Posted in Membaca Al-Qur'an

Ada yang bilang

​Ada yang bilang, Aku ingin bahagia

Ada yang bilang,bahagia itu pusatnya di hati

Ada yang bilang, Jantunglah yang berdetak lega ketika bahagia, bukan hati

Ada yang bilang, jika ingin jantung berdetak sehat maka bukalah hati

Ada yang bilang, Mendakilah ke puncak gunung maka kau bahagia
Ada yang bilang, turunilah gunung dengan desahan agar bahagia

Ada yang bilang, bahagianya mendaki gunung muka merona

Ada yang bilang, bahagia menuruni gunung muka sumringah

Ada yang bilang, bahagia itu desahan

Ada yang bilang bahagia itu erangan

Ada yang bilang, bersih lah sebelum bahagia

Ada yang bilang, bujuk lah supaya bahagia

Ada yang bilang, setuju lah supaya bahagia

Ada yang bilang mati lah dalam bahagia

Ada yang bilang bahagia adalah kembali bahagia

Ada yang bilang, bahagia itu asal 

Ada yang bilang, akhirilah bahagia dengan bahagia

Sang Penyanjung Bahagia

Advertisements
Posted in Keluh Kesah

Demokrasi ala saya

Opini saya selalu benar karena saya MAHA BENAR dan Kalian MAHA SALAH jika bertentangan dengan opini saya

Saya berani memposisikan diri saya sejajar dengan TUHAN karena saya berpendidikan yang baik saya pernah bersekolah dan ber perguruan tinggi ternama, saya cerdas, saya makmur dan sejahtera, saya tanpa cela dan tanpa celah

Dengan kondisi-kondisi tersebut maka apapun pilihan saya PASTI BENAR. Yang bertentangan dengan saya pasti salah.

Saya punya sahabat tapi sebatas itu saja, yang terpenting buat saya adalah sahabat saya akan pintar dan benar di hadapan saya jika sepikiran dengan saya. Jika tidak maka bodoh dan hinalah sahabat tersebut.

Keluarga saya pasti Benar, mereka kan keluarga saya.

Saya akan menggerakkan kecerdasan saya untuk memadukan opini yang maha benar kepada halayak lain. Keluarga dan sahabat yang sepemikiranlah sumber kekuatan saya.

Saya memaksakan kehendak. Saya menghina sahabat saya yang bertentangan dengan saya

Saya tahu kok anti korupsi, saya tahu apa itu ketidak adilan, saya aktifis kemanusiaan, saya praktisi hukum, saya praktisi kesehatan. Saya lah segala-galanya. Saya MAHA SEGALA.

Pilihan pemimpin versi saya juga pemimpin yang benar, tak mungkin salah karena saya maha benar.

Media yang saya baca dan tonton juga adalah media yang mendukung pemikiran saya. Saya akan menyebarkan secara viral info yg menguatkan opini dan pilihan saya atau malah sebaliknya saya menjatuhkan dan menghina pilihan orang lain yang menurut saya mereka adalah Maha Bodoh dan Maha Hina.

Itulah watak saya. Masih mau punya sahabat seperti saya?

 

FADULI

Continue reading “Demokrasi ala saya”

Posted in Islam, Membaca Al-Qur'an

Surat #8 Al Anfal atau Surat Rampasan Perang

Sekilas surat ini adalah surat yang berisi tentang tata cara perang dan bagaimana memenangkannya. Ternyata tidak, sesungguhnya ini adalah sejarah perjuangan Islam yang di pimpin langsung oleh baginda rasulullah SAW. Beliau mengajarkan kedisiplinan, efisien dan efektif dalam mempertahankan hidup dan Aqidah. Beliau juga di bimbing Allah SWT untuk berlaku adil dan membimbing ummatnya yang dalam kondisi tidak percaya diri.

Silahkan lihat ilustrasi pada video berikut tentang perang badar

Surat Al-Anfal (bahasa Arab:الأنفالal-Anfāl, “Jarahan”) adalah surat ke-8 pada al-Qur’an. Surat ini terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surat-surat Madaniyah. Surat ini dinamakan Al-Anfal yang berarti pula harta rampasan perang berhubung kata Al-Anfal terdapat pada permulaan surat ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surat ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya. Menurut riwayat Ibnu Abbas, surat ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan 2 Hijriah atau 17 Maret 624 Masehi. Peperangan ini sangat penting artinya, karena merupakan peristiwa yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam. Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan 313 orang untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrik yang berjumlah 1,000 orang dan memiliki perlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit. Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surat ini.

Kaum Muslim dan penduduk Mekkah telah terlibat dalam beberapa kali konflik bersenjata skala kecil antara akhir 623 sampai dengan awal 624, dan konflik bersenjata tersebut semakin lama semakin sering terjadi. Meskipun demikian, Pertempuran Badar adalah pertempuran skala besar pertama yang terjadi antara kedua kekuatan itu.

Pertempuran ini sangatlah berarti karena merupakan bukti pertama bahwa mereka sesungguhnya berpeluang untuk mengalahkan musuh mereka di Mekkah. Mekkah saat itu merupakan salah satu kota terkaya dan terkuat di Arabia zaman jahiliyah. Kemenangan kaum Muslim juga memperlihatkan kepada suku-suku Arab lainnya bahwa suatu kekuatan baru telah bangkit di Arabia, serta memperkokoh otoritas Muhammad sebagai pemimpin atas berbagai golongan masyarakat Madinah yang sebelumnya sering bertikai. Berbagai suku Arab mulai memeluk agama Islam dan membangun persekutuan dengan kaum Muslim di Madinah; dengan demikian, ekspansi agama Islam pun dimulai.

Sebelum mengkaji secara umum mari kita lihat Hadits Riwayat Muslim no 3309 tentang Perang badar

33093309_2

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hannad bin Sari] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Al Mubarak] dari [Ikrimah bin Ammar] telah menceritakan kepadaku [Simak Al Hanafi] dia berkata; aku mendengar [Ibnu Abbas] berkata; telah menceritakan kepadaku [Umar bin Khattab] berkata, “Ketika perang Badr.” (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Zuhair bin Harb] dan ini adalah lafadz dia, telah menceritakan kepada kami [Umar bin Yunus Al Hanafi] telah menceritakan kepada kami [Ikrimah bin ‘Ammar] telah menceritakan kepadaku [Abu Zumail] -yaitu Simak Al Hanafi- telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Abbas] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Umar bin Khattab] dia berkata, “Saat terjadi perang Badr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat pasukan orang-orang Musyrik berjumlah seribu pasukan, sedangkan para sahabat beliau hanya berjumlah tiga ratus Sembilan belas orang. Kemudian Nabi Allah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadapkan wajahnya ke arah kiblat sambil menengadahkan tangannya, beliau berdo’a: “ALLAHUMMA ANJIS LII MAA WA’ADTANI, ALLAHUMMA AATI MAA WA’ADTANI, ALLAHUMMA IN TUHLIK HAADZIHIL ‘ISHAABAH MIN AHLIL ISLAM LA TU’BAD FIL ARDLI (Ya Allah, tepatilah janji-Mu kepadaku. Ya Allah, berilah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika pasukan Islam yang berjumlah sedikit ini musnah, niscaya tidak ada lagi orang yang akan menyembah-Mua di muka bumi ini).’ Demikianlah, beliau senantiasa berdo’a kepada Rabbnya dengan mengangkat tangannya sambil menghadap ke kiblat, sehingga selendang beliau terlepas dari bahunya. Abu Bakar lalu mendatangi beliau seraya mengambil selendang dan menaruhnya di bahu beliau, dan dia selalu menyeratai di belakang beliau.” Abu Bakar kemudian berkata, “Ya Nabi Allah, cukuplah kiranya anda bermunajat kepada Allah, karena Dia pasti akan menepati janji-Nya kepada anda.” Lalu Allah menurunkan ayat: ‘((ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut) ‘ (Qs. Al Anfaal: 9), Allah lalu membantunya dengan tentara Malaikat.” Abu Zumail berkata, “Ibnu Abbas menceritakan kepadaku, dia katakan, “Pada hari itu, ketika seorang tentara Islam mengejar tentara Musyrikin yang berada di hadapannya, tiba-tiba terdengar olehnya bunyi suara cemeti di atas kepala seorang Musyrik itu, dan suara seorang penunggang kuda berkata, “Majulah terus wahai Haizum!. Tanpa diduga, seorang Musyrik yang berada di hadapannya telah mati terkapar dengan hidungnya bengkak, dan mukanya terbelah seperti bekas pukulan cambuk serta seluruh tubuhnya menghijau. Lalu tentara Muslim itu datang melaporkan peristiwa yang baru saja dialaminya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau bersabda: “Kamu benar, itu adalah pertolongan Allah dari langit ketiga.” Pada hari itu, tentara kaum Muslimin dapat membunuh tujuh puluh tentara kaum Musyrikin, dan berhasil menawan tujuh puluh orang tawanan.” Abu Zumail melanjutkan, “Ibnu Abbas berkata, “Tatkala tawanan telah mereka tahan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Abu Bakar dan Umar: “Bagaimana pendapat kalian mengenai tawanan ini?” Abu Bakar menjawab, “Wahai Nabi Allah, mereka itu adalah anak-anak paman dan masih famili kita, aku berpendapat, sebaiknya kita pungut tebusan dari mereka. Dengan begitu, kita akan menjadi kuat terhadap orang-orang kafir, semoga Allah menunjuki mereka supaya masuk Islam.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Bagaimana pendapatmu wahai Ibnul Khattab?” Aku menjawab, “Tidak, demi Allah wahai Rasulullah, aku tidak setuju dengan pendapat Abu Bakar. Menurutku, berilah aku kesempatan untuk memenggal leher mereka, berilah kesempatan kepada Ali supaya memenggal leher ‘Uqail, dan berilah kesempatan kepadaku supaya memenggal leher si fulan -maksudnya saudaranya sendiri-, karena mereka adalah para pemimpin kaum kafir dan pembesar-pembesar mereka.” Akan tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyetujui pendapat Abu Bakar dan tidak menyutujui pendapatku. Di keesokan harinya, aku menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, aku dapati beliau sedang duduk menangis berdua dengan Abu Bakar, lalu aku berkata, “Ceritakanlah kepadaku, apa sebabnya anda berdua menangis? Jika bisa menangis maka aku akan menangis, jika tidak bisa maka aku akan pura-pura menangis untuk kalian.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku menangis karena tebusan yang dipungut sahabatmu terhadap para tawanan itu, lebih murah daripada harga kayu ini.” -yaitu kayu yang berada didekat Nabi Allah shallallahu ‘alaihi wasallam- Lalu Allah Azza wa jalla menurunkan ayat: “…Tidak pantas bagi seorang Nabi mempunyai seorang tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi ini…-hingga firman Nya- maka makanlah olehmu sebagian harta rampasan) ‘ (Qs. Al Anfaal: 67-69). Karena itulah Allah menghalalkan harta rampasan buat mereka.”]]]

Pokok isi keselurahan ayat adalah tentang Perang badar

  • Cara pembagian ghanimah ditentukan oleh Allah SWT dan Rasul pada ayat 1
  • Sifat-sifat orang mukmin pada ayat 2-4
  • Keengganan sebagian sahabat untuk pergi ke perangan Badar dan pertolongan Allah SWT kepada kaum muslimin Ayat 5-14
  • Larangan melarikan diri dari pertempuran Ayat 15-19
  • Larangan menyalahi perintah-perintah Allah SWT Ayat 20-23
  • Kewajiban mentaati perintah Allah SWT dan Rasul-Nya Ayat 24-26
  • Larangan berkhianat dan faedah bertakwa Ayat 27-29
  • Permusuhan kaum musyrkin terhadap Nabi dan kewajiban memerangi mereka sampai terpelihara agama Allah SWT Ayat 30-40
  • Cara pembagian ghanimah Ayat 41
  • Rahmat Allah SWT kepada kaum Muslimin dalam peperangan Badar Ayat 42-44
  • Kewajiban berteguh hati, bersatu dalam peperangan dan larangan berlaku sombong dan ria Ayat 45-
  • Pengkhianatan setan terhadap janjinya kepada pengikut-pengikutnya Ayat 48-51
  • Kebinasaan sesuatu kaum adalah lantaran perbuatan mereka sendiri Ayat 52-57
  • Syirik adalah dosa yang paling besar dan sikap menghadapi kaum musyrikin dalam peperangan Ayat 58-60
  • Cinta perdamaian dan keharusan mempertebal semangat jihad Ayat 61-75

Kesimpulan

Perang Badar dimenangkan Rasulullah dan pasukannya pada tanggal 17 Ramadhan dengan bantuan para malaikat yang dikirim oleh Allah SWT. Kita patut ingat pada kisah yang lain ternyata Rasulullah juga menerima Al-Quran sekaligus menjadi Rasul Allah pertama kali pada tanggal 17 Ramadhan. Jumlah kecil bukan berarti lemah, jumlah banyak bukan berarti kuat dan berkualitas. Dalam surat ini disebutkan cara pembagian harta rampasan perang, jihad, cinta damai dan dilarang syirik.

Hubungan surat Al Anfaal dan Surat Attaubah

Surat Al Anfaal dan surat At Taubah terdapat hubungan yang erat sekali, seakan-akan keduanya merupakan satu surat, diantaranya

  • Surat Al Anfaal dan Surat At Taubah menyebut sifat-sifat orang-orang yang sempurna imannya, dan sifat-sifat orang-orang kafir, lalu pada akhir surat diterangkan pula tentang hukum perlindungan atas orang-orang muslim yang berhijrah, orang-orang muslim yang tidak berhijrah serta orang-orang kafir.
  • Surat Al Anfaal mengemukakan bahwa yang mengurus dan memakmurkan Masjidilharam itu ialah orang-orang yang bertakwa, sedang surat At Taubah menerangkan bahwa orang-orang musyrik tidak pantas mengurus dan memakmurkan mesjid, bahkan mereka akan menghalang-halangi orang-orang Islam terhadapnya.
  • Surat Al Anfaal dan Surat At Taubah menerangkan tentang memerangi orang-orang musyrikin dan Ahli Kitab.
  • Perjanjian yang dikemukakan surat Al Anfaal dijelaskan oleh surat At Taubah, terutama hal-hal yang berhubungan dengan pengkhianatan musuh terhadap janji-janji mereka.
  • Surat Al Anfaal dan At Taubah menganjurkan agar bernafkah di jalan Allah. Surat Al Anfaal diterangkan tentang penggunaan harta rampasan perang, sedang surat At Taubah menerangkan penggunaan zakat.
  • Surat Al Anfaal dan A Taubah mengemukakan tentang orang-orang munafik

Maha Nyata Allah dengan segala Kuasa-Nya

Fadli

 

Sumber ;

  1. wikipedia
  2. https://tafsiralquran2.wordpress.com/2012/11/01/m8/

 

 

 

Posted in Keluh Kesah, Puisi

Angin, Hari ini cerah

Titik – titik hujan mulai memudar, adakah hari mulai cerah?

sang awan telah berseliweran ringan, adakah angin yang merayu?

kebisingan dibungkam hening, adakah ruang sekat telah terbelah?

Angin oh angin, adakah ku rindu deru, seru dan dingin mu?

 

Titik titik hujan ternyata sirna, punggawa awan telah bergegas di ruang bebas

Riuh dedaunan mengundang kupu-kupu tuk hinggap, hinggapnya menitip benih

Angin tetap mendesah, langit biru tetap hening sumringah tanda puas

Angin oh angin, aku kini melangkah lagi, langkah tegap menatap pasti sang destinasi

 

Basah bumi bekas titik hujan masih ada, adakah cahaya datang menyapa?

Sang awan kini diam bak lukisan, adakah angin rehat sejenak?

Hening itu tak ada suara, adakah awan dan langit biru sedang beralih rupa?

Angin oh angin, adakah desahanmu masih merdu menghentak?

 

Bumi tak basah lagi tanda titik hujan telah takluk, takluknya bukan risau

Awan yang terpaku ditembus cahaya, cahaya yang terang nan berkilau

Masih diam, masih hening, masih mendesah, tapi langit biru makin silau

Angin oh angin, ternyata sang destinasi tak berjarak walau sepisau

 

Salam damai penuh cinta dari Kathmandu

Fadli

 

Posted in KELUARGAKU, Keluargaku dan senyuman kami, Puisi

KAU AKU, JEJAK KITA

KAU AKU, JEJAK KITA (09 SEPTEMBER )
Kau aku mulai karena Allah, Kau aku sepakat karena Allah

Kau aku terombang-ambing, terguncang tak payah kita terus mendayung

Kau aku tersentak, tertegun, luluh lantak tak gentar kita belah

Kau aku tertawa, tersenyum, bahagia tak bosan kita sanjung
Kau aku, Takkan ku hitung berapa juta detik yang telah kita lalu

Kau aku, Takkan ku batas berjuta rasa bahagia yang telah kau haturkan

Kau aku, Takkan ku pasung lembut kasih mu selalu

Kau aku, Takkan ku retas  berjuta percaya yang telah kau balurkan
Kau ikhlas, saat ku persembahkan Lila sang Cerdas Tasnima
Kau tersenyum, saat ku berikan Lala si Cerdik Salsabilah

Kau terpana, saat ku tahtakan Lilo sang Inovator Kautsar

Kau topang, saat ku goyah menghantarkan kepada-NYA Lulan si Perindu Kaafuur

Kau bahagia, saat ku hadapkan Yihan sang Ceria Mustaiinah
Kau aku, tak boleh lelah, boleh cerah

Kau aku, tak lekang waktu, Allah Maha Agung

Kau aku, tak boleh resah, boleh sumringah

Kau aku, tak kenang lain sekutu, Allah Maha Penyambung
Kau aku, ya 09 September,  dulu hari ini dan akan datang

Kau aku, Insya Allah Barakah,  dulu hari ini dan akan datang

Kau aku, ya rindu terumbar, dulu hari ini dan akan datang

Kau aku, Mawaddah dan Sakinah, dulu hari ini dan akan datang
Miss you like crazy Marlita Djakrora
Fadli Usman, wrote in Tacloban City

Salam dari Kathmandu

Posted in Islam, Membaca Al-Qur'an, Uncategorized

Usia oh usia ; Pilih mana, masih bau kencur atau so bo bou daon pondak?

Salam damai penuh cinta dari Kathmandu

So tua ngana sayang adalah istilah orang Manado yang bermakna anda sudah tua sayang, istilah ini sering di tujukan kepada orang-orang yang melakukan sesuatu tapi tidak sesuai dengan usianya, contoh anak SD yang bermain dengan anak TK, ibu-ibu yang bergaya seperti Anak Baru Gede, bapak-bapak yang menggoda gadis-gadis belia, dan seterusnya. Di Ternate kita akan dengar istilah so bo bou daon pondak atau sudah bau daun pandan, artinya sudah usia uzur atau usia yang mendekati kematian. Kita juga sering mendengar istilah lain seperti remaja yang masih bau kencur, istilah ini bermakna bahwa remaja tersebut belum matang secara biologis. Dan masih banyak lagi istilah yang tersebar di penjuru negeri ini yang berkonotasi tentang kelompok usia, kejiwaan dan fisik. Sebut saja usia emas, anak baru gede, usia produktif, tua-tua keladi, dan lain-lain.

 Kenapa lahir istilah-istilah tersebut? Itu adalaha fenomena sosial yang secara tak sadar dibuat sebagai pengingat bahwa Manusia ini hidup mesti ber perilaku sesuai tujuan dan poros waktunya. Salah satu hadiah Allah SWT untuk Manusia adalah usia. Namun Allah mengingatkan Manusia tentang waktu dan usia sesuai Firman – Nya yakni

 QS Al-Ashr ayat 1-3

وَٱلۡعَصۡرِ ١  إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢  إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣ [سورة الـعصر,١-٣]

Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran [QS Al ‘Asr,1-3]

QS Al-Ahqaf ayat 15

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ إِحۡسَٰنًاۖ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ كُرۡهٗا وَوَضَعَتۡهُ كُرۡهٗاۖ وَحَمۡلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهۡرًاۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرۡبَعِينَ سَنَةٗ قَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ وَأَصۡلِحۡ لِي فِي ذُرِّيَّتِيٓۖ إِنِّي تُبۡتُ إِلَيۡكَ وَإِنِّي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ١٥ [سورة الأحقاف,١٥]

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” [QS Al Ahqaf 15]

Rasulullah SAW juga telah mengingatkan kepada kita melalui sabdanya:

“Rebutlah lima perkara sebelum terjadi lima perkara: Masa mudamu sebelum tiba masa tuamu, masa sehatmu sebelum tiba masa sakitmu, masa lapangmu sebelum tiba masa sibukmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu dan masa hidupmu sebelum tiba masa ajalmu.” (HR. Al-Hakim, Baihaqi, Ibnu Abi’ddunia, Ibnul-Mubarrak)

 “Takkan bergeser kedua kaki manusia pada hari kiamat sampai selesai ditanya tentang empat perkara:

  •  Tentang umurnya, untuk apa dihabiskan
  • Tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakan
  • Tentang hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan
  • Tentang ilmunya, apa yang sudah diperbuat dengannya. ” (HR. Tirmidzi)

Apakah usia itu?

Usia, menurut Wikipedia, adalah satuan Waktu yang mengukur waktu keberadaan suatu benda atau makhluk baik yang hidup maupun yang mati. Contoh umur manusia manusia isebut lima belas tahun diukur sejak dia lahir hingga waktu umur itu dihitung.

Usia hidup manusia saat ini menjadi penting untuk diketahui, usia tidak bisa hanya diukur lagi dari lamanya seseorang hidup (usia kronologis) tetapi mesti juga diukur dari kualitas kebugaran dan kesehatan. Contoh seorang bisa saja berusia 40 tahun secara kronologis tetapi mungkin saja ia sudah berusia 60 tahun akibat dari gaya hidup tidak sehat.

Jenis perhitungan usia ada tiga yakni usia kronologis, usia mental dan usia biologis. Diantara ke tiga jenis usia ini, yang paling bernilai adalah usia mental, kemudian usia biologis/kebugaran dan terakhir adalah usia kronologis. Usia kronologis tak terlalu bermakna di mata sang Pencipta dan di mata manusia lainnya, yang bermakna adalah usia dewasanya mental seseorang, sebagaimana Firman Allah SWT pada surat Al-Ashr ayat 1-3 diatas

Sesungguhnya manusia yang tidak menggunakan waktu dengan baik akan merugi, usia yang panjang menjadi sia-sia jika tidak beriman, tidak ber amal shaleh dan tidak nasehat menasehati dan tidak menetapi kesabaran. Ada 3 pokok penting yang patut kita pahami

  • Beriman, adalah khasanah hubungan Manusia dengan pencipta, Hablumminallah, Orang yang beriman adalah orang yang bermental sehat, semakin tinggi kadar iman maka semakin dewasa juga usia mental atau kejiwaan seseorang.

Sabda Rasulullah SAW

Untitled

 Allah tidak memandang kepada jasad dan rupa kamu, tetapi memandang Qalbu dan perbuatan kamu. (HR Muslim)

Allah SWT memang menciptakan Manusia dengan bentuk dan rupa yang sempurna tetapi Allah memandang kepada kesehatan Qalbu dan kemudian kesehatan perbuatan (amal).

  • Beramal Shaleh dan nasehat menasehati, adalah khasanah hubungan manusia dengan manusia, Hablum Minannas, orang yang gemar bersilaturahim memerlukan gerak raga yang sangat sering, karenanya mereka mesti memiliki fisik yang prima.

Sabda Rasulullah SAW

Untitled1

         Sesungguhnya badanmu mempunyai hak atas dirimu. (HR Bukhari)

 

  • Sabar, menetapi kesabaran adalah khasanah manusia mengenal diri, dengan mengenal diri maka manusia mengenal penciptanya. Orang yang sabar memiliki mental yang sehat dan raga yang bugar

 Usia Kronologis

Usia kronologis termaktub jelas pada firman-firman Allah SWT diatas seperti “Demi Masa”, atau “…Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun…”

Usia kronologis adalah perhitungan usia yang dimulai dari saat kelahiran seseorang sampai dengan waktu penghitungan usia.

 Usia Mental

Usia mental adalah perhitungan usia yang didapatkan dari taraf kemampuan mental seseorang. Misalkan seorang anak secara kronologis berusia empat tahun akan tetapi masih merangkak dan belum dapat berbicara dengan kalimat lengkap dan menunjukkan kemampuan yang setara dengan anak berusia satu tahun, maka dinyatakan bahwa usia mental anak tersebut adalah satu tahun atau sebaliknya.

Semakin kuat mental seseorang maka semakin dewasa usia mentalnya. Prof. Dr. dr. Dadang Hawari, psikiater, mengutip kriteria jiwa atau mental yang sehat dari Organisasi kesehatan dunia (WHO, 1959) dan (WHO, 1984) adalah :

  • Dapat menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan, meskipun kenyataan itu buruk baginya.
  • Memperoleh kepuasan dari hasil jerih payah usahanya.
  • Merasa lebih puas memberi dari pada menerima.
  • Secara relatif bebas dari rasa tegang dan cemas.
  • Berhubungan dengan orang lain secara tolong menolong dan saling memuaskan.
  • Menerima kekecewaan untuk dipakainya sebagai pelajaran untuk di kemudian hari.
  • Menjuruskan rasa permusuhan kepada penyelesaian yang kreatif dan konstruktif.
  • Mempunyai rasa kasih sayang yang besar.
  • Mempunyai Agama yang digunakan untuk ketenteraman dan kebahagiaan psikis.

Allah SWT telah memberikan berbagai petunjuk tentang kedewasaan mental. Dalam beberapa ayat Al-Qur’an yang banyak menerangkan tentang jiwa yang sehat di antaranya dalam

QS  Al-Fajr ayat 27-28.

يَٰٓأَيَّتُهَا ٱلنَّفۡسُ ٱلۡمُطۡمَئِنَّةُ ٢٧  ٱرۡجِعِيٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةٗ مَّرۡضِيَّةٗ ٢٨ [سورة الفجر,٢٧-٢٨]

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya [QS Al Fajr,27-28]

QS Ar-Ra’d ayat 28.

 ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ ٢٨ [سورة الرّعد,٢٨]

(yaitu) orang-orang yang beriman dan qalbu mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram [Ar Ra’d28]

Rasulullah juga secara menunjukkan kepada kita pada sabdanya ;

لعَبْدُ الْمُسْلِمُ إِذَا بَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً خَفَّفَ اللهُ تَعَالَى حِسَابَهُ ، وَإِذَا بَلَغَ سِتِّيْنَ سَنَةً رَزَقَهُ اللهُ تَعَالَى الْإِنَابَةَ إِلَيْهِ ، وَإِذَا بَلَغَ سَبْعِيْنَ سَنَةً أَحَبَّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، وَإِذَا بَلَغَ ثَمَانِيْنَ سَنَةً ثَبَّتَ اللهُ تَعَالَى حَسَنَاتِهِ وَمَحَا سَيِّئَاتِهِ ، وَإِذَا بَلَغَ تِسْعِيْنَ سَنَةً غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ وَشَفَّعَهُ اللهُ تَعَالَى فِى أَهْلِ بَيْتِهِ ، وَكَتَبَ فِى السَّمَاءِ أَسِيْرَ اللهِ فِى أَرْضِهِ – رواه الإمام أحمد

 “Seorang hamba muslim bila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya). Jika usianya mencapai 60 tahun, Allah akan memberikan anugerah berupa kemampuan kembali (bertaubat) kepadaNya. Bila usianya mencapai 70 tahun, para penduduk langit (malaikat) akan mencintainya. Jika usianya mencapai 80 tahun, Allah akan menetapkan amal kebaikannya dan menghapus amal keburukannya. Dan bila usianya mencapai 90 puluh tahun, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan dosa-dosanya yang dahulu, Allah juga akan memberikan pertolongan kepada anggota keluarganya, serta Allah akan mencatatnya sebagai tawanan Allah di bumi. (HR Ahmad)

 Berdasarkan panduan-panduan diatas saya pribadi lebih senang mengelompokkan kesehatan jiwa dalam dua sisi, yakni

  • Sisi Hablum Minallah, adalah jiwa/mental yang senantiasa konsisten mencintai penciptanya, berserah diri kepada Allah SWT
  • Sisi Hablum Minannas, adalah jiwa/mental yang senantiasa cinta kepada orang tua, pasangan hidup, anak. Adalah juga jiwa-jiwa yang senantiasa menjaga silaturahim dan nasehat menasihati

Karenanya usia jiwa yang di urai berikut adalah gambaran dari Firman Allah SWT

QS Al-Hajj ayat 5
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمۡ فِي رَيۡبٖ مِّنَ ٱلۡبَعۡثِ فَإِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن تُرَابٖ ثُمَّ مِن نُّطۡفَةٖ ثُمَّ مِنۡ عَلَقَةٖ ثُمَّ مِن مُّضۡغَةٖ مُّخَلَّقَةٖ وَغَيۡرِ مُخَلَّقَةٖ لِّنُبَيِّنَ لَكُمۡۚ وَنُقِرُّ فِي ٱلۡأَرۡحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى ثُمَّ نُخۡرِجُكُمۡ طِفۡلٗا ثُمَّ لِتَبۡلُغُوٓاْ أَشُدَّكُمۡۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرۡذَلِ ٱلۡعُمُرِ لِكَيۡلَا يَعۡلَمَ مِنۢ بَعۡدِ عِلۡمٖ شَيۡ‍ٔٗاۚ وَتَرَى ٱلۡأَرۡضَ هَامِدَةٗ فَإِذَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡهَا ٱلۡمَآءَ ٱهۡتَزَّتۡ وَرَبَتۡ وَأَنۢبَتَتۡ مِن كُلِّ زَوۡجِۢ بَهِيجٖ ٥ [سورة الحج,٥]

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah [QS Al Hajj5]

 1) Jiwa/Mental didalam Rahim

Jiwa ini adalah jiwa awal, jiwa yang baru bersaksi akan adanya Allah SWT dan Muhammad adalah kekasih Allah, jiwa ini baru menerima Amanah Allah SWT, sangat berserah diri kepada Allah SWT. Segala sesuatu masih tergantung kepada sang Pencipta, mereka akan diam/puas jika memperoleh cukup makan, belaian kasih sayang dan perlindungan dari orang tua, sesekali menasehati ibunya agar tetap sehat, karena jika tidak maka akan berakibat buruk kepadanya, dan memacu sang ayah agar tetap menafkahi mereka dengan cara yang halal. Secara relatif bebas dari rasa tegang dan cemas. Mereka akan tegang dan cemas jika sang ibu tegang dan cemas. Menolong orang tua mereka dengan cara diam dan bergerak saat dibutuhkan, belum memiliki rasa kecewa, pembawa kedamaian, mempunyai rasa kasih sayang yang besar.

 2) Jiwa/Mental bayi yang baru lahir

Jiwa bayi tertumpu pada perasaan saling memiliki, berkumpul bersama teman/berkelompok mereka. Mereka ingin belajar tentang aturan, peran, hubungan serta struktur sosial. Mereka cenderung mematuhi, disiplin, dan memiliki nilai yang kuat. Jiwa baru lahir cenderung lucu, bersemangat, lugu, dan kadang liar, namun pada saat yang sama sangat berorientasi pada keluarga dan berhati-hati dalam beberapa kasus sangat mementingkan kecantikan/penampilan.

Orang tua atau guru sangat berperan seperti malaikat penjaga yang bisa membimbing mereka tentang tata cara berhubungan dengan Allah SWT dan berhubungan dengan orang tua. Rasa kasih sayang masih tergantung kepada lingkungan yang membimbingnya.

Mereka belum bisa menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan, meskipun kenyataan itu buruk baginya. Cepat puas akan hasil jerih payah usahanya.  Merasa lebih puas menerima dari pada memberi, mulai mengenal rasa tegang dan cemas. Mulai belajar tolong menolong dan saling memuaskan. Kekecewaan mudah di dapat tetapi mudah pula hilang, kekecewaan belum dipakai sebagai pelajaran di kemudian hari. Mudah berkonflik tapi mudah juga berdamai.

 3) Jiwa/Mental remaja dan muda

Jiwa ini adalah jiwa peralihan, mudah terombang ambing tergantung lingkungan tempat mereka tumbuh, suka pada kemerdekaan, kemajuan pribadi, kreatif memiliki keinginan untuk belajar, mengembangkan diri, dan mengekspresikan kehendak bebas mereka. Mereka ambisius, inovatif, giat, kadang-kadang egois dan berapi-api. Jiwa berorganisasi mulai terlihat. Sudah mulai mandiri dalam segala hal termasuk mulai mencari nafkah, kadang lalai saat berhubungan dengan Allah SWT, mementingkan silaturahim dengan lingkungan luar rumah di banding kan dengan silaturahim bersama keluarga di dalam rumah. Mulai menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan walaupun kadang-kadang goyah, gampang kecewa. Sangat bangga dengan hasil jerih payah usahanya. Merasa lebih puas memberi dari pada menerima. Mulai gampang tegang dan cemas. Suka tolong menolong dan saling memuaskan. Berulang kali membuat kesalahan, kurang belajar dari pengalaman sebelumnya. Ego kelompok dan solidaritas cukup tinggi, terlalu gampang di arahkan dengan logika berpikir. Agama yang digunakan baru sebatas identitas, belum menjadi kebutuhan untuk ketenteraman dan ketenangan psikis

 4) Jiwa/Mental dewasa

Allah SWT mulai meringankan perhitungan amal mereka, karena ada sebagian mereka yang mampu beriman, membentuk keluarga baru, mencari nafkah, mencari keharmonisan dalam hidup mereka dan memiliki fokus pada hubungan, kesadaran diri, dan berempati dengan orang lain. Mereka sensitif, diplomatik, dan kadang-kadang sedikit neurotic.  Dapat menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan, meskipun kenyataan itu buruk baginya. Memperoleh kepuasan dari hasil jerih payah usahanya. Merasa lebih puas memberi dari pada menerima. Secara relatif bebas dari rasa tegang dan cemas. Berhubungan dengan orang lain secara tolong menolong dan saling memuaskan. Menerima kekecewaan untuk dipakainya sebagai pelajaran untuk di kemudian hari. Menjuruskan rasa permusuhan kepada penyelesaian yang kreatif dan konstruktif. Mempunyai rasa kasih sayang yang besar. Mulai mencintai pencipta mereka, berserah diri kepada Allah SWT

5) Jiwa/Mental tua

Orang yang berjiwa tua memiliki sifat lebih spiritualis, kedamaian batin, semakin konsisten mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, atau mementingkan perasaan kesatuan universal dan saling keterkaitan dengan sesama makhluk. Mereka bijaksana, sadar lingkungan sekitar, dan tidak terikat dengan hal-hal. Mereka cenderung soliter, pendiam, dan filosofis. Mereka dapat menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan, meskipun kenyataan itu buruk baginya, Sangat puas tentang hasil jerih payah usahanya. Merasa lebih puas memberi dari pada menerima. Bebas dari rasa tegang dan cemas. Berhubungan dengan orang lain secara tolong menolong dan saling memuaskan. Menerima kekecewaan untuk dipakainya sebagai pengalaman untuk di pelajari dan dibagikan kepada generasi berikutnya, menyelsaikan konflik dengan kreatif dan konstruktif. Mempunyai rasa kasih sayang yang besar.

 Usia Biologis/kebugaran

Usia biologis/usia kebugaran, adalah perhitungan usia berdasarkan kematangan biologis yang dimiliki oleh seseorang, Ada beberapa hal yang ikut diperhitungkan dalam menentukan umur biologis seseorang. Diantaranya Body Mass Index, kesehatan umum, kesehatan mental, racun yang diterima tubuh Anda (misal: rokok, polusi, dll), dan gaya hidup. Apabila Anda memiliki umur biologis yang lebih besar dibandingkan umur kronologis Anda, maka Anda memerlukan perbaikan kesehatan dan gaya hidup Anda.

Sekumpulan ilmuwan yang berasal dari University of Science and Technology Norwegia menemukan sebuah kalkulator kebugaran yan bisa menilai usia kebugaran seseorang. Kakulator ini menggunakan latihan fisik sebagai dasar pelaksanaan utamanya. Dalam penghitungan tersebut mereka memakai lima parameter untuk menghitung usia kebugaran. Praktisnya ada 2 cara untuk mengetahui yakni

  • Berlari di atas treadmill sampai lelah. Lalu dilanjutkan dengan mengukur VO2 Max, atau asupan maksimal oksigen anda, gunanya untuk mengetahui sebaik apakah oksigen yang dihirup dapat ditranfer ke tiap sel tubuh anda. Pada sebuah studi lainnya, mengukur VO2 Max bisa digunakan untuk mengukur umur kebugaran seseorang
  • Untuk anda yang tidak punya treadmill silahkan menggunakan lima parameter, yaitu lingkar pinggang, detak jantung saat istirahat, intensitas dan tingkat olah fisik, seks dan umur. Anda bisa memasukkan ke dalam kalkulator dengan menggunakan lima parameter tersebut untuk mendapatkan hasilnya. Data dari kalkulator ini adalah ukuran VO2 Max seseorang, indikasi pengukuran, usia kebugaran dan kondisi anda

Kalkulatornya ada pada tautan ini ;   https://www.ntnu.edu/cerg/vo2max

Hasil yang didapat memang tidak selamanya menyenangkan, namun dari hasil tersebut anda bisa mulai untuk menjalani hidup sehat agar tubuh anda tetap sehat dan bugar sampai usia tua. Usia kebugaran ini bisa kita gunakan sebagai parameter utama terkini dalam pengukuran usia dan kesehatan kita di masa yang akan datang.

Jika memang hasilnya kurang menyenangkan maka itulah tandanya bahwa Anda harus segera menjalani hidup yang lebih sehat, dengan makan makanan yang sehat dan rutin berolahraga.

FunFact: Menurut survey The New Yorker Health for Future tahun 2011, sebanyak 86% dari ragam responden yang terdiri dari kalangan eksekutif muda mengeluhkan tulang belakang terasa ngilu, otot leher yang kaku, sampai metabolisme yang tidak lancar. Akhir dari penelitian tersebut juga cukup mengejutkan karena 6 dari 20 orang responden divonis mengidap bermacam penyakit kronis.

Tanda-tanda sehat/bugar

Tubuh yang sehat ditentukan oleh pola makan yang tepat, aktivitas fisik. Berikut ini tanda-tanda yang dimiliki seseorang jika bertubuh sehat, seperti dikutip dari Livestrong, Sabtu (10/9/2011) yaitu:

  • Tanda-tanda vital menunjukkan angka normal Saat tekanan darah, denyut nadi dan suhu tubuh diukur akan menunjukkan angka yang normal. Tubuh yang sehat umumnya memiliki tekanan darah sekitar 120/80 mmHg, pernapasan sekitar 12-18 napas per menit, denyut nadi antara 60-80 per menit serta suhu tubuh antara 36-37 derajat celsius.
  • Punya energi yang cukup untuk melakukan tugas harian Tubuh yang sehat akan membantu seseorang mempertahankan tingkat energinya. Ketika seseorang mendapatkan nutrisi yang tepat, cukup tidur dan berolahraga secara teratur maka tubuh akan memiliki energi yang cukup untuk melakukan semua tugas sehari-hari. Sedangkan masalah yang biasa muncul seperti kelelahan biasanya disebabkan oleh kondisi tubuh yang kurang tidur, sedangkan perubahan tingkat energi yang terjadi secara mendadak sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter untuk mencaritahu penyebabnya.
  • Kondisi kulit, rambut dan kuku Beberapa tanda kesehatan kadang bisa terlihat dari kulit, rambut dan juga kuku. Hal ini karena masing-masing bagian tubuh ini membutuhkan tingkat nutrisi seperti protein dan zat besi yang tinggi agar bekerja secara optimal. Jika asupan nutrisinya kurang maka kulit akan terlihat kusam dan kotor, kuku menjadi rapuh atau mudah patah dan rambut rentan mengalami kerusakan atau rontok. Jika melihat kondisi tersebut cobalah memperhatikan pola makan yang dijalani.

Manfaat usia biologis/bugar yang muda

Usia bugar yang muda mempengaruhi usia kronologis lebih panjang. Ray Schilling, M.D dari Universita Tubingen menjawab pertanyaan tentang rahasia panjang umur atau hidup lebih lama

  • Anda ingin tetap aktif setiap hari walaupun saat anda pensiun . Anda ingin bergerak dan menjaga pikiran Anda sibuk . Penting untuk melakukan latihan rutin setiap hari untuk menjaga otot-otot kencang, demi mencegah ketidak bugaran di masa depan
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung lebih sedikit daging, banyak sayuran dan serat. Hal ini membuat kolesterol anda rendah, arteri terbuka dan metabolisme terkendali, mencegah diabetes. Jika anda tidak obesitas dan anda tidak memiliki diabetes, anda akan baik-baik saja dengan sistem kardiovaskular anda selama beberapa dekade yang akan datang. Indeks massa tubuh ideal Anda harus dalam kisaran 21-22, anda bisa mencapai hal ini dengan mengkonsumsi makanan yang sebutkan tadi, menghindari gula dan makanan bertepung.
  • Sikat gigi setiap hari . Ini akan mengontrol bakteri dalam mulut anda dan mencegah bakteri-bakteri tersebut masuk ke dalam darah Anda, ini mempengaruhi katup jantung anda. Penelitian telah menunjukkan bahwa hal ini mencegah serangan jantung.
  • Kunjungi segera dokter anda jika ada lesi kulit baru atau apapun yang berbeda dalam tubuh Anda dari kondisi sebelumnya. Pengangkatan kanker secara dini dan pengobatan kondisi medis awal selalu lebih mudah untuk mengobati daripada menunggu sampai berada di luar kendali. Terutama dengan pengobatan kanker pada tahap awal, yang biasanya hanya melibatkan prosedur pembedahan kecil , ini akan membuat anda berusia lebih lama.
  • Waspadai perilaku yang merugikan seperti merokok (hentikan itu!), asupan alkohol dan narkoba/obat penenang. Merokok menyebabkan serangan jantung, stroke, dan kanker, yang mempersingkat hidup anda. Narkoba/obat penenang hanya mengganggu zat kimia tubuh Anda dan memiliki efek samping. Hentikanlah itu semua jika anda menginginkan hidup lebih lama dari 100 tahun. Hentikan mengkonsumsi alkohol jika Anda ingin mempertahankan hati anda, yang merupakan organ metabolik pusat anda. Tidak ada yang pernah meninggal karena tidak mengkonsumsi alkohol.
  • Tidurlah secara teratur, memiliki pandangan optimis terhadap kehidupan dan memiliki hubungan yang baik dapat membantu untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang kuat dan hormon anda seimbang. Hal ini pada gilirannya akan membuat anda sehat secara emosional dan fisik.

 

Kesimpulan

Setelah mengetahui kajian tentang usia yang di tinjau dari dalil Aqli (akal) maupun dalil Naqli maka keputusan ada di tangan anda, anda mau pilih yang mana? Merayakan usia kronologis yang kurang bermakna di hadapan Allah SWT? atau menjaga usia kebugaran/biologis anda agar semakin muda/bugar? atau mendapat penghargaan tinggi dari Allah SWT dengan senantiasa memiliki usia mental yang dewasa dan tua?

 

Salam

Fadli

 

Sumber ; dikaji dari berbagai sumber

Posted in Artikel Orang lain, Islam, Membaca Al-Qur'an, Uncategorized

Membaca Al-Qur’an (bagian 2)

Salam

Al-Qur’an di turunkan

Al-Quran itu di turunkan pada Lailatul Qadar, dan Lailautul Qadar itu adalah 17 Ramadhan sebagaiman firman-Nya

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ ١  وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ ٢  لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ ٣ تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرٖ ٤  سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ ٥ [سورة الـقدر,١-٥]

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu.Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar [QS Al Qadr,1-5]

Pertanyaan kritis, jika kita sudah tahu malam nuzulul quran ada di setiap 17 ramadhan lantas buat apa bersusah payah i’tikaf sampai ‘ngekos’ dimesjid selama semingguan lebih di 10 malam akhir ramadhan untuk meraih lailatul qadr?

Berdo’a, Membaca dan memaknai

Terlepas dengan adanya kemampuan untuk mensucikan diri, kita dianjurkan agar senantiasa berdoa sebelum membaca Al Quran

Sebagaimana Firman Allah SWT, pada Surat Tha Ha ayat 114

فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡحَقُّۗ وَلَا تَعۡجَلۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مِن قَبۡلِ أَن يُقۡضَىٰٓ إِلَيۡكَ وَحۡيُهُۥۖ وَقُل رَّبِّ زِدۡنِي عِلۡمٗا ١١٤

Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur´an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”

Dari doa yang Allah ajarkan itu nampak isyarat bahwasanya Al Quran penuh dengan ilmu pengetahuan, Mungkin kita sulit untuk memahami ayat-ayatnya apalagi berhadapan dengan ayat-ayat mutasyaabihaat (samar-samar), tetapi Allah maha Melihat apa yang kita kerjakan, Allah maha Tahu apa yang kita inginkan, sampai tiba saatnya nanti Insya Allah DIA akan menjelaskannya kepada kita, sekali lagi dengan caraNya yang kita tidak ketahui sebelumnya. Bisa jadi dengan cara dipertemukan dengan orang-orang yang berbicara tentang hal yang belum kita ketahui tersebut, mungkin juga Allah memperlihatkan sebuah peristiwa yang bisa menjelaskan ayat yang belum kita ketahui itu, bahkan mungkin pula kita akan mengalami peristiwa bathiniah dimana kita mampu melihat peristiwa gaib yang menjadi penjelasan dari ayat yang belum kita ketahui tersebut..dan lain sebagainya..Agar mendapatkan ilmu dan hikmah dari Al Quran hendaklah kita tidak tergesa-gesa ketika membacanya. Pada masa kenabian, Rasulullah dilarang tergesa-gesa membacakan Al Quran kepada manusia sebelum selesai diwahyukan agar apa yang dibacanya tersebut dapat dipahami oleh orang lain dan maknanya tepat sesuai apa yang dikehendaki oleh Allah. Sedangkan pada saat sekarang ini, larangan tergesa-gesa itu bermakna agar kita tidak langsung mengambil suatu kesimpulan terhadap makna yang kita dapatkan dari suatu ayat yang kita baca, sebab akan dijelaskan lagi lebih jauh oleh ayat-ayat yang lainnya. Boleh membuat catatan, namun catatan kita bukanlah suatu kesimpulan. Kesimpulan boleh ada setelah kita memahami semua ayat Al Quran, dimana pemahaman dari satu ayat tidak bertentangan dengan pemahaman di ayat yang lain. Olehnya itu setiap kita membaca Al Quran, hendaklah kita bermohon kepada Allah agar menambahkan ilmu kepada kita sesuai do’a pada ayat di atas..Rabbi Dziqni Ilman..Wardzuqni Fahman..Aamiin :)–

Maha Nyata Allah atas segala Kuasa-Nya

Fadli

Catatan ; Tulisan ini di salin dari karya saudara sekeyakinan ES EM