Posted in Islam, Membaca Al-Qur'an, Uncategorized

Usia oh usia ; Pilih mana, masih bau kencur atau so bo bou daon pondak?

Salam damai penuh cinta dari Kathmandu

So tua ngana sayang adalah istilah orang Manado yang bermakna anda sudah tua sayang, istilah ini sering di tujukan kepada orang-orang yang melakukan sesuatu tapi tidak sesuai dengan usianya, contoh anak SD yang bermain dengan anak TK, ibu-ibu yang bergaya seperti Anak Baru Gede, bapak-bapak yang menggoda gadis-gadis belia, dan seterusnya. Di Ternate kita akan dengar istilah so bo bou daon pondak atau sudah bau daun pandan, artinya sudah usia uzur atau usia yang mendekati kematian. Kita juga sering mendengar istilah lain seperti remaja yang masih bau kencur, istilah ini bermakna bahwa remaja tersebut belum matang secara biologis. Dan masih banyak lagi istilah yang tersebar di penjuru negeri ini yang berkonotasi tentang kelompok usia, kejiwaan dan fisik. Sebut saja usia emas, anak baru gede, usia produktif, tua-tua keladi, dan lain-lain.

 Kenapa lahir istilah-istilah tersebut? Itu adalaha fenomena sosial yang secara tak sadar dibuat sebagai pengingat bahwa Manusia ini hidup mesti ber perilaku sesuai tujuan dan poros waktunya. Salah satu hadiah Allah SWT untuk Manusia adalah usia. Namun Allah mengingatkan Manusia tentang waktu dan usia sesuai Firman – Nya yakni

 QS Al-Ashr ayat 1-3

وَٱلۡعَصۡرِ ١  إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢  إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣ [سورة الـعصر,١-٣]

Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran [QS Al ‘Asr,1-3]

QS Al-Ahqaf ayat 15

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ إِحۡسَٰنًاۖ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ كُرۡهٗا وَوَضَعَتۡهُ كُرۡهٗاۖ وَحَمۡلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهۡرًاۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرۡبَعِينَ سَنَةٗ قَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ وَأَصۡلِحۡ لِي فِي ذُرِّيَّتِيٓۖ إِنِّي تُبۡتُ إِلَيۡكَ وَإِنِّي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ١٥ [سورة الأحقاف,١٥]

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” [QS Al Ahqaf 15]

Rasulullah SAW juga telah mengingatkan kepada kita melalui sabdanya:

“Rebutlah lima perkara sebelum terjadi lima perkara: Masa mudamu sebelum tiba masa tuamu, masa sehatmu sebelum tiba masa sakitmu, masa lapangmu sebelum tiba masa sibukmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu dan masa hidupmu sebelum tiba masa ajalmu.” (HR. Al-Hakim, Baihaqi, Ibnu Abi’ddunia, Ibnul-Mubarrak)

 “Takkan bergeser kedua kaki manusia pada hari kiamat sampai selesai ditanya tentang empat perkara:

  •  Tentang umurnya, untuk apa dihabiskan
  • Tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakan
  • Tentang hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan
  • Tentang ilmunya, apa yang sudah diperbuat dengannya. ” (HR. Tirmidzi)

Apakah usia itu?

Usia, menurut Wikipedia, adalah satuan Waktu yang mengukur waktu keberadaan suatu benda atau makhluk baik yang hidup maupun yang mati. Contoh umur manusia manusia isebut lima belas tahun diukur sejak dia lahir hingga waktu umur itu dihitung.

Usia hidup manusia saat ini menjadi penting untuk diketahui, usia tidak bisa hanya diukur lagi dari lamanya seseorang hidup (usia kronologis) tetapi mesti juga diukur dari kualitas kebugaran dan kesehatan. Contoh seorang bisa saja berusia 40 tahun secara kronologis tetapi mungkin saja ia sudah berusia 60 tahun akibat dari gaya hidup tidak sehat.

Jenis perhitungan usia ada tiga yakni usia kronologis, usia mental dan usia biologis. Diantara ke tiga jenis usia ini, yang paling bernilai adalah usia mental, kemudian usia biologis/kebugaran dan terakhir adalah usia kronologis. Usia kronologis tak terlalu bermakna di mata sang Pencipta dan di mata manusia lainnya, yang bermakna adalah usia dewasanya mental seseorang, sebagaimana Firman Allah SWT pada surat Al-Ashr ayat 1-3 diatas

Sesungguhnya manusia yang tidak menggunakan waktu dengan baik akan merugi, usia yang panjang menjadi sia-sia jika tidak beriman, tidak ber amal shaleh dan tidak nasehat menasehati dan tidak menetapi kesabaran. Ada 3 pokok penting yang patut kita pahami

  • Beriman, adalah khasanah hubungan Manusia dengan pencipta, Hablumminallah, Orang yang beriman adalah orang yang bermental sehat, semakin tinggi kadar iman maka semakin dewasa juga usia mental atau kejiwaan seseorang.

Sabda Rasulullah SAW

Untitled

 Allah tidak memandang kepada jasad dan rupa kamu, tetapi memandang Qalbu dan perbuatan kamu. (HR Muslim)

Allah SWT memang menciptakan Manusia dengan bentuk dan rupa yang sempurna tetapi Allah memandang kepada kesehatan Qalbu dan kemudian kesehatan perbuatan (amal).

  • Beramal Shaleh dan nasehat menasehati, adalah khasanah hubungan manusia dengan manusia, Hablum Minannas, orang yang gemar bersilaturahim memerlukan gerak raga yang sangat sering, karenanya mereka mesti memiliki fisik yang prima.

Sabda Rasulullah SAW

Untitled1

         Sesungguhnya badanmu mempunyai hak atas dirimu. (HR Bukhari)

 

  • Sabar, menetapi kesabaran adalah khasanah manusia mengenal diri, dengan mengenal diri maka manusia mengenal penciptanya. Orang yang sabar memiliki mental yang sehat dan raga yang bugar

 Usia Kronologis

Usia kronologis termaktub jelas pada firman-firman Allah SWT diatas seperti “Demi Masa”, atau “…Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun…”

Usia kronologis adalah perhitungan usia yang dimulai dari saat kelahiran seseorang sampai dengan waktu penghitungan usia.

 Usia Mental

Usia mental adalah perhitungan usia yang didapatkan dari taraf kemampuan mental seseorang. Misalkan seorang anak secara kronologis berusia empat tahun akan tetapi masih merangkak dan belum dapat berbicara dengan kalimat lengkap dan menunjukkan kemampuan yang setara dengan anak berusia satu tahun, maka dinyatakan bahwa usia mental anak tersebut adalah satu tahun atau sebaliknya.

Semakin kuat mental seseorang maka semakin dewasa usia mentalnya. Prof. Dr. dr. Dadang Hawari, psikiater, mengutip kriteria jiwa atau mental yang sehat dari Organisasi kesehatan dunia (WHO, 1959) dan (WHO, 1984) adalah :

  • Dapat menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan, meskipun kenyataan itu buruk baginya.
  • Memperoleh kepuasan dari hasil jerih payah usahanya.
  • Merasa lebih puas memberi dari pada menerima.
  • Secara relatif bebas dari rasa tegang dan cemas.
  • Berhubungan dengan orang lain secara tolong menolong dan saling memuaskan.
  • Menerima kekecewaan untuk dipakainya sebagai pelajaran untuk di kemudian hari.
  • Menjuruskan rasa permusuhan kepada penyelesaian yang kreatif dan konstruktif.
  • Mempunyai rasa kasih sayang yang besar.
  • Mempunyai Agama yang digunakan untuk ketenteraman dan kebahagiaan psikis.

Allah SWT telah memberikan berbagai petunjuk tentang kedewasaan mental. Dalam beberapa ayat Al-Qur’an yang banyak menerangkan tentang jiwa yang sehat di antaranya dalam

QS  Al-Fajr ayat 27-28.

يَٰٓأَيَّتُهَا ٱلنَّفۡسُ ٱلۡمُطۡمَئِنَّةُ ٢٧  ٱرۡجِعِيٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةٗ مَّرۡضِيَّةٗ ٢٨ [سورة الفجر,٢٧-٢٨]

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya [QS Al Fajr,27-28]

QS Ar-Ra’d ayat 28.

 ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ ٢٨ [سورة الرّعد,٢٨]

(yaitu) orang-orang yang beriman dan qalbu mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram [Ar Ra’d28]

Rasulullah juga secara menunjukkan kepada kita pada sabdanya ;

لعَبْدُ الْمُسْلِمُ إِذَا بَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً خَفَّفَ اللهُ تَعَالَى حِسَابَهُ ، وَإِذَا بَلَغَ سِتِّيْنَ سَنَةً رَزَقَهُ اللهُ تَعَالَى الْإِنَابَةَ إِلَيْهِ ، وَإِذَا بَلَغَ سَبْعِيْنَ سَنَةً أَحَبَّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، وَإِذَا بَلَغَ ثَمَانِيْنَ سَنَةً ثَبَّتَ اللهُ تَعَالَى حَسَنَاتِهِ وَمَحَا سَيِّئَاتِهِ ، وَإِذَا بَلَغَ تِسْعِيْنَ سَنَةً غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ وَشَفَّعَهُ اللهُ تَعَالَى فِى أَهْلِ بَيْتِهِ ، وَكَتَبَ فِى السَّمَاءِ أَسِيْرَ اللهِ فِى أَرْضِهِ – رواه الإمام أحمد

 “Seorang hamba muslim bila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya). Jika usianya mencapai 60 tahun, Allah akan memberikan anugerah berupa kemampuan kembali (bertaubat) kepadaNya. Bila usianya mencapai 70 tahun, para penduduk langit (malaikat) akan mencintainya. Jika usianya mencapai 80 tahun, Allah akan menetapkan amal kebaikannya dan menghapus amal keburukannya. Dan bila usianya mencapai 90 puluh tahun, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan dosa-dosanya yang dahulu, Allah juga akan memberikan pertolongan kepada anggota keluarganya, serta Allah akan mencatatnya sebagai tawanan Allah di bumi. (HR Ahmad)

 Berdasarkan panduan-panduan diatas saya pribadi lebih senang mengelompokkan kesehatan jiwa dalam dua sisi, yakni

  • Sisi Hablum Minallah, adalah jiwa/mental yang senantiasa konsisten mencintai penciptanya, berserah diri kepada Allah SWT
  • Sisi Hablum Minannas, adalah jiwa/mental yang senantiasa cinta kepada orang tua, pasangan hidup, anak. Adalah juga jiwa-jiwa yang senantiasa menjaga silaturahim dan nasehat menasihati

Karenanya usia jiwa yang di urai berikut adalah gambaran dari Firman Allah SWT

QS Al-Hajj ayat 5
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمۡ فِي رَيۡبٖ مِّنَ ٱلۡبَعۡثِ فَإِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن تُرَابٖ ثُمَّ مِن نُّطۡفَةٖ ثُمَّ مِنۡ عَلَقَةٖ ثُمَّ مِن مُّضۡغَةٖ مُّخَلَّقَةٖ وَغَيۡرِ مُخَلَّقَةٖ لِّنُبَيِّنَ لَكُمۡۚ وَنُقِرُّ فِي ٱلۡأَرۡحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى ثُمَّ نُخۡرِجُكُمۡ طِفۡلٗا ثُمَّ لِتَبۡلُغُوٓاْ أَشُدَّكُمۡۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرۡذَلِ ٱلۡعُمُرِ لِكَيۡلَا يَعۡلَمَ مِنۢ بَعۡدِ عِلۡمٖ شَيۡ‍ٔٗاۚ وَتَرَى ٱلۡأَرۡضَ هَامِدَةٗ فَإِذَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡهَا ٱلۡمَآءَ ٱهۡتَزَّتۡ وَرَبَتۡ وَأَنۢبَتَتۡ مِن كُلِّ زَوۡجِۢ بَهِيجٖ ٥ [سورة الحج,٥]

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah [QS Al Hajj5]

 1) Jiwa/Mental didalam Rahim

Jiwa ini adalah jiwa awal, jiwa yang baru bersaksi akan adanya Allah SWT dan Muhammad adalah kekasih Allah, jiwa ini baru menerima Amanah Allah SWT, sangat berserah diri kepada Allah SWT. Segala sesuatu masih tergantung kepada sang Pencipta, mereka akan diam/puas jika memperoleh cukup makan, belaian kasih sayang dan perlindungan dari orang tua, sesekali menasehati ibunya agar tetap sehat, karena jika tidak maka akan berakibat buruk kepadanya, dan memacu sang ayah agar tetap menafkahi mereka dengan cara yang halal. Secara relatif bebas dari rasa tegang dan cemas. Mereka akan tegang dan cemas jika sang ibu tegang dan cemas. Menolong orang tua mereka dengan cara diam dan bergerak saat dibutuhkan, belum memiliki rasa kecewa, pembawa kedamaian, mempunyai rasa kasih sayang yang besar.

 2) Jiwa/Mental bayi yang baru lahir

Jiwa bayi tertumpu pada perasaan saling memiliki, berkumpul bersama teman/berkelompok mereka. Mereka ingin belajar tentang aturan, peran, hubungan serta struktur sosial. Mereka cenderung mematuhi, disiplin, dan memiliki nilai yang kuat. Jiwa baru lahir cenderung lucu, bersemangat, lugu, dan kadang liar, namun pada saat yang sama sangat berorientasi pada keluarga dan berhati-hati dalam beberapa kasus sangat mementingkan kecantikan/penampilan.

Orang tua atau guru sangat berperan seperti malaikat penjaga yang bisa membimbing mereka tentang tata cara berhubungan dengan Allah SWT dan berhubungan dengan orang tua. Rasa kasih sayang masih tergantung kepada lingkungan yang membimbingnya.

Mereka belum bisa menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan, meskipun kenyataan itu buruk baginya. Cepat puas akan hasil jerih payah usahanya.  Merasa lebih puas menerima dari pada memberi, mulai mengenal rasa tegang dan cemas. Mulai belajar tolong menolong dan saling memuaskan. Kekecewaan mudah di dapat tetapi mudah pula hilang, kekecewaan belum dipakai sebagai pelajaran di kemudian hari. Mudah berkonflik tapi mudah juga berdamai.

 3) Jiwa/Mental remaja dan muda

Jiwa ini adalah jiwa peralihan, mudah terombang ambing tergantung lingkungan tempat mereka tumbuh, suka pada kemerdekaan, kemajuan pribadi, kreatif memiliki keinginan untuk belajar, mengembangkan diri, dan mengekspresikan kehendak bebas mereka. Mereka ambisius, inovatif, giat, kadang-kadang egois dan berapi-api. Jiwa berorganisasi mulai terlihat. Sudah mulai mandiri dalam segala hal termasuk mulai mencari nafkah, kadang lalai saat berhubungan dengan Allah SWT, mementingkan silaturahim dengan lingkungan luar rumah di banding kan dengan silaturahim bersama keluarga di dalam rumah. Mulai menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan walaupun kadang-kadang goyah, gampang kecewa. Sangat bangga dengan hasil jerih payah usahanya. Merasa lebih puas memberi dari pada menerima. Mulai gampang tegang dan cemas. Suka tolong menolong dan saling memuaskan. Berulang kali membuat kesalahan, kurang belajar dari pengalaman sebelumnya. Ego kelompok dan solidaritas cukup tinggi, terlalu gampang di arahkan dengan logika berpikir. Agama yang digunakan baru sebatas identitas, belum menjadi kebutuhan untuk ketenteraman dan ketenangan psikis

 4) Jiwa/Mental dewasa

Allah SWT mulai meringankan perhitungan amal mereka, karena ada sebagian mereka yang mampu beriman, membentuk keluarga baru, mencari nafkah, mencari keharmonisan dalam hidup mereka dan memiliki fokus pada hubungan, kesadaran diri, dan berempati dengan orang lain. Mereka sensitif, diplomatik, dan kadang-kadang sedikit neurotic.  Dapat menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan, meskipun kenyataan itu buruk baginya. Memperoleh kepuasan dari hasil jerih payah usahanya. Merasa lebih puas memberi dari pada menerima. Secara relatif bebas dari rasa tegang dan cemas. Berhubungan dengan orang lain secara tolong menolong dan saling memuaskan. Menerima kekecewaan untuk dipakainya sebagai pelajaran untuk di kemudian hari. Menjuruskan rasa permusuhan kepada penyelesaian yang kreatif dan konstruktif. Mempunyai rasa kasih sayang yang besar. Mulai mencintai pencipta mereka, berserah diri kepada Allah SWT

5) Jiwa/Mental tua

Orang yang berjiwa tua memiliki sifat lebih spiritualis, kedamaian batin, semakin konsisten mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, atau mementingkan perasaan kesatuan universal dan saling keterkaitan dengan sesama makhluk. Mereka bijaksana, sadar lingkungan sekitar, dan tidak terikat dengan hal-hal. Mereka cenderung soliter, pendiam, dan filosofis. Mereka dapat menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan, meskipun kenyataan itu buruk baginya, Sangat puas tentang hasil jerih payah usahanya. Merasa lebih puas memberi dari pada menerima. Bebas dari rasa tegang dan cemas. Berhubungan dengan orang lain secara tolong menolong dan saling memuaskan. Menerima kekecewaan untuk dipakainya sebagai pengalaman untuk di pelajari dan dibagikan kepada generasi berikutnya, menyelsaikan konflik dengan kreatif dan konstruktif. Mempunyai rasa kasih sayang yang besar.

 Usia Biologis/kebugaran

Usia biologis/usia kebugaran, adalah perhitungan usia berdasarkan kematangan biologis yang dimiliki oleh seseorang, Ada beberapa hal yang ikut diperhitungkan dalam menentukan umur biologis seseorang. Diantaranya Body Mass Index, kesehatan umum, kesehatan mental, racun yang diterima tubuh Anda (misal: rokok, polusi, dll), dan gaya hidup. Apabila Anda memiliki umur biologis yang lebih besar dibandingkan umur kronologis Anda, maka Anda memerlukan perbaikan kesehatan dan gaya hidup Anda.

Sekumpulan ilmuwan yang berasal dari University of Science and Technology Norwegia menemukan sebuah kalkulator kebugaran yan bisa menilai usia kebugaran seseorang. Kakulator ini menggunakan latihan fisik sebagai dasar pelaksanaan utamanya. Dalam penghitungan tersebut mereka memakai lima parameter untuk menghitung usia kebugaran. Praktisnya ada 2 cara untuk mengetahui yakni

  • Berlari di atas treadmill sampai lelah. Lalu dilanjutkan dengan mengukur VO2 Max, atau asupan maksimal oksigen anda, gunanya untuk mengetahui sebaik apakah oksigen yang dihirup dapat ditranfer ke tiap sel tubuh anda. Pada sebuah studi lainnya, mengukur VO2 Max bisa digunakan untuk mengukur umur kebugaran seseorang
  • Untuk anda yang tidak punya treadmill silahkan menggunakan lima parameter, yaitu lingkar pinggang, detak jantung saat istirahat, intensitas dan tingkat olah fisik, seks dan umur. Anda bisa memasukkan ke dalam kalkulator dengan menggunakan lima parameter tersebut untuk mendapatkan hasilnya. Data dari kalkulator ini adalah ukuran VO2 Max seseorang, indikasi pengukuran, usia kebugaran dan kondisi anda

Kalkulatornya ada pada tautan ini ;   https://www.ntnu.edu/cerg/vo2max

Hasil yang didapat memang tidak selamanya menyenangkan, namun dari hasil tersebut anda bisa mulai untuk menjalani hidup sehat agar tubuh anda tetap sehat dan bugar sampai usia tua. Usia kebugaran ini bisa kita gunakan sebagai parameter utama terkini dalam pengukuran usia dan kesehatan kita di masa yang akan datang.

Jika memang hasilnya kurang menyenangkan maka itulah tandanya bahwa Anda harus segera menjalani hidup yang lebih sehat, dengan makan makanan yang sehat dan rutin berolahraga.

FunFact: Menurut survey The New Yorker Health for Future tahun 2011, sebanyak 86% dari ragam responden yang terdiri dari kalangan eksekutif muda mengeluhkan tulang belakang terasa ngilu, otot leher yang kaku, sampai metabolisme yang tidak lancar. Akhir dari penelitian tersebut juga cukup mengejutkan karena 6 dari 20 orang responden divonis mengidap bermacam penyakit kronis.

Tanda-tanda sehat/bugar

Tubuh yang sehat ditentukan oleh pola makan yang tepat, aktivitas fisik. Berikut ini tanda-tanda yang dimiliki seseorang jika bertubuh sehat, seperti dikutip dari Livestrong, Sabtu (10/9/2011) yaitu:

  • Tanda-tanda vital menunjukkan angka normal Saat tekanan darah, denyut nadi dan suhu tubuh diukur akan menunjukkan angka yang normal. Tubuh yang sehat umumnya memiliki tekanan darah sekitar 120/80 mmHg, pernapasan sekitar 12-18 napas per menit, denyut nadi antara 60-80 per menit serta suhu tubuh antara 36-37 derajat celsius.
  • Punya energi yang cukup untuk melakukan tugas harian Tubuh yang sehat akan membantu seseorang mempertahankan tingkat energinya. Ketika seseorang mendapatkan nutrisi yang tepat, cukup tidur dan berolahraga secara teratur maka tubuh akan memiliki energi yang cukup untuk melakukan semua tugas sehari-hari. Sedangkan masalah yang biasa muncul seperti kelelahan biasanya disebabkan oleh kondisi tubuh yang kurang tidur, sedangkan perubahan tingkat energi yang terjadi secara mendadak sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter untuk mencaritahu penyebabnya.
  • Kondisi kulit, rambut dan kuku Beberapa tanda kesehatan kadang bisa terlihat dari kulit, rambut dan juga kuku. Hal ini karena masing-masing bagian tubuh ini membutuhkan tingkat nutrisi seperti protein dan zat besi yang tinggi agar bekerja secara optimal. Jika asupan nutrisinya kurang maka kulit akan terlihat kusam dan kotor, kuku menjadi rapuh atau mudah patah dan rambut rentan mengalami kerusakan atau rontok. Jika melihat kondisi tersebut cobalah memperhatikan pola makan yang dijalani.

Manfaat usia biologis/bugar yang muda

Usia bugar yang muda mempengaruhi usia kronologis lebih panjang. Ray Schilling, M.D dari Universita Tubingen menjawab pertanyaan tentang rahasia panjang umur atau hidup lebih lama

  • Anda ingin tetap aktif setiap hari walaupun saat anda pensiun . Anda ingin bergerak dan menjaga pikiran Anda sibuk . Penting untuk melakukan latihan rutin setiap hari untuk menjaga otot-otot kencang, demi mencegah ketidak bugaran di masa depan
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung lebih sedikit daging, banyak sayuran dan serat. Hal ini membuat kolesterol anda rendah, arteri terbuka dan metabolisme terkendali, mencegah diabetes. Jika anda tidak obesitas dan anda tidak memiliki diabetes, anda akan baik-baik saja dengan sistem kardiovaskular anda selama beberapa dekade yang akan datang. Indeks massa tubuh ideal Anda harus dalam kisaran 21-22, anda bisa mencapai hal ini dengan mengkonsumsi makanan yang sebutkan tadi, menghindari gula dan makanan bertepung.
  • Sikat gigi setiap hari . Ini akan mengontrol bakteri dalam mulut anda dan mencegah bakteri-bakteri tersebut masuk ke dalam darah Anda, ini mempengaruhi katup jantung anda. Penelitian telah menunjukkan bahwa hal ini mencegah serangan jantung.
  • Kunjungi segera dokter anda jika ada lesi kulit baru atau apapun yang berbeda dalam tubuh Anda dari kondisi sebelumnya. Pengangkatan kanker secara dini dan pengobatan kondisi medis awal selalu lebih mudah untuk mengobati daripada menunggu sampai berada di luar kendali. Terutama dengan pengobatan kanker pada tahap awal, yang biasanya hanya melibatkan prosedur pembedahan kecil , ini akan membuat anda berusia lebih lama.
  • Waspadai perilaku yang merugikan seperti merokok (hentikan itu!), asupan alkohol dan narkoba/obat penenang. Merokok menyebabkan serangan jantung, stroke, dan kanker, yang mempersingkat hidup anda. Narkoba/obat penenang hanya mengganggu zat kimia tubuh Anda dan memiliki efek samping. Hentikanlah itu semua jika anda menginginkan hidup lebih lama dari 100 tahun. Hentikan mengkonsumsi alkohol jika Anda ingin mempertahankan hati anda, yang merupakan organ metabolik pusat anda. Tidak ada yang pernah meninggal karena tidak mengkonsumsi alkohol.
  • Tidurlah secara teratur, memiliki pandangan optimis terhadap kehidupan dan memiliki hubungan yang baik dapat membantu untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang kuat dan hormon anda seimbang. Hal ini pada gilirannya akan membuat anda sehat secara emosional dan fisik.

 

Kesimpulan

Setelah mengetahui kajian tentang usia yang di tinjau dari dalil Aqli (akal) maupun dalil Naqli maka keputusan ada di tangan anda, anda mau pilih yang mana? Merayakan usia kronologis yang kurang bermakna di hadapan Allah SWT? atau menjaga usia kebugaran/biologis anda agar semakin muda/bugar? atau mendapat penghargaan tinggi dari Allah SWT dengan senantiasa memiliki usia mental yang dewasa dan tua?

 

Salam

Fadli

 

Sumber ; dikaji dari berbagai sumber

Advertisements
Posted in Artikel Orang lain, Islam, Membaca Al-Qur'an, Uncategorized

Membaca Al-Qur’an (bagian 2)

Salam

Al-Qur’an di turunkan

Al-Quran itu di turunkan pada Lailatul Qadar, dan Lailautul Qadar itu adalah 17 Ramadhan sebagaiman firman-Nya

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ ١  وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ ٢  لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ ٣ تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرٖ ٤  سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ ٥ [سورة الـقدر,١-٥]

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu.Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar [QS Al Qadr,1-5]

Pertanyaan kritis, jika kita sudah tahu malam nuzulul quran ada di setiap 17 ramadhan lantas buat apa bersusah payah i’tikaf sampai ‘ngekos’ dimesjid selama semingguan lebih di 10 malam akhir ramadhan untuk meraih lailatul qadr?

Berdo’a, Membaca dan memaknai

Terlepas dengan adanya kemampuan untuk mensucikan diri, kita dianjurkan agar senantiasa berdoa sebelum membaca Al Quran

Sebagaimana Firman Allah SWT, pada Surat Tha Ha ayat 114

فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡحَقُّۗ وَلَا تَعۡجَلۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مِن قَبۡلِ أَن يُقۡضَىٰٓ إِلَيۡكَ وَحۡيُهُۥۖ وَقُل رَّبِّ زِدۡنِي عِلۡمٗا ١١٤

Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur´an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”

Dari doa yang Allah ajarkan itu nampak isyarat bahwasanya Al Quran penuh dengan ilmu pengetahuan, Mungkin kita sulit untuk memahami ayat-ayatnya apalagi berhadapan dengan ayat-ayat mutasyaabihaat (samar-samar), tetapi Allah maha Melihat apa yang kita kerjakan, Allah maha Tahu apa yang kita inginkan, sampai tiba saatnya nanti Insya Allah DIA akan menjelaskannya kepada kita, sekali lagi dengan caraNya yang kita tidak ketahui sebelumnya. Bisa jadi dengan cara dipertemukan dengan orang-orang yang berbicara tentang hal yang belum kita ketahui tersebut, mungkin juga Allah memperlihatkan sebuah peristiwa yang bisa menjelaskan ayat yang belum kita ketahui itu, bahkan mungkin pula kita akan mengalami peristiwa bathiniah dimana kita mampu melihat peristiwa gaib yang menjadi penjelasan dari ayat yang belum kita ketahui tersebut..dan lain sebagainya..Agar mendapatkan ilmu dan hikmah dari Al Quran hendaklah kita tidak tergesa-gesa ketika membacanya. Pada masa kenabian, Rasulullah dilarang tergesa-gesa membacakan Al Quran kepada manusia sebelum selesai diwahyukan agar apa yang dibacanya tersebut dapat dipahami oleh orang lain dan maknanya tepat sesuai apa yang dikehendaki oleh Allah. Sedangkan pada saat sekarang ini, larangan tergesa-gesa itu bermakna agar kita tidak langsung mengambil suatu kesimpulan terhadap makna yang kita dapatkan dari suatu ayat yang kita baca, sebab akan dijelaskan lagi lebih jauh oleh ayat-ayat yang lainnya. Boleh membuat catatan, namun catatan kita bukanlah suatu kesimpulan. Kesimpulan boleh ada setelah kita memahami semua ayat Al Quran, dimana pemahaman dari satu ayat tidak bertentangan dengan pemahaman di ayat yang lain. Olehnya itu setiap kita membaca Al Quran, hendaklah kita bermohon kepada Allah agar menambahkan ilmu kepada kita sesuai do’a pada ayat di atas..Rabbi Dziqni Ilman..Wardzuqni Fahman..Aamiin :)–

Maha Nyata Allah atas segala Kuasa-Nya

Fadli

Catatan ; Tulisan ini di salin dari karya saudara sekeyakinan ES EM

Posted in Artikel Orang lain, Islam, Membaca Al-Qur'an, Uncategorized

Elderly Kiyai vs Young Murshid

 

A true story, There was a dialogue between a young Murshid with a 75 years old Kyai, whose son had become a disciple of the Young Murshid.

 

Kiayi                               : Young man, I heard you taught Haqiqa to my son.

Young Murshid          : Yes, it is true kiayi.

Kiayi                               : Please explain to me, nowadays, my son is always talking about Haqiqa only.

Young Murshid          : What should I explain to you, kiyai?

Kiayi                               : I’ve studied in many great Pondok Pesantren (Islamic boarding school), but until now I have not been able to finish Shariah that I learned. You better contemplate before teaching to my son about Haqiqa. I am an old man, I’ve known so many knowledge in Shariah, and yet still to be completed. So, how can you talk about Haqiqa to my son, in fact he is even older than you? You can talk about it in the future once you graduate to learn Shariah. It is still far away young man. So tell me, what do you know about Haqiqa by now?

Young Murshid          : Indeed kiayi, I am younger than your son. Apparently your learning method and mine are completely different. We are also different in what we are looking for

Kiayi                               : what do you mean, young man? The teachings of Islam has two methods only, they are with the Quran and Al Hadith. While the rest is just frills in my thought

Young murshid          : May I ask, Kiyai?

Kiayi                               : Please, as long as it makes sense.

Young Murshid          : Indeed Kiyai. It shall make sense. Islam, repeat, Islam is a scientific and reasonable. Not mandatory to a religion for those who have no understanding (sense). As We begin, there must be harmony between the verse we studied and common sense. Have you proved Surah An Nuur verse 35?

Kiayi                               : Not yet (Kiai replied with a doubt)

Young Murshid          : Have you proved Surah Ar Rahman verse 17,Kiayi?

Kiayi                               : Not yet (kiayi replied softly and somewhat stumbling)

Young murshid          : Our method is different. Kiayi seeks heaven while I am seeking the creator of heaven or I call the “Inna lillahi wa ina lillahi raji’un” – Origin (from) Allah return (to) Allah. Why shall I put words of ‘from’ and ‘to’ in brackets? That just because of Allah is Most great, Most Covers (Allah covers all), Allah is “everywhere”. If I use the word “from” and “to” will make Allah encompasses being “tied” with in one direction and place, so what is eternal to you, Kiyai?

Kiayi                               : Allah, the eternal one and only

Young Murshid          : Correct. None of His creation is eternal. Heaven as well, it is impermanent. Does not this make you want to rethink, Kiyai?

Kiayi was silent, did not answer.

Young Murshid          : Adam Alaihi Salam, is nobler than us, even failed to compete with the devil and expelled from heaven because the devil is more slippery. Kiayi, who are you if we can compare you to the prophet Adam AS? Prophet Adam AS expelled from heaven but the devil is still in heaven until today. Devil asks Allah to respite devil and Allah granted it. Please read surah Al A’raf verses 14-17, Al Hijr verse 36-38, Shad verse 79-80, Kiyai. So if you are looking for a haven means Kiyai will reborn and return to earth because you want to see rivers that flowing underneath the green mountains, still expecting a beautiful angel. Kiayi still crave lust and yet escape from the cycle of birth and death. How could you sought Allah? You don’t even know how Allah SWT looks, it is because you don’t understand what is Marifatullah, so does the essence. You only understand and “follow” some tales you received since your childhood, and you stored them. You even believed those tales until now without being processed, reviewed and aligned towards your increasing knowledge, intelligence and age. Hopefully Kiayi understands what Allah says in surah Al-Waqi’ah verse 7 to 10. I do not want to fall into the right group among that three groups, because I do not want to associate with low desire again by still expecting gratification of lust in “Heaven”, with beautiful angels. Be advised, there is another group and it is nobler, It is to those who are genuine and sincere, the ones who worship Allah with profitless expectation. You are 75 years old, aren’t you Kiyai?

Kiayi did not answer.

Young Murshid          : Seems like you earned the bonus about 10 years above Indonesian average age,65 years, on my calculation.  May I ask you again, Kiayi?

Kiayi                               : Yes, please !

Young Murshid          : I taught my Murid (students) about Shariah from below and simultaneously also teaches the essence/Haqiqa from top to down. So it meets in the middle. This method will make them understand the Essence (dzat) and objects, as well as other things that are actually the same in discussion with different languages/meaning in Shariah towards Haqiqa. Shariah plus Tariqa also will be quickly completed because the existing alignment of understanding of what was discussed. Have you proven Surah Ath Tariq verse 6, the star which (the light) penetrates, and as well as Surah Ash Shaafaat verse 6, which says stars in the sky near by

Kiayi                               : not yet (he is losing his confidence)

Young Murshid         :Shariah means the rules, isn’t it? Let’s observe an analogy now, It is like cooking in the kitchen. If Shariah is like collecting the term and rules, then you just collect what shall we have for cooking, It requires stove fire, pans, ingredients, etc. Next step is Tariqa. Tariqa is a trip and method, you shall go to market for shopping, cleaning and cutting ingredients to be cooked, flatten spices etc, it is all about whatever needs to be done as a way to cook healthy and right. Then Haqiqa, all the basic ingredients, and spices be cooked and they are mixed, met, united in a skillet or saucepan. Then Marifa, once cooking is done then you get to know the taste, you get to know Marifa, you will say “Oh apparently it feels like tamarind vegetable “. We shall leave sense behind at this level. It was like Rasulullah SAW left Jibril (gabriel) AS behind. Only perfect human can reach this level.                     Up to this moment, Murid already knew and understood what they worship for, Who is Allah SWT, thus the creed is legitimate and not concoct nor just guessing. It is not a perjury like what you have said this long. Have you thought that Rasulullah SAW could not distinguish the word of “witness” and “believe”. Rasulullah SAW’s intelligence is higher than common humans like-ours. Nowadays, you still not graduated Shariah yet in your old age, It is very much endless and time consuming. You still busy collecting requirements (of cooking), when will begin to “cook”, Kiyai? When will you start performing Marifa to Haqiqa? Why you do not choose the short path / method but many benefits and arrived quickly? Will you be able to prove all verses that I have mentioned before you die? Ask your son regarding my supposition, it is “Do you think Chief of Police would be willing to accept the request of a corruptor prisoner to meet him/her in custody?” Of course, the prisoners will only be the butt of other “poor prisoner” and “rogue elements”. Moreover, Allah, the Most High, He certainly does not want to see who has never met and knew HIM before, especially if that person likes despised others despite his own understanding and who still just guess and conjecture without proof. What will Allah ask to creatures like that? What will Allah ask to that creatures on “meeting with allah”? Obviously, it will not understand. What will Allah ask on the Tursina hill? What about Kahfi cave or Hira cave? What about His heaven and hell? Monotype and clichés answers will be given, mostly like ‘somebody said’, ‘I heard this tale since I was a little kid. It is like ‘this, like ‘that’. Everything just around somebody said. I am personally do not want to guess like that, Islam is a religion of sense and science. It is late for you, Kiayi. Young Murshid continued steadily.

The atmosphere became silent, stiff and cold for a while, Kiyai pensive look to the floor. He is so lucky, his son came in and took young Murshid to be introduced to a close relatives, who is himself

May Allah bless us. Amen

This story is translated by fadli Usman from Kiayi Sepuh vs Guru Mursyid Muda

Taken from Warung Kopi group which shared by ES EM

Continue reading “Elderly Kiyai vs Young Murshid”

Posted in Keluh Kesah, Uncategorized

Indonesia yang tak Sempurna tetapi mengagumkam

Merdeka

Indonesia yang tak sempurna tapi Mengagumkan

Sebelum memulai tulisan ini, saya sejenak mendengar lagu Hari Kemerdekaan

 71 tahun ya itu lah usia kemerdekaan Indonesia, apakah ini usia yang renta? Jawabannya iya jika ke rentaan umur maksimal adalah 100 tahun, tetapi bisa dikatakan masih belia jika maksimum usia kerentaan adalah 1000 tahun atau 10,000 tahun.

Sering kali kita memekik kalimat MERDEKA, NKRI HARGA MATI ! Sebegitu pentingkah Merdeka? Kenapa harus mencintai NKRI?

Merdeka adalah bebas, bebas seperti bayi yang baru lahir dari kandungan ibunya, tapi betulkah sang bayi merdeka setelah lahir ke dunia ini? bukankah sang bayi begitu di cintai ibu dan bapaknya ketika masih berbentuk janjn dalam kandungan? Orang tua menafkahi dan mencukupkan kesejahteraan sang janin hingga menjadi bayi, merawat sang bayi menjadi anak, menemani sang anak menjadi pemuda dan pemudi, dan kemudian memandu pemuda dan pemudi untuk menjadi pemimpin yang bijak.

Jika Merdeka adalah sang bayi yang lahir 71 tahun yang lalu, maka sudah seperti apakah bentuknya sekarang? Siapakah orang tua sang bayi? Bertanggung jawabkah sang orang tua terhadap sang bayi? Atau jangan-jangan sang bayi adalah bayi yatim piatu yang berkembang mandiri tanpa bantuan.

Perkembangan sang bayi tak sempurna, pasang surut kehidupan sang bayi sangat berwarna, di awal kelahiran sang bayi yang tak mengenal imunisasi terkena campak ‘agresi Belanda’, virus dan penyakit silih berganti menganggugu diantaranya PKI Madiun, DI/TII, PRRI/PERMESTA, PKI 1965, Peristiwa Malari, peristiwa Amir biki (tanjung Priok), peristiwa lepasnya Timor timur (sekarang Negara Timor Leste).

Tapi sang bayi berkembang kokoh setelah melewati setiap masa, jauh sebelum lahir sang bayi ternyata berbentuk Zigot, yakni hasil pembuahan (baca peleburan) negara-negara dengan luas kekuasaan skala menengah dan besar, kita kenal Majapahit, Swriwijaya, Samudera Pasay, Ternate, Tidore, Kutai Kertanegara dan masih banyak lagi.

Merdeka itulah sang bayi yang diberi nama NKRI. NKRI memiliki rupa, bentuk, wangi, panca indera, gizi, jiwa, semangat, ruh.

NKRI sekarang tampak gagah, otak NKRI selalu berevolusi, diawal kelahiran si otak bernama Soekarno, cukup lama si otak nyaman dengan kondisinya. Ketika otaknya terkena virus, si otak bergaya ala Safrudin Prawiranegara dan Assat, setelah virus pergi, si otak kembali bergaya Soekarno. NKRI saat itu adalah balita yang istimewa, balita yang mau memimpin dunia, punya banyak inisiatif, banyak kreasi, membangun relasi, sangat digdaya dan harum namanya (mengguncang Jepang dan belanda, negara super power kala itu, memimpin gerakan non blok, inisiasi GANEFO, membentuk ASEAN, dll), Setelah bosan, NKRI mengganti otaknya dengan merek baru bernama Soeharto. NKRI yang beranjak remaja meneruskan bakat pemimpinnya, NKRI mulai cerdas mengelola sumber daya, membuka relasi semakin besar, NKRI tumbuh sehat secara jiwa dan raga, NKRI bergaya atletis dan sporty, dan mapan sehat dan bermartabat (Swasembada beras, inflasi kecil, pertumbuhan ekonomi kerakyatan baik, juara umum SEA GAMES, Thomas Cup dan Uber Cup),  ketika remaja, bersosialisasi dan maju dalam teknologi (Produksi pesawat, otomotif, elektronik, dll). Cukup lama NKRI menjadi pemuda/I yang terlihat digdaya. Apakah NKRI puas, ternyata tidak, NKRI bereformasi dan mengganti otaknya berkali-kali dalam waktu singkat hanya untuk memenuhi gaya hidup kekinian, mulai dari bergaya ala BJ Habibie, ala Abdurrahman Wahid dan ala Megawaty Sukarnoputri. NKRI terkenal dengan remaja labil pada masa itu, berkembang dalam krisis kepercayaan diri. Walau demikian NKRI memiliki jiwa dan raga yang sehat (masih di segani dalam dunia olah raga, banyak peneliti handal bersebaran di penjuru dunia). Mungkin karena lelah, NKRI memilih Susilo bambang Yudoyono sebagai otak baru, NKRI ternyata belum sembuh total dari masa labil, walau akalnya masih sehat , akal yang sehat (juara sains di berbagai even, pekerja-pekerja teknis yang handal tersevar di mana, menjadi anggota G-20, dll) namun banyak anggota tubuhnya yang luka, NKRI memakai pakaian mahal untuk menyembunyikan luka-luka itu. Terlihat berwibawa di mata orang (bangsa, red) lain tetapi NKRI terkena kanker (Korupsi merajalela). NKRI ternyata mau berubah, otaknya yang baru bernama Joko Widodo. Meski masih sakit terlihat gamang dan bingung ternyata NKRI tampak percaya diri tapi belum kokoh seperti yang terlihat (Kampanye Indonesia negara maritime yang mesti berdikari mulai di sanjung negara lain, tapi masih belum bebas korupsi)

NKRI masih menggeliat, NKRI memiliki unsur unsur baik seperti vitamin, mineral, gizi, mental, spritiual, virus baik, unusr-unsur itu mesti bercampur aduk menjadi satu agar bisa melawan virus jahat, dan kuman-kuman, agar tak menggerogoti wibawa, raga, jiwa, dan keharumannya.

Pertanyaan dan penyataan kritis, siapakah vitamin, mineral, gizi, spiritual, mental baik, virus baik? Dan siapakah sesungguhnya lawan mereka? Kenapa mesti para lawan yang menonton unsur-unsur baik bermusuhan tak jelas arah,  bukankah hal-hal baik mestinya bersenyawa dan bersinergi demi NKRI

Wahai Merdeka kau tak perlu berkaca pada bangsa lain

Kau tak perlu iri dan cemburu pada bangsa lain

Wahai Merdeka, kenalilah dirimu, siapakah sesungguhnya dirimu maka kau akan selamat.

Wahai Merdeka, NKRI itu hanya nama, diri mu dan pemilik dirimu lah yang di kenal dan itu harga mati bukan NKRI.

Wahai Merdeka, masih ingatkan proses terlahirnya dirimu?

Nikmat apa lagi yang kau cari? Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?

Dirgahayu Indonesia ku yang 71,  MERDEKA

Salam

Fadli

Posted in Islam, Membaca Al-Qur'an

Surat #7 Al A’raf atau Surat Tempat tertinggi

Surat Al-A’raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A’rāf, “Tempat Tertinggi”) adalah surat ke-7 dalam al-Qur’an. Surat ini terdiri atas 206 ayat ada pada bab 8 dan bab 9, termasuk pada golongan surat Makkiyah. Surat ini diturunkan sebelum turunnya surat Al-An’am dan termasuk golongan surat Assab ‘uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Dinamakan Al-A’raf karena perkataan Al-A’raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka

Berikut adalah pokok-pokok isi Surat ini

Nikmat percaya kepada kitab; Ayat 1-10

 

7_17_2

Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman (QS Al A’raf 2)

Surat ini adalah surat yang ke-3 setelah Al-Baqarah dan Ali Imran yang memulai ayatnya dengan kata yang tida bisa diterjemahkan secara syariat. Ayat 1 surat ini yakni Alif Lam Mim Shad hanya bisa diterjemahkan oleh arifbillah atau Mursyid

Kejadian Nabi Adam AS, godaan setan dan kebangkitan manusia; ayat 11-58

  • Penghargaan Allah SWT kepada Nabi Adam AS dan keturunannya Ayat 11-25
  • Siapakah Tuhan semesta alam dan bagaimana bermohon kepadaNya? Ayat 54-56
  • Bukti kekuasaan Allah SWT membangkitkan manusia sesudah mati Ayat 57-58

Kisah beberapa Rasul ; ayat 59-171

  • Kisah Nabi Nuh AS; ayat 59-64
  • Kisah Nabi Hud AS; ayat 65-72
  • Kisah Nabi Shalih AS; ayat 73-79
  • Kisah Nabi Luth AS; ayat 80-84
  • Kisah Nabi Syu’aib AS; ayat 85-102
  • Kisah Nabi Musa AS; ayat 103-171

Ketauhidan sesuai dengan fitrah manusia; ayat 172-174

7_172

7_1737_174

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”. Atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?”.Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran). (QS Al-A’raf 172-174)

Manusia ternyata tidak hanya di kandung oleh ibu (dalam rahim), tetap di kandung juga oleh bapak (didalam sulbi). Manusia telah mengakui Allah SWT itu Tuhan semesta alam bahkan sebelum manusia  lahir ke dunia ini, tetapi kenapa dua malaikat akan mendatangi seorang hamba yang telah diletakkan di dalam kuburnya dan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Kenapa orang yang telah mati perlu di uji, bukan kah Allah Maha Tahu, dan kenapa Allah perlu mengirimkan 2 malaikatnya untuk menguji orang yang telah dikubur untuk sesuatu yang telah diketahu oleh Allah terhadap orang tersebut?. Dalam hadits shahih riwayat Imam Ahmad rahimahullah dari sahabat al-Barro bin ‘Azib Radhiyallahu anhu , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :hadits ttg kubur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kemudian dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya, lalu keduanya bertanya, “Siapakah Rabbmu ?” Dia (si mayyit) menjawab, “Rabbku adalah Allâh”. Kedua malaikat itu bertanya, “Apa agamamu?”Dia menjawab: “Agamaku adalah al-Islam”.
Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?” Dia menjawab, “Beliau utusan Allâh”.
Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah ilmumu?” Dia menjawab, “Aku membaca kitab Allâh, aku mengimaninya dan membenarkannya”.
Lalu seorang penyeru dari langit berseru, “HambaKu telah (berkata) benar, berilah dia hamparan dari surga, (dan berilah dia pakaian dari surga), bukakanlah sebuah pintu untuknya ke surga.
Maka datanglah kepadanya bau dan wangi surga. Dan diluaskan baginya di dalam kuburnya sejauh mata memandang. Dan datanglah seorang laki-laki berwajah tampan kepadanya, berpakaian bagus, beraroma wangi, lalu mengatakan, “Bergembiralah dengan apa yang menyenangkanmu, inilah harimu yang engkau telah dijanjikan (kebaikan)”. Maka ruh orang Mukmin itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan?” Dia menjawab, “Aku adalah amalmu yang shalih”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, tegakkanlah hari kiamat, sehingga aku akan kembali kepada istriku dan hartaku”.

Sekilas ayat dan hadits tersebut bertolak belakang ataukah tidak berhubungan sama sekali? atau mungkin terputus benang merah? jika bertolak belakang apa buktinya, jika berhubungan apa buktinya. Beberapa ulama menyatakan bahwa hadits di sabdakan Rasulullah untuk menguatkan atau menggarisbawahi kembali apa yang terdapat di dalam Al-Quran, memperjelas, merinci pengertian lahir dari ayat-ayat Al-Quran.

Ganjaran orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT ; ayat 175 – 188

  • Perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT Ayat 175-177
  • Sifat-sifat penghuni neraka Ayat 178-179
  • Kedatangan azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya dengan cara istidraj Ayat 180-186
  • Hanya Allah SWT-lah yang mengetahui waktu datangnya hari kiamat Ayat 187-188

Ingatlah kepada asal usul kejadian ; ayat 189-190

7_189

Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur”. (QS Al-A’raf 189)

7_190

Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Berhala dan dasar-dasar al-Akhlaqul Karimah; ayat 191-202

Jelas dan tegas Allah mengingatkan kita melalui kalam-kalamnya pada surat ini bahwa Allah menjadikan Manusia adalah untuk mengenal-Nya semata. Untuk hidup bahagia,sesuai kehendak Allah, maka hendaklah di jalan kebenaran yakni dengan Tauhid diantaranya percaya kepada kitab (Al-Furqan)-Nya, kitab yang di kabarkan oleh rasul-Nya. Kita berkali-kali di ingatkan Allah tentang Manusia mulai dari proses kejadian Manusia, Manusia saat hari kiamat dan Manusia saat di bangkitkan.

Pertanyaan menggugah ; apa hubungan penamaan Al-A’raf dengan hakekat inti surat ini?

sadaqallah

Maha Nyata Allah dengan segala kuasa-Nya

Fadli #mari_mengaji #membaca_Al-Qur’an

sumber ;

  1. wikipedia https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-A%27raf
  2. https://tafsiralquran2.wordpress.com/2012/11/01/m7/
Posted in Islam, Membaca Al-Qur'an

Surat #6 Surat Al-An’am atau Binatang Ternak

Surat Al’Anam (bahasa Arab:الانعام, al-An’ām, “Binatang Ternak”) ada pada bab 7 dan bab 8 dalam Al-Qur’an yang tertulis. Surat ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surat Makkiyah, karena hampir seluruh ayat Surat ini diturunkan di Mekkah sebelum Rasulullah hijrah

Dinamakan Al-An’am (binatang ternak) karena di dalamnya disebut kata An’am, Dalam surat ini ayat 118-121 juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa orang-orang datang menghadap Rasulullah saw. dan berkata: “Ya Rasulallah. Mengapa kita boleh makan yang kita sembelih dan dilarang makan yang dimatikan oleh Allah?” Maka Allah menurunkan ayat ini (al-An’am: 118-121) yang menegaskan bahwa yang halal dimakan adalah sembelihan yang disaat menyembelihnya dibaca bismillah (dengan nama Allah).

Diriwayatkan oleh Abu Dawud, al-Hakim, dan lain-lain, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa firman Allah,…. wa innasy syayaathiina la yuuhuuna ilaa auliyaa-ihim li yujaadiluukum…(… sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu…) (al-An’am: 121), turun berkenaan dengan ucapan kaum musyrikin yang bertanya: “Mengapa kalian tidak makan apa yang dimatikan oleh Allah dan kalian makan apa yang kalian sembelih?” Ayat ini (al-An’am: 121) memberi peringatan kepada kaum Mukminin supaya tidak mengikuti ajakan setan.

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dan lain-lain, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika turun ayat, wa laa ta’kuluu mimmaa lam udzkararismullaahi ‘alaih…(dan janganlah kamu memakan binatang yang tidak disebut Nama Allah ketika menyembelihnya..) (al-An’am: 121), seorang pengendara kuda diutus untuk menghasut kaum Quraisy agar menentang Muhammad tentang sembelihan henwan (dengan mengatakan): “Mengapa yang disembelih dengan pisau oleh manusia itu halal, sedang yang dimatikan oleh Allah itu haram?” Maka turunlah kelanjutan ayat tersebut.
Dalam hadits ini dikemukakan pula bahwa yang dimaksud dengan asy-syayaathiin..(..setan..) dalam ayat itu (al-An’am: 121) ialah pengendara kuda, sedang …auliyaa-uhum..(…kawan-kawannya…) ialah kaum Quraisy.

122. “Dan apakah orang yang sudah mati Kemudian dia kami hidupkan dan kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang Telah mereka kerjakan.”
(al-An’am: 122)

Diriwayatkan oleh Abusy Syaikh yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari adl-Dlahhak bahwa turunnya ayat ini (al-An’am: 122) berkenaan dengan ‘Umar dan Abu Jahl.

Keterangan: dalam tarikh dikemukakan bahwa Rasulullah saw. pernah berdoa: “Ya Rabbanaa, semoga Islam jaya dengan sebab salah seorang dari dua ‘Umar (‘Umar bin al-Khaththab atau ‘Amr bin Hisyam /Abu Jahal).” Ternyata ‘Umar bin al-Khaththab-lah yang masuk Islam. Dialah yang dimaksud dengan ‘orang yang tadinya mati kemudian dihidupkan’ dan ‘Amr bin Hisyam yang dimaksud dengan ‘orang yang tetap dalam kegelapan.’

Ayat-ayat pada surat ini yang menggelitik relung hati dan akal

Pada ayat 2 surat Al-An’am, Al-quranul adhim menyatakan awal mula kejadian Manusia yang berasal dari tanah, apakah benar demikian? Padahal pada surat Al-Mu’minun ayat 12 Allah menyatakan manusia berasal dari saripati tanah. Untuk mengetahuinya kita perlu selidiki ayat mana yang lebih dulu di firmankan dan apa hakekat (maksud) yang sesungguhnya.

 Allah pun telah menentukan ajal dan tentang kebangkitan manusia pada masa yang lain. Pertanyaan berikut adalah dimanakah manusia di bangkitkan setelah di ajalkan? Kenapa kita masih ragu dengan kebangkitan lagi? Apakah kebangkitan yang dimaksud Allah Swt adalah juga reinkarnasi seperti yang di anut oleh agama lain?

هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن طِينٖ ثُمَّ قَضَىٰٓ أَجَلٗاۖ وَأَجَلٞ مُّسَمًّى عِندَهُۥۖ ثُمَّ أَنتُمۡ تَمۡتَرُونَ

Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu)

Allah menegaskan bahwa manusia akan menemui kematian melalui ayat 61

وَهُوَ ٱلۡقَاهِرُ فَوۡقَ عِبَادِهِۦۖ وَيُرۡسِلُ عَلَيۡكُمۡ حَفَظَةً حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَكُمُ ٱلۡمَوۡتُ تَوَفَّتۡهُ رُسُلُنَا وَهُمۡ لَا يُفَرِّطُونَ ٦١ [سورة الأنعام,٦١]

Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya [Al An’am61]

Nabi Ibrahim memberi tips untuk menghadap Allah Swt yakni dengan agama yang benar dan tidak mempersekutukan Allah Swt. Kita sering membaca ini dan merupakan bagian dari do’a iftitah

 إِنِّي وَجَّهۡتُ وَجۡهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ حَنِيفٗاۖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ٧٩ [سورة الأنعام,٧٩]

Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan [QS Al An’am79]

Allah mengingatkan lagi kepada manusia pada ayat 94 bahwa manusia di jadikan, di ciptakan dan telah menemui-Nya seorang diri di awal kejadian manusia serta akan mematikan manusia juga seorang diri

وَلَقَدۡ جِئۡتُمُونَا فُرَٰدَىٰ كَمَا خَلَقۡنَٰكُمۡ أَوَّلَ مَرَّةٖ وَتَرَكۡتُم مَّا خَوَّلۡنَٰكُمۡ وَرَآءَ ظُهُورِكُمۡۖ وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمۡ شُفَعَآءَكُمُ ٱلَّذِينَ زَعَمۡتُمۡ أَنَّهُمۡ فِيكُمۡ شُرَكَٰٓؤُاْۚ لَقَد تَّقَطَّعَ بَيۡنَكُمۡ وَضَلَّ عَنكُم مَّا كُنتُمۡ تَزۡعُمُونَ ٩٤ [سورة الأنعام,٩٤]

Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa´at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah)[Al An’am94]

Allah memastikan bahwa derajat setiap orang adalah sesuai apa yang diperbuat oleh manusia itu sendiri, Allah Swt bisa memusnahkan atau meninggikan derajat seperti kalamnya pada ayat 132-133

وَلِكُلّٖ دَرَجَٰتٞ مِّمَّا عَمِلُواْۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَٰفِلٍ عَمَّا يَعۡمَلُونَ ١٣٢ وَرَبُّكَ ٱلۡغَنِيُّ ذُو ٱلرَّحۡمَةِۚ إِن يَشَأۡ يُذۡهِبۡكُمۡ وَيَسۡتَخۡلِفۡ مِنۢ بَعۡدِكُم مَّا يَشَآءُ كَمَآ أَنشَأَكُم مِّن ذُرِّيَّةِ قَوۡمٍ ءَاخَرِينَ ١٣٣

Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. Dan Tuhanmu Maha Kaya lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain [QS Al An’am,132-133]

 Dan ayat (165) penutup pada surat ini

 وَهُوَ ٱلَّذِي جَعَلَكُمۡ خَلَٰٓئِفَ ٱلۡأَرۡضِ وَرَفَعَ بَعۡضَكُمۡ فَوۡقَ بَعۡضٖ دَرَجَٰتٖ لِّيَبۡلُوَكُمۡ فِي مَآ ءَاتَىٰكُمۡۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ ٱلۡعِقَابِ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٞ رَّحِيمُۢ ١٦٥ [سورة الأنعام,١٦٥]

Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [QS Al An’am165]

Pokok Surat Al-An’am kurang lebih di kelompokkan sebagai berikut

1) Tauhid sang pemenang; ayat 1-49
2) Tuntutan-tuntutan bermasyarakat ; ayat 50-73
3) Cara Nabi IBRAHIM AS memimpin kaumnya untuk bertauhid; ayat 74-83
4) Mereka yang telah diberi kitab, Hikmah dan kenabian; ayat 84-92
5) Kebenaran Wahyu Allah SWT; ayat 93-110
6) Sikap Kaum Musyrikin terhadap kerasulan Muhammad SAW ; ayat 111-129
7) Derajat seseorang seimbang dengan amalnya; ayat 130-135
8) Peraturan-peraturan yang dibuat kaum musyrikin dan panduan Allah SWT kepada kaum muslimin ; ayat 136-165

Maha Nyata Allah atas segala kehendak-Nya

Fadli

Sumber ;

  1. Wikipedia ; https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-An%27am
  2. https://tafsiralquran2.wordpress.com/2012/11/01/m6/
  3. Asbabun nuzul surat Al-anam