Posted in Islam, Puisi, Uncategorized

Nama-KU Sunyi

Namaku Sunyi

Aku sunyi tapi tak senyap
Aku yang tampak sendiri ternyata berdua
Aku yang bercahaya tapi bukan sinar
Akulah si Sunyi yang memandu sang gaduh untuk diam

Sunyi itu lengang irama ketenangan
Irama yang kau rindu tuk di jamah
Sayang, dalam gelap Aku melihatmu
Sayang, dalam terang kau memandangKu

Desah napasmu menegaskan Aku ada
Aku yang menuntunmu naik dan juga turun dalam kemasgulan
Kau yang merindukanku, heninglah
Kau yang ingin menyapaku, mendesahlah

Sunyi bukan sepi, karena sepi tanda luruh
Sunyi mengundang erangan, gerak dan goyang
Sunyi mencengkeram hati, memacu gelora
Sunyi menghadirkan penggemar Sunyi yang lain

Kau hanya bermulut, Aku yang berpuisi
Kau hanya berjari, Aku yang menulis
Kau yang berotak, Aku yang berakal
Kau ada karena Sunyi beradu dalam kesunyian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s