan Al-A’raf karena perkataan Al-A’raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka

Berikut adalah pokok-pokok isi Surat ini

Nikmat percaya kepada kitab; Ayat 1-10

 

7_17_2

Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman (QS Al A’raf 2)

Surat ini adalah surat yang ke-3 setelah Al-Baqarah dan Ali Imran yang memulai ayatnya dengan kata yang tida bisa diterjemahkan secara syariat. Ayat 1 surat ini yakni Alif Lam Mim Shad hanya bisa diterjemahkan oleh arifbillah atau Mursyid

Kejadian Nabi Adam AS, godaan setan dan kebangkitan manusia; ayat 11-58

  • Penghargaan Allah SWT kepada Nabi Adam AS dan keturunannya Ayat 11-25
  • Siapakah Tuhan semesta alam dan bagaimana bermohon kepadaNya? Ayat 54-56
  • Bukti kekuasaan Allah SWT membangkitkan manusia sesudah mati Ayat 57-58

Kisah beberapa Rasul ; ayat 59-171

  • Kisah Nabi Nuh AS; ayat 59-64
  • Kisah Nabi Hud AS; ayat 65-72
  • Kisah Nabi Shalih AS; ayat 73-79
  • Kisah Nabi Luth AS; ayat 80-84
  • Kisah Nabi Syu’aib AS; ayat 85-102
  • Kisah Nabi Musa AS; ayat 103-171

Ketauhidan sesuai dengan fitrah manusia; ayat 172-174

7_172

7_1737_174

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”. Atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?”.Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran). (QS Al-A’raf 172-174)

Manusia ternyata tidak hanya di kandung oleh ibu (dalam rahim), tetap di kandung juga oleh bapak (didalam sulbi). Manusia telah mengakui Allah SWT itu Tuhan semesta alam bahkan sebelum manusia  lahir ke dunia ini, tetapi kenapa dua malaikat akan mendatangi seorang hamba yang telah diletakkan di dalam kuburnya dan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Kenapa orang yang telah mati perlu di uji, bukan kah Allah Maha Tahu, dan kenapa Allah perlu mengirimkan 2 malaikatnya untuk menguji orang yang telah dikubur untuk sesuatu yang telah diketahu oleh Allah terhadap orang tersebut?. Dalam hadits shahih riwayat Imam Ahmad rahimahullah dari sahabat al-Barro bin ‘Azib Radhiyallahu anhu , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :hadits ttg kubur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kemudian dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya, lalu keduanya bertanya, “Siapakah Rabbmu ?” Dia (si mayyit) menjawab, “Rabbku adalah Allâh”. Kedua malaikat itu bertanya, “Apa agamamu?”Dia menjawab: “Agamaku adalah al-Islam”.
Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?” Dia menjawab, “Beliau utusan Allâh”.
Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah ilmumu?” Dia menjawab, “Aku membaca kitab Allâh, aku mengimaninya dan membenarkannya”.
Lalu seorang penyeru dari langit berseru, “HambaKu telah (berkata) benar, berilah dia hamparan dari surga, (dan berilah dia pakaian dari surga), bukakanlah sebuah pintu untuknya ke surga.
Maka datanglah kepadanya bau dan wangi surga. Dan diluaskan baginya di dalam kuburnya sejauh mata memandang. Dan datanglah seorang laki-laki berwajah tampan kepadanya, berpakaian bagus, beraroma wangi, lalu mengatakan, “Bergembiralah dengan apa yang menyenangkanmu, inilah harimu yang engkau telah dijanjikan (kebaikan)”. Maka ruh orang Mukmin itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan?” Dia menjawab, “Aku adalah amalmu yang shalih”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, tegakkanlah hari kiamat, sehingga aku akan kembali kepada istriku dan hartaku”.

Sekilas ayat dan hadits tersebut bertolak belakang ataukah tidak berhubungan sama sekali? atau mungkin terputus benang merah? jika bertolak belakang apa buktinya, jika berhubungan apa buktinya. Beberapa ulama menyatakan bahwa hadits di sabdakan Rasulullah untuk menguatkan atau menggarisbawahi kembali apa yang terdapat di dalam Al-Quran, memperjelas, merinci pengertian lahir dari ayat-ayat Al-Quran.

Ganjaran orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT ; ayat 175 – 188

  • Perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT Ayat 175-177
  • Sifat-sifat penghuni neraka Ayat 178-179
  • Kedatangan azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya dengan cara istidraj Ayat 180-186
  • Hanya Allah SWT-lah yang mengetahui waktu datangnya hari kiamat Ayat 187-188

Ingatlah kepada asal usul kejadian ; ayat 189-190

7_189

Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur”. (QS Al-A’raf 189)

7_190

Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Berhala dan dasar-dasar al-Akhlaqul Karimah; ayat 191-202

Jelas dan tegas Allah mengingatkan kita melalui kalam-kalamnya pada surat ini bahwa Allah menjadikan Manusia adalah untuk mengenal-Nya semata. Untuk hidup bahagia,sesuai kehendak Allah, maka hendaklah di jalan kebenaran yakni dengan Tauhid diantaranya percaya kepada kitab (Al-Furqan)-Nya, kitab yang di kabarkan oleh rasul-Nya. Kita berkali-kali di ingatkan Allah tentang Manusia mulai dari proses kejadian Manusia, Manusia saat hari kiamat dan Manusia saat di bangkitkan.

Pertanyaan menggugah ; apa hubungan penamaan Al-A’raf dengan hakekat inti surat ini?

sadaqallah

Maha Nyata Allah dengan segala kuasa-Nya

Fadli #mari_mengaji #membaca_Al-Qur’an

sumber ;

  1. wikipedia https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-A%27raf
  2. https://tafsiralquran2.wordpress.com/2012/11/01/m7/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s