Posted in Membaca Al-Qur'an

Stop salah kaprah

1)Yang mulia itu bukan mengucapkan 2 kalimat Syahadat, tapi berSAKSI Tauhid dan Saksi Muhammad

2)Yang mulia itu bukan mengeluarkan besarnya Zakat tapi MENGENAL ZAKAT itu sendiri

3)Yang mulia itu SHALATnya bukan Dzuhur,Ashar, Maghrib, Isya, Subuh. Jadi tak perlu sedih kalo dzuhur berlalu dan ashar menjemput,Ashar berlalu Maghrib menjemput dst, yang perlu prihatin kalo selepas Shalat malah merugi, setelah Shalat malah munkar merajalela dan ma’ruf sesuai keinginan hati

4)Yang mulia itu PUASA (SHIYAM + SHAUM) bukan Sya’ban apalagi Ramadhan. Jadi tak perlu sedih kalo Ramadhan (waktu) berlalu. Ramadhan (waktu) tak pernah berlalu yang berlalu adalah manusia. Yang perlu prihatin kalo selepas Puasa kita malah mengumbar nafsu, mempromosikan kebencian, menambah daftar panjang Islamphobia.

5)Yang mulia adalah MENGENAL HAJI sebelum berhaji. Dalam beberapa hadits Rasulullah SAW bersabda tentang hubungan sakralnya Rumah tangga dengan amaliah haji, hubungan pentingnya bertetangga dengan amaliah haji,hubungan mengenal diri dengan amaliah haji

Yang mulia itu adalah mengenal manusia dan perilaku positif manusia, bukan waktu. Waktu hanyalah penanda adanya peluang keistimewaan yang bisa diperoleh manusia untuk amaliah.

Wallahualam bissawab

هُوَ اْلأَوَّلُ وَاْلأَخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Dialah Allah, Al-Awwal (Yang Pertama) dan Al-Akhir (Yang Akhir), Azh-Zhahir (Yang paling atas/zhahir) dan Al-Bathin (Yang paling bathin). Dan Dia ‘Aliim (Maha mengetahui) terhadap segala sesuatu. (Al-Hadid : 3)

Advertisements
Posted in Membaca Al-Qur'an

Puasa, untuk apa?

Puasa

Anak ; ayah, kata ustad, kalau puasa di bulan ramadhan pahala nya banyak dan berlipat ganda

Ayah ; Betul, nak. Tapi pahala bukan inti puasa

Anak ; Apa dong inti puasa, ayah?

Ayah ; Anakku, kata Allah Puasa mu itu untuk-Ku. Kata Nabi SAW, Puasalah kamu supaya sehat. Itu inti puasa, nak. Jangan berharap pahala.

Anak ; Tapi Ayah, pahala kan penting untuk bekal ke Surga.

Ayah ; Betul, nak. Catat ya. Ayah melatih kamu berpuasa bukan untuk mendapatkan surga agar kamu mendekap bidadari. Ayah melatih kamu berpuasa agar kamu mampu berdekap dengan Allah.Mana yang lebih nikmat, didekap bidadari atau Allah, nak?

Anak ; berarti pahala tak ada gunanya dong ayah?

Ayah ; tetap ada, anakku. Ibarat sekolah, kamu belajar dan menghadapi ujian, itu ada nilainya. Nilai inilah bisa diibaratkan pahala. sedangkan Memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman bersosialisasi itu inti kamu bersekolah. Bukan nilai bukan pula ijazah. Kalau kamu cerdas kamu bisa didekap Allah.

Anak ; Terima Kasih, Ayah.

Ayah; Ayah yang berterima kasih karena percakapan ini mencerdaskan kita semua

Anak ; Semoga kita didekap Allah, ayah.

Ayah ; Amin

Wasalam

Faduli

Posted in Membaca Al-Qur'an

Hilal

Kalender Hijriah dimulai dengan bulan Muharam, Ramadhan adalah bulan yang ke – 9. Mengapa kita tidak melakukan Isbath (musyawarah) pada awal muharam (tanda awal tahun), jika bulan yang menjadi satelit bumi diatas sana menjadi panduan?
Bukankah bulan tetap berotasi dan berevolusi? Jika iya ada isbat di awal hijriah maka mengapa kita perlu melakukannya lagi sekarang?
tradisi Isbat (musyawarah ru’yah vs hisab) itu baik tapi yang terpenting adalah hasilnya bisa dipertanggung jawabkan. Ingat di pengadilan akhirat nanti kita pasti di minta pertanggung jawaban, sangat simpel pertanyaan yang akan muncul, apakah benar kita adalah sebenar-benar SAKSI yang menyaksikan/menghitung ketepatan adanya HILAL?

Salam

FU

Posted in Membaca Al-Qur'an

Balada negeri Para pencari Tuhan

Kaum Smith adalah kaumnya Nabi Ibrahim AS. Kaum ini adalah cikal bakal kaum Arab dan Kaum Israil (Israel).
Nabi Ismail AS (Putera nabi Ibrahim AS) dihijrahkan oleh Nabi Ibrahim AS ke Mekkah dan selanjutnya ada keturunan nabi Ismail AS yang hijrah ke PALESTINA, sedangkan nabi Yakub AS bin Ishak AS bin Ibrahim AS hijrah ke Mesir dan selanjutnya ke negeri yang sekarang kita kenal ISRAEL + PALESTINA. Keturunan Ismail AS di Arab melahirkan kaum Arab. Keturunan Yakub AS (Kemenakan Ismail AS) melahirkan kaum Israel.
Bani Israel (Isra + Il) secara terminologi adalah Kaum Pencari Tuhan.
Bani Palestina (filistin atau falaisa + thin) secara terminologi adalah kaum pengembara atau kaum tanpa tanah. Sejatinya warga Israel dan warga Palestina mereka semua adalah imigran atau pendatang di kedua negara tersebut.
Di Israel ada Yahudi, Islam, Kristen dan agama leluhur warga asli. Palestina pun demikian.

Saya membela Palestina atas nama kemanusiaan. Bukan karena alasan kesamaan agama. Disana ada penindasan oleh pemerintah Israel.
Di sisi lain saya menentang kelompok-kelompok di Palestina yang tidak bersatu ada yang tamak dan cenderung menempatkan kelompok rentan menjadi tameng. Kaum Arab yang tersebar di 22 negara pun tidak bersatu. Mereka mestinya mendukung Palestina tetapi tidak. Terlepas dari kebengisan, kebiadaban, ketamakan saya salut dengan langkah Israel melindungi warganya. Catatan lain Israel di dukung oleh Amerika Serikat.

Seruan mendukung Palestina buat saya adalah seruan untuk mengakhiri penindasan, caranya adalah dengan berseru, do’a dan saya melakukan praktek cerdas untuk tidak menjadi penindas.
Seruan ini bukan seruan anti Yahudi ataupun anti Kristen, ataupun anti Israel. Seruan ini adalah seruan anti Tirani oleh elit-elit yang tamak dan tak memiliki RASA KEMAMUSIAAN

Yang paling terkini adalah dengan di blokirnya Masjid Al-Aqsa oleh pemerintah Israel, SAYA MARAH akan tetapi saya mesti konsisten. Cermatnya, belajar dari situasi di negeri lahirnya para Nabi jika di refleksikan ke negara tercinta Indonesia maka ;
1) Segala bentuk penindasan, ketamakan dan kepalsuan oleh siapa saja mesti di lawan. Jangan mau ditindas koruptor, teroris atau diktator (baik didaerah maupun pusat, di lembaga manapun)
2) Jika saya marah Mesjid Al Aqsa di blokir, mestinya saya pun marah jika ada Masjid Syiah, Masjid Ahmadiyah, Gereja dan tempat ibadah lain yang di bakar ataupun di blokir. Setiap orang memiliki hak Ibadah dan hak memiliki tempat ibadah.
3) Penjajah ada karena pihak yang dijajah tidak bersatu. Jangan mau di jajah negara lain.
4) Hawa nafsu yang tidak di kontrol menjadi awal kehancuran individu maupun bangsa

akhirnya saya menundukkan kepala sembari ;
Berdoa yang terbaik untuk kelompok-kelompok yang sementara ditindas baik dinegeri ini ataupun negeri-negeri lain dimuka bumi ini, terutama kelompok rentan dan termarjinalkan semoga ujian ini disikapi sebagai pertolongan Tuhan. Dan semoga korban-korban penindasan mendapat hadiah terbaik yakni kedamaian dunia- akhirat

Berdoa untuk.para penindas, semoga diberkati sehingga kebijakan mereka adalah kebijaksanaan yang berbuah damai dan sejahtera

Berdoa kepada Tuhan, Janji-Mu itu nyata, dalam.beberapa firman-Mu engkau berkata bahwa siapa menanam dia yang akan menuai.
Awal Engkau, akhir pun Engkau.
Lahir Engkau, Bathin pun Engkau. Dan Engkau Maha Mengetahui

Wasalam
FU

Posted in Membaca Al-Qur'an

Tips merespon krisis kemanusiaan Rohingya

Tips ini hanya untuk orang cerdas dan meyakini hanya ada 1 ras yakni ras manusia.

Krisis kemanusiaan Myanmar yang terjadi saat ini menyita perhatian sebagian masyarakat di Indonesia, ASEAN dan dunia internasional.
Ada banyak cerita, fakta,mitos, kepentingan, dalam peristiwa ini. Sebagian masyarakat muslim di Indonesia terpanggil rasa simpati dan empati karena etnis Rohingya terusir, pegiat HAM terpanggil menginvestigasi atas apa yang terjadi, pegiat perdamaian mulai mencari cara berkontribusi dan sebagainya.

Saya tak akan rinci tentang Rohingya, Ma ba tha, ARSA ataupun latar belakang krisis, karena saya belum.pernah ke Myanmar, walau punya teman orang Myanmar. Saya hanya mengajak MANUSIA BERAKAL dan BERAGAMA untuk CERDAS menyikapi suatu krisis kemanusiaan.

Berikut tips 3 K , Kaji-kelola-kontrol untuk setiap krisis kemanusian termasuk apa yang terjadi terhadap etnis Rohingya

1) Kaji
Apa yang terjadi ketika krisis terungkap? Ya benar, yang terjadi adalah informasi berseliweran. Informasi datang dari mana saja, ada yang fakta, rumor, opini, kabar bohong. Informasi di kemas sesuai kepentingan penyebar. Contoh ; yang terekspos adalah Rohingya (Muslim) terusir dari Rakhine, padahal penganut Budha pun terusir. Pihak pemerintah Myanmar menyatakan ARSA adalah teroris, masyarakat Myanmar non Rohingya mengatakan bahwa Rohingya tak pernah ada, yang ada adalah migran Bengali. Di sisi lain ARSA menyatakan tidak tekait dan tidak berafiliasi dengan jaringan teroris manapun, masyarakat Rohingya meyakini bahwa nenek moyang mereka telah menetap di Rakhine sejak 300 tahun yang lalu.
Sebagian kita ada yang ingin mengkonsumsi informasi sesuai keinginannya bukan berdasarkan fakta. Sebaiknya mari mengkaji informasi sesuai fakta dari orang atau media yang memiliki kredibilitas tinggi, atau yang paling sedikit bohongnya. Dan kalaupun anda ingin menyebar informasi maka sebaiknya dari sumber yang kredibel. Jika tidak kredibel maka andapun tidak kredibel. Hati-hati, jika salah menyebar berita anda bisa jadi menyebar kabar bohong bahkan fitnah. Untuk memupuk kredibiltas anda maka berhentilah mengkonsumsi berita tidak kredibel dari siapa saja.

2) Kelola
Apa yang terjadi selanjutnya? Ya benar, ribuan informasi pasti anda terima mulai dari ;

  • konteks krisis berupa sejarah krisis, aktor krisis, korban krisis, dampak krisis, wilayah krisis dsb akan tersaji, sekali lagi akan ada banyak versi.
    Tips ; berpikirlah jernih, gunakan hati dan akal sebelum bertindak dan mengambil keputusan menyalurkan informasi
  • Geliat respons tokoh-tokoh politik lokal, regional dan dunia.
    Politisi dunia pun bisa marah dan salah dalam merespon krisis, mereka kadang mengecam aktor krisis, akibatnya bisa berdampak negatif terhadap korban krisis. Contoh ; Tim.pencari fakta PBB tidak mendapat visa ke Myanmar untuk melakukan investigasi karena hasil laporan investigasi kasus serupa berat sebelah dan tidak terkonfirmasi dari pihak pemerintah Myanmar.
    Tips ; Mari budayakan prinsip saya menang, anda menang, kita semua menang, kemanusiaan menang.
  • Propaganda untuk meraih simpati dan empati, atau sebaliknya propaganda yang membuat anda ‘nyinyir’, benci atau muak
    Akan ada banyak.aksi simpati dan empati atau aksi sebaliknya, hal ini normal. Propaganda bisa melalui media daring ‘mainstream’ ataupun media sosial, ada dalam.bentuk.ulasan, berita, talk show, video, foto, meme atau media offline aeperti demonstrasi, aksi doa bersama lintas agama, anjangsana antar ulama lintas agama.
    Tips ; Propaganda ada yang positif dan ada yang negatif, jika anda ingin terlibat dalam satu propaganda maka gabunglah ke dalam ranah yang positif jangan sebaliknya, contoh aksi simpatik terhadap Rohingya di depan kedubes Myanmar tetapi anggota aksi malah membakar bendera Myanmar, tahukah si pembakar bendera itu bahwa etnis Rohingya sedang memperjuangkan hak dasar mereka yakni memiliki kewarga negaraan Myanmar? Bagaimana bisa dia bilang simpatik tetapi membakar bendera negara mereka? Etnis Rohingya belum seberuntung etnis keturunan India, etnis keturunan Arab, etnis keturunan Tionghoa yang telah diakui kewarga negaraan mereka di negara-negara ASEAN.
    Tips berikutnya adalah bersikaplah positif dan simpatik. Lihatlah ke sekeliling kita, aksi simpatik atau aksi untuk mengundang kebencian tidak hanya dilakukan oleh kaum segolongan tetapi juga dari golongan lain. Contoh ; Ada penganut Budha yang menggalang dana untuk Rohingya kemudian menyalurkan melalui MUI. Contoh lainnya adalah ada umat Islam yang ikutan nyinyir terhadap apa yang terjadi terhadap etnis Rohingya
  • kampanye penggalangan dana, sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk berkontribusi mengatasi krisis
    Masih ingat Tsunami Aceh pada tahun 2004? Setelah tsunami, ikutannya adalah tsunami air mata, lalu tsunami simpati, kemudian tsunami uang, tsunami.sumber daya, tsunami masalah dan tsunami solusi.
    Inilah yang akan terjadi dengan krisis kemanusiaan di Myanmar dan krisis-krisis lainnya. Mengingat krisis Rohingya mengundang banyak simpati di Indonesia maka dampak ikutannya adalah akan ada banyak sumbangan yang akan digalang dan pasti tergalang oleh banyak pihak kepada berbagai pihak.
    Tips ; Jika anda ingin menggalang dana, maka pastikan dana yang di galang tersalur kepada masyarakat korban krisis
    Jika anda ingin berdonasi maka kenalilah kredibilitas, akuntabilitas dan profesionalitas lembaga kemanusiaan penggalang dana sebelum.berdonasi. Anda bisa cek le website lembaga tersebut atau tanyalah kepada pegiat kemanusiaan. Beberapa ornop ( Organisasi non pemerintah) asli Indonesia tergabung dalam Humanitarian Forum Indonesia diantaranya Rumah Zakat, Baznas, Muhammadiyah DMC, LPBI NU, DMC Dompet Dhuafa, PKPU,Karina, Rebana, Wahana Visi Indonesia dan lain-lain. Ada juga MER-C yang khusus bergerak di wilayah konflik.
    Berdonasilah untuk aksi kemanusiaan karena berdampak signifikan terhadap pemenuhan hak asasi manusia dan kebutuhan dasar + sekunder korban krisis. Jangan berdonasi untuk kombatan karena akan sia-sia. Para kombatan tidak akan berhasil menembus wilayah konflik dan kalaupun tembus malah berkontribusi negatif akan proses rekonsiliasi, rekonsiliasi dibutuhkan agar korban konflik bisa kembali damai di Myanmar
    Jika anda hanya menonton tentang penggalangan dana ini, maka diamlah, jangan nyinyir apalagi meledek.
    Tak usahlah ada pernyataan, penggalangan dana untuk negeri seberang di lakonin tapi negeri sendiri di abaikan. Berhentilah seperti itu, karena memperkeruh suasana. Sebaiknya gunakan bahasa merangkul. Hal Ini sudah alamiah, penggalangan dana ada jika ada krisis, semakin masif maka dana semakin banyak terkumpul. Contoh ; koin untuk Prita, koin untuk KPK dll lebih cepat terkumpul jika dibandingkan dengan koin untuk jembatan penyeberangan anak sekolah di Kalimantan, tanya kenapa Boleh bertanya tapi jangan memperkeruh
  • Kabar tentang respon pemerintah
    Pro dan kontra akan tindakan pemerintah pasti ada, Maklum.politik, kepentingan golongan diatas segalanya.
    Tips; Jika program.pemerintah berkontribusi positif terhadap penyelesaian krisis maka mari kita dukung, kepentingan KEMANUSIAAN lebih diutamakan dibanding kepentingan golongan apalagi demi kepentingan ego kita.
    Pemerintah RI dan 11 ornop membuat AKIM, Menlu RI sudah ke Myanmar dan Bangladesh, hal ini baik adanya. Mari kita dukung langkah selanjutnya

3) Kontrol
Saya manusia, anda manusia, mereka yang berkonflik juga manusia.
Tips ; sebaik-baik manusia adalah berguna positif bagi manusia lainnya.

Saya bukan politisi, akademisi dan peneliti konflik. Saya hanyalah pegiat kemanusiaan yang berdomisili di kota kecil yang berharkat besar

Semoga tips diatas bermanfaat

Wasalam
FU

Posted in Membaca Al-Qur'an

KHILAFAH

Kata khilafah akhir-akhir ini menjadi polemik ditengah tengah sebagian kita. Ada yang alergi karena kurang paham atau mungkin paranoid sehingga menyebut khilafah adalah dosa atau makar terhadap negara. Ada juga yang menganggap bahwa dia benar paham padahal salah paham, ada yang meyakini bahwa khilafah itu hanya istilah yang bisa berbentuk apa saja, dan ada juga yang berpendapat bahwa setiap kita adalah pemimpin.

Khilafah berasal dari kata bahasa Arab al-khalfu; khalafa ; yang berarti belakang, kata ini lalu berkembang menjadi khalfun, khalifah, Khilafah, khalaif, dan khulafa yang bermakna pengganti generasi, pemimpin dan pewaris bumi. Kha-la-fa dalam arti kepemimpinan terdapat dalam Al-Qur’an dengan makna generasi pengganti.

Sistem khilafah atau khalifah tidak ada yang baku dalam Al-Qur’an dan Hadits. Yang termaktub dalam Al-Quran dan Hadits/Sunnah adalah sikap bertata negara, kriteria pemimpin dan siapa memimpin siapa.

Saya coba pilah dari beberapa perspektif

Perspektif 1; Yang Salah Paham
Belakangan ada gerakan yang salah paham, dengan mengaitkan bahwa khilafah/khalifah adalah kewajiban buat umat Islam yang mendiami satu wilayah. Umat Islam wajib dipimpin oleh Muslim dan berlandaskan Syariah Islam. Golongan ini merujuk pada sistem tata negara Khulafaur Rasyiddin( 4 sahabat). Saat itu negeri Islam di pimpin oleh Khalifah, masyarakatnya heterogen, ada Islam, Kristen, Yahudi dan pemuja berhala.
Padahal jika di runut sejarahnya sistem kekhalifahan pada 4 sahabat pun berbeda. Apalagi jaman khalifah sesudahnya.
* Khalifah Abu Bakar Assiddiq RA menggantikan Rasulullah SAW dengan cara di pilih oleh sahabat-sahabat Rasulullah, wilayah kekuasaan masih di semenanjung Arab, Suriah,Irak, Iran. Sistem pemerintahan sentral, edukatif,yudikatif dan legislatif ada ditangannya, namun beliau selalu berkonsultasi sebelum membuat keputusan. Di jamannya ada banyak pemberontakan dan gerakan murtad kaum munafik.
* Khalifah Ummar bin Khattab RA di tunjuk oleh Khalifah Abu Bakar RA sebelum beliau mangkat, khalifah Ummar bin Khattab mulai ekspansi wilayah Arab hingga ke jazirah Eropa bahkan Afrika. Sistem desentralisasi mulai di lakukan beliau. Negeri-negeri yang tunduk dibuat laksana Provinsi yang di pimpin oleh seorang khalifah, para khalifah ini ditunjuk oleh khalifah Ummar RA. Administrasi pemerintahan diatur menjadi delapan wilayah provinsi: Makkah, Madinah, Syria, Jazirah Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir. Sistem administrasi ini mengadopsi sistemnya Imperium Persia (Iran kuno). Eksekutif dan Yudikatif mulai dipisahkan.
* Khalifah Utsman bin Affan RA, beliau di pilih oleh tim formatur, wilayah kekuasaan kurang lebih sama dengan wilayah kekuasaan jaman khalifah Ummar RA + Afrika Utara, Armenia hingga Asia Tengah (Azerbaijan)
* Khalifah Ali bin Abi Thalib RA dipilih dan di baiat oleh Zubair bin Awam RA dan Thalha bin Ubaidilah beserta pejuang perang badar. Wilayah kekuasaan sama dengan jaman khalifah Utsman RA hanya saja mulai terjadi perpecahan di tandai dengan pemberontakan Turki.
* khalifah- khalifah silih berganti sepeninggal khalifah Ali RA, akan tetapi perpecahan semakin sering terjadi. Wilayah kekuasaan semakin mengecil dan sistem pemerintahan di bentuk sesuai kehendak khalifah atau golongan yang dominan saat itu.
* Seiring perkembangan jaman, negara-negara Islam yang terpecah ada yang menganut sistem kerajaan, sistem emirat, sistem kesultanan dan Republik.
* Negara- Negara Islam mencoba konsolidasi lewat Liga Arab , OKI dan lain-lain
* Di Nusantara ( sebelum Indonesia Merdeka) ada kerajaan Hindu, Kerajaan Islam dan Kesultanan Islam. Kesultanan Islam pun berbeda, ada yang menganut sistem putera Mahkota sebagai penerus Sultan, ada yang menganut sistem pemilihan seorang sultan dan ada yang di angkat oleh pemuka agama Islam.

Simpulnya ; Tak ada bentuk baku sistem khilafah sejak jaman Nabi hingga khulafaur Rasyidin. Bahkan ada sistem administrasi yang diadopsi dari Persia (waktu itu negara adidaya dan non Muslim) oleh Khalifah Umar RA.
Mahfud MD ahli hukum tata negara kita menantang siapa saja untuk membuktikan jika ada sistem khilafah yang baku yang tercatat dalam al-Quran dan Hadits/Sunnah

Perspektif 2 ; Yang Islamofobia/Arabfobia
Ada pihak yang tak senang, alergi bahkan ketakutan dengan kata Khilafah, kenapa?
ada beberapa faktor selain khilafah yang berbahasa Arab, yaitu
a) Islam = Arab = Kaum pecinta kekerasan = kaum intoleran.
Propaganda teroris berbendera Islam seperti ISIS, Al-Qaedah, Al-Shabab, Taliban dll, yang menggambarkan bahwa Islam itu keras , senang membunuh, membantai, melacur, melacurkan, memperdagangkan orang. Hal ini yang membuat orang tidak nyaman dengan Islam.
Negara Islam yang didengungkan para teroris sungguh menakutkan termasuk bagi penganut Islam. Padahal teror itu bukan ajaran Islam.

b) Kebebasan bergerak, berpendapat, kesetaraan gender dan lain-lain di negara-negara Arab sangat terbatas. Padahal kita ketahui bersama peraturan tiap negara-negara Arab atau Islam lainnya sangat berbeda. Ada yang konservatif,moderat dan liberal/sekuler

c) Apa baiknya Islam?
Mulai ada ormas pecinta kekerasan dengan membawa nama Islam tumbuh subur di Indonesia. Koruptor- koruptor tidak hanya dari kalangan pejabat dan politisi partai nasionalis yang Islam, tetapi juga dilakukan oleh politisi Islam dari partai Islam seperti PKB,PKS,PPP dan PAN.
Mulai ada gerakan bahwa Islam untuk Islam semata padahal sejatinya Islam itu penganutnya amar ma’ruf nahi munkar dan Islam itu Rahmatan lil ‘ Alamin.

Simpulnya ;
Khilafah itu adalah kepemimpinan atau sistem pemerintahan yang bentuknya bisa berbeda-beda. Jadi untuk apa alergi.

Perspektif 3 ; Yang Waras
Orang pada golongan ini meyakini bahwa ;
* Sistem khilafah itu bentuknya bisa apa saja dan khilafah tidak saja digunakan oleh Islam, sistem khilafah tersebar di penjuru bumi ini dan oleh agama apa saja.
* Dari sisi sejarah baik jaman kuno, jaman Nusantara dan jaman Indonesia tak ada bukti Genosida oleh kaum Islam kepada non Islam Indonesia pada saat ekspansi. Genosida yang di maksud adalah kegiatan terorganisir oleh Raja/Sultan/Pemimpin Islam untuk membantai non Islam
* Khilafah yang cocok untuk Indonesia ya yang sekarang ini, yakni Presidensial dan berdasar negara Pancasila, mengapa? karena sistem ini yang mampu membuat bangsa lain segan dan kita mampu merdeka sejak 1945, sebelumnya nenek moyang kita mesti bertarung mencari bentuk khilafah terbaik selain bertarung melawan penjajah

Perspektif 4 ; Itu AKU

Hakekatnya Khilafah itu AKU dan AKU bertanggung jawab atas apa yang ku pimpin. Dan AKU adalah berkah untuk alam beserta isinya

Hadits Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang amir yang mengurus keadaan rakyat adalah pemimpin. Ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang rakyatnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin terhadap keluarganya di rumahnya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya. Ia akan diminta pertanggungjawaban tentang hal mereka itu. Seorang hamba adalah pemimpin terhadap harta benda tuannya, ia kan diminta pertanggungjawaban tentang harta tuannya. Ingatlah, setiap kamu adalah pemimpin dan semua akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya

Wasalam
FU

Posted in Membaca Al-Qur'an

Ada yang bilang

​Ada yang bilang, Aku ingin bahagia

Ada yang bilang,bahagia itu pusatnya di hati

Ada yang bilang, Jantunglah yang berdetak lega ketika bahagia, bukan hati

Ada yang bilang, jika ingin jantung berdetak sehat maka bukalah hati

Ada yang bilang, Mendakilah ke puncak gunung maka kau bahagia
Ada yang bilang, turunilah gunung dengan desahan agar bahagia

Ada yang bilang, bahagianya mendaki gunung muka merona

Ada yang bilang, bahagia menuruni gunung muka sumringah

Ada yang bilang, bahagia itu desahan

Ada yang bilang bahagia itu erangan

Ada yang bilang, bersih lah sebelum bahagia

Ada yang bilang, bujuk lah supaya bahagia

Ada yang bilang, setuju lah supaya bahagia

Ada yang bilang mati lah dalam bahagia

Ada yang bilang bahagia adalah kembali bahagia

Ada yang bilang, bahagia itu asal 

Ada yang bilang, akhirilah bahagia dengan bahagia

Sang Penyanjung Bahagia