Posted in Islam, Uncategorized

Membaca Al-Qur’an

Salam damai penuh cinta dari Kathmandu

Apa yang anda lakukan jika anda melihat Buku yang kita sebutkan Al-Qur’an di injak orang? pasti anda akan marah, menghujat, memaki, mendoakan agar yang menginjak buku suci ini di laknat Allah, dan sebagainya, sebaliknya apa yang anda lakukan jika Al-Qur’an di pegang oleh selebritas dunia? Anda akan bilang Subhanallah, Masya Allah, memuji sang selebritas setinggi langit, mendoakan dia yg terbaik, dsb. Nah, kenapa reaksi kita sering berlebihan dan tidak pada tempatnya. Banyak yang lupa bahwa Al’Quran adalah Panduan hidup yang HIDUP sepanjang masa. Kenapa demikian? Ini beberapa referensinya

إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ ٩ [سورة الحجر,٩]

artinya ; Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya [QS Al Hijr9]

قُل لَّئِنِ ٱجۡتَمَعَتِ ٱلۡإِنسُ وَٱلۡجِنُّ عَلَىٰٓ أَن يَأۡتُواْ بِمِثۡلِ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ لَا يَأۡتُونَ بِمِثۡلِهِۦ وَلَوۡ كَانَ بَعۡضُهُمۡ لِبَعۡضٖ ظَهِيرٗا ٨٨ [سورة الإسراء,٨٨]

artinya ; Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain” [QS Al Isra”88

Apa itu Al-Qur’an?

Mari kita pahami apa itu Alqur’an, Al-qur’ān (ejaan KBBI: Alquran, Arab: القرآن) adalah kitab suci agama Islam. Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti “BACAAN” atau “sesuatu yang dibaca BERULANG-ULANG”. Kira-kira apa sih bacaan yang berulang-ulang? Rasulullah menerima wahyu ayat pertama adalah BACA? apa yang di baca? apakah tulisan huruf Alif, Qaf dan Ra dalam bentuk cahaya yang terproyeksi di gua hira ataukah tulisan IQRA langsung tertulis pada pelepah kurma? atau apa? .

index

Firman-Nya. “Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti {amalkan} bacaannya”.(QS Al Qiyamah 75:17-18)” .

Jika ditilik lagi 6666 ayat yang termaktub dalam 30 Juz itu isinya adalah Amar makruf nahi mungkar ( menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk bagi masyarakat). jadi jika kita disuruh membaca ISInya maka BACAANNYA adalah AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR.

Cara Membaca dan alat yang digunakan

Cara bacanya bagaimana? apakah dengan belajar huruf-huruf arab? atau? Sebelum jauh memahami cara membaca Al-Quran, sekilas mari kita coba lihat definisi dan tips membaca, lihat kutipan definisi membaca versi wikipedia, anda boleh setuju ataupun memperbaiki pada ruang ‘komentar’

Membaca adalah kegiatan meresepsi, menganalisa, dan menginterpretasi yang dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis dalam media tulisan. Kegiatan membaca meliputi membaca nyaring dan membaca dalam hati. Membaca nyaring adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan cara membaca keras-keras. Sedangkan kegiatan membaca dalam hati adalah kegiatan membaca dengan saksama yang dilakukan untuk mengerti dan memahami maksud atau tujuan penulis dalam media tertulis.

Teknik membaca baik untuk anak maupun untuk orang dewasa yang level PEMULA menurut beberapa guru cerdas adalah
1) MENGENAL suatu KATA yang NYATA kemudian di tulis dengan cara menyusun HURUF-HURUF, sesungguhnya huruf-huruf adalah ABSTRAK/Tak NYATA. Misalnya Benda yang NYATA adalah GELAS, maka di tulis dengan menyusun huruf G-E-L-A-S
2) Biarkan alam pikiran sang pembaca MELIHAT, memaknai GELAS dengan menuliskan kata GELAS dengan huruf G-E-L-A-S
3) Agar orang lebih paham dan cepat membaca maka di butuhkan MEDIA BELAJAR. GELAS atau foto GELAS bisa jadi media, Alat tulis menulis pendukung juga di perlukan untuk memperkuat Khasanah membaca.
4) BERLATIH membaca ber ULANG-ULANG untuk contoh yang sama atau mulai memperkaya dengan kata-kata, kalimat-kalimat,paragraf-paragraf, buku-buku adalah untuk MEMAMPUKAN seseorang untuk membaca
5) Proses yang sama jika kita ingin belajar membaca bahasa-bahasa lain

Apa ALAT yang kita gunakan untuk membaca? mudah saja menebak, ya betul , kita menggunakan ENAM INDERA untuk memampukan kita membaca. Saya yakin kita semua tahu bahwa Allah SWT menghadiahi ENAM INDERA kepada seluruh makhluk hidup yang diciptakan-NYA tak terkecuali. Enam Indera yang saya maksud adalah MELIHAT, MENDENGAR, BERKATA-KATA, MERABA, MENCIUM dan MERASAI. Jika demikian apakah kita yakin bahwa MANUSIAlah satu-satunya makhluk hidup ciptaan Allah SWT yang bisa membaca?

panca indeta

Jika Al-Quran adalah bacaan yang berulang-ulang, maka pastinya Al-Quran adalah Panduan hidup yang HIDUP yang di baca berulang-ulang. Isi Al-Qur’an adalah AMAR MAKRUF NAHI MUNKAR (mengerjakan yang baik dan cegahlah dari perbuatan yang Keji). Silahkan dikoreksi jika salah. 6666 Ayat yang termaktub dalam 114 surat (Alfatihah hingga Annas) dalam 30 Juz (bab) Isinya ya cuma itu. Jikapun ada sejarah ya sejarah tentang itu juga yakni sejarah yang merunutkan ada umat beriman karena gemar makruf, ada umat durhaka dari masa ke masa karena gemar munkar.

Mari kita lihat firman Allah SWT Dalam surat Lukman sebagai bahan refleksi
يَٰبُنَيَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَٱنۡهَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ ١٧ [سورة لقمان,١٧]
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah) [QS Luqman17]

Sebagian kita masih ingat sejarah turunnya Al-Quran secarah Fiqh yaitu ketika Jibril AS menyapa baginda Rasulullah SAW, dan memandu beliau untuk membaca di Gua Hira, Ayat PERTAMA surat Al-Alaq (SEGUMPAL DARAH) yakni IQRA (BACA). Beliau menjawab apa yang mesti di BACA? Tolong di catat, beliau tak buta huruf dan bukan orang bodoh. Tetapi beliau di suruh membaca. Kira-kira apa yang di baca pada saat itu? Sebagai referensi tambahan 5 Ayat pertama tersebut berbunyi sebagai berikut

ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ ١ خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ ٢ ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ ٣ ٱلَّذِي عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ ٤ عَلَّمَ ٱلۡإِنسَٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ ٥ [سورة الـعلق,١-٥]
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya [QS Al ‘Alaq,1-5]”

Rasulullah di ajar membaca pertama kali adalah membaca lagi proses awal kejadian Manusia. Kenapa bukan Shalat, bukan Puasa, dll?

Metode baca Al-Qur’an

Al-Qur’an dapat di baca dengan memahami landasan-landasan Islam yakni Rukun Islam, Rukun Iman dan Rukun Ihsan. Dengan 3 rukun ini kita bisa membaca isi Al-Qur’an yakni Amar Makruf Nahi Munkar.

Islam_WPIman_wpIhsan

Tak usah terjebak, tak usah juga menafikkan bahwa celoteh saya ini membingungkan. ISI Al-Quran adalah AMAR MAKRUF NAHI MUNKAR, Pembaca (Subyek) membutuhkan bahan bacaan (obyek), bahan bacaan memerlukan ISI (obyek). Agar subyek paham apa yang dibaca maka dia perlu Media (obyek) lain. Jadi subyek memerlukan beberapa obyek. Pertanyaan kritis adalah siapa sang subyek dan siapa sang obyek?

Jika sudah paham, kenapa kita diam saat ketidak adilan diinjak-injak? kenapa kita diam ketika orang-orang korupsi? Kenapa kita menyanjung orang yang bermewah-mewahan di tengah-tengah kemiskinan yang ada di sekitarnya, kenapa kita diam ketika ada yang kelaparan? kenapa kita angkuh ketika ada yang menyapa? Kenapa kita membenci orang yang mempromosikan keadilan?, kenapa kita menghujat orang yang berkata benar?

Saya bangga anak-anak saya mampu membaca buku Al-Quran yang tertulis dalam bahasa Arab, tapi itu tidak cukup untuk menyelamatkan mereka kecuali mereka KENAL dan PAHAM APA itu Al-Qur’an
https://wordpress.com/post/fadliusman.wordpress.com/138Saya ikut bangga ada beberapa teman yang anak-anak mereka mampu menghafal Al-Quran berjuz-juz, saya berdoa agar mereka mampu dan paham apa itu Al-Quran
Janji Allah melalui Firmannya
يَوۡمَ نَدۡعُواْ كُلَّ أُنَاسِۢ بِإِمَٰمِهِمۡۖ فَمَنۡ أُوتِيَ كِتَٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ يَقۡرَءُونَ كِتَٰبَهُمۡ وَلَا يُظۡلَمُونَ فَتِيلٗا ٧١ وَمَن كَانَ فِي هَٰذِهِۦٓ أَعۡمَىٰ فَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ أَعۡمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلٗا ٧٢ [سورة الإسراء,٧١-٧٢]
(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun. Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar) [QS Al Isra”,71-72]
Sabda Nabi
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه

“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]

Kesimpulan ; Jika demikian maka membaca Al-Quran adalah? dan tujuan membaca Al-Quran adalah? apakah Al-quran itu? Siapakah Al-qur’an?

Maha Nyata Allah dengan segala Kuasa-Nya

Fadli

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s