Innalillahi Wainna Ilaihi Raji’un

3 02 2009

Salam

30 January 2009 adalah puncak kebahagian beruntun sejak Desember 2008, namun pada 31 Januari berita duka menghampiriku dengan berita tidak enak dari adikku dari Gorontalo.

Beritanya adalah , Kakekku yg berada di Bitung telah meninggal dunia karena sakit, menyesalnya lagi aku gak bisa ke Bitung.

Semoga Allah menerima segala amal kebaikan yang diperbuatnya, kami akan berdoa untuk mu

Selamat jalan TUNA USMAN

cucunda Fadli





I Will Always Love You Lovely Lita

12 01 2009

Permaisuri di dunia dan Akhirat

Alhmadulillah, Ya Allah Isteri ku bertambah usia lagi.

Ya Allah, Kedewasaan, dan kebijaksanaan, serta kesholehaan adalah menjadi do’a kami untuknya.

Ya Allah, terima kasih atas amanahmu yang indah untuk ku melalui isteriku.

Ya Allaha, Ridhoi dan terangkanlah perjalanannya dan perjalanan kami kedepan.

HAppy Birthday Honey, Success and Love from me and our children

Fadli dan Children for Marlita (9/12/2008)





HAPPY BIRTHDAY MY SWEET LALA

7 01 2009

Salam

YA Allah, kami berbahagia karena Engkau menganugerahi Lala untuk kami, Cerdas, kreatif dan senyuman khasnya, ikut mewarnai kesejahteraan yang kau limpahkan kepada kami.

Lala, Anakku…tak bosan-bosan ayah dan ibumu berdo’a untuk kebahagiaanmu laksana aliran SALSABIL baik didunia dan Akhirat.

Jangan berkurang sedikitpun kasih sayangmu kepada kami orang tuamu, kepada Lila kakakmu, serta Lilo dan Lulan adik2 mu.

Teruslah Berkembang anakku, Do’a kami selalu menyertaimu

Ya Allah, Bahagiakan Lala didunia dan di Akhirat, Jadikanlah lala anak yang Sholehah, dan peilharalah kecerdasan, kreatifitas dan kesahajaannya terhadap semua orang.

Ya Allah kami bersyukur atas rahmatmu terhadapa kami berupa Lala dan saudara/i nya

Happy Birthday sweetheart

Marlita-Fadli,

Lila, Lilo, Lulan





STOP JADI ANJING BUNG

5 01 2009

Salam

Anjing adalah HEWAN cerdik, loyal dan AGRESOR. Tanpa bermaksud merendahkan mahluk Allah ini, namun HEWAN tetaplah HEWAN.

HEWAN tidak punya hati NURANI, hewan tidak memiliki rasa kasih sayang.

jika anjing adalah HEWAN maka saya mengajak kita semua jangan jadi ANJING. Jadilah Manusia apa adanya.

Coba simak perilaku berikut ini, tolong bedakan mana perilaku MANUSIA dan mana perilaku ANJING

1. ISRAEL menyerang Palestina sejak 8 haru lalu menewaskan 400 orang, sekarang pun masih dilanjutkan dengan serangan darat ke GAZA

2. AS memveto utk gencata senjata dalam sidang DK – PBB ttg agresi Israel, pastilah George Bush dalang dibalik semua ini

3.  Mesir membuka jalur Buka tutup untuk perbatasannya, padahal seyogyanya dibuka seluas-luasnya agar pengungsian dan bala bantuan kemanusiaan menjadi lancar dari dan ke GAZA

4. George Bush dengan rencana Shock dan Awe nya thn 2001 mengatakan bahwa Sadam Husain must leave Iraq within 48 hours, coba bayangin anda disuruh keluar dari rumah anda sendiri, apa itu masuk akal?

5. DK – PBB tidak bisa melakukan intervensi langsung sama ketika Iraq emenyerang Kuwait tahun 1991. padahal kejadian sama persis dengan kejadian Gaza saat ini.

6. Keadaan Solidaritas Bangsa didunia menentang Agresi Islrael ke Gaza

7. Sholat Ghoib kepada korban Palestina

8. Liga Arab tidak mengambil tindakan nyata ttg Agresi di Gaza saat ini

9. IRAN ? Jangan hanya jago pidato Bung Ahmadinejad, mana Nuklir mu?

10. Saya sedang marah, lagi sedih dan berdoa karena solidaritas untuk GAZA

11. Pemerintah dan rakyat Indonesia memberika bantuan ke Palestina

Ya Allah, Musnahkanlah Anjing-anjing hina yang telah menghinakan ciptaan MU, Ya Allah Tunjukanlah HAQ MU

Amin

Yang lagi berintak saat ini

Fadli





SURGA DIBAWAH TELAPAK KAKI MU IBU

25 07 2008

Ribuan Kilo Jalan yang kau tempuh
Lewati rintangan penuh nanah penuh darah.

Dua bait kutipan dari lagu IWAN FALS diatas jelas membuat air mata kami tercurah dan do’a kami sekeluarga terpanjat Untuk ALLAH SWT demi kesehatanmu Mama, Demi KEbijaksanaan mu MAMA.

Tak akan tergantikan Budi yang kau siram sejak kami dalam Kandungan mu,
Tak Terelakkan rasa terima kasih kami kepada ALLAH SWT karena terlahir dari rahimmu.

YA ALLAH, AMPUNILAH Mama Kami atas kesalahan yang mungkin pernah dibuatnya,
YA ALLAH, Limpahkanlah Keridhaan-MU atasnya supaya kebahagiaan di dunia dan di Akhirat menjadi miliknya.

YA ALLAH, Sejenak kami tak bisa berpikir betapa AGUNGNYA Engkau karena menciptakan Mama dengan segenap kesempurnaan hati yang dimiliknya.

YA ALLAH, Tak pernah berakhir do’a Kami utknya.

Ya ALLA, YA ALLAH, KAbulkanlah permohonan terbaiknya demi dirinya sendiri, karena selama ini beliau hanya meminta kepadaMU untuk kami.

YA ALLAH, Berkahilah Beliau.

AMiN

Selamat Ulang Tahun Mama
Salam Rindu Kami dari Surabaya
Ananda Fadli Usman dan Menantu Marlita
Cucunda Lila, Lala, Lilo dan Lulan





Manajer Sukses vs Manajer Efektif

30 05 2008

Manajer Sukses vs Manajer Efektif
15 Aug 2002 00:00

Ir. Bambang Adi Subagio, M.M.

Mana yang lebih penting, menjadi manajer sukses atau menjadi manajer efektif? Jika dihadapkan pada pertanyaan ini mungkin Anda sedikit bingung. Apakah manajer efektif tidak otomatis menjadi manajer sukses? Bukankah seseorang manajer disebut sukses karena dia efektif? Nah sebelum ngelantur lebih jauh sebaiknya kita menyamakan bahasa terlebih dulu. Manajer sukses adalah manajer yang mempunyai indeks sukses di atas rata-rata manajer lainnya, di mana indeks sukses merupakan rasio antara tingkat manajerial yang berhasil dicapai dan masa kerja. Manajer efektif, di lain pihak, adalah manajer yang berhasil mencapai prestasi kerja tinggi dibanding dengan standar yang telah ditentukan, serta mampu melakukan pekerjaan melalui orang lain dengan tingkat kepuasan dan komitmen yang tinggi. Dalam kenyataan memang tidak tertutup kemungkinan bahwa seorang manajer sukses sekaligus juga menjadi manajer efektif. Namun karakteristik kedua jenis manajer ini tetap dapat dibedakan.

Tahukah Anda tugas atau pekerjaan manajer pada umumnya? Jawaban yang paling populer mungkin adalah POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling). Maka tidak heran apabila Anda juga menjawab demikian. Hal ini dapat dimengerti karena dalam kurun waktu yang cukup lama – sejak Henri Fayol mengemukakan pemikirannya yang sangat terkenal ‘The five Fayolian functions of management’ (Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, dan Controlling) – para manajer sejagad meyakini (atau diyakinkan) bahwa tugas atau pekerjaan manajer hanya melakukan kelima fungsi manajemen tersebut. Namun berdasarkan penelitian beberapa pakar manajemen, di antaranya Henry Mintzberg, John Kotter dan Fred Luthans diperoleh gambaran yang lebih komprehensif bahwa tugas manajer sebenarnya tidak hanya melakukan kelima fungsi manajemen seperti yang dikemukakan oleh Fayol tersebut.

Mintzberg mengatakan bahwa pekerjaan manajer terdiri dari banyak pekerjaan pendek (brief) yang tidak selalu berkesinambungan (disconnected) dan mereka sering terlibat dalam hubungan dengan banyak orang, baik di dalam maupun di luar organisasi. Lebih jauh dikatakan pula bahwa manajer mempunyai banyak peran dan mereka melakukan pekerjaan sesuai dengan peran yang dimainkannya. Dalam hal hubungan interpersonal, manajer berperan sebagai figur kepala, pemimpin dan penghubung. Dalam hal informasional mereka berperan sebagai pengawas, penyebar informasi dan juru bicara. Kemudian sebagai pengambil keputusan mereka berperan sebagai wirausaha, pemecah masalah, pengalokasi sumber daya, dan negosiator.

John Kotter dari Harvard Business School menambahkan bahwa pekerjaan manajer tidak hanya melulu melakukan ‘Fayolian functions’. Lebih dari itu para manajer menggunakan sebagian besar waktu mereka untuk berinteraksi dengan orang lain, melalui pertemuan-pertemuan guna mendapatkan dan/atau memberi informasi, yang oleh Kotter disebut sebagai ‘membangun jejaring (networking)’. Melalui cara ini manajer dapat membuat ‘agenda’ sebagai hasil kompromi, serta sedikit melonggarkan kekakuan di antara mereka yang kadang-kadang terjadi karena masing-masing mempunyai sasaran berbeda.

Manajer Sukses vs Efektif : Empat Aktivitas Manajerial

Yang terakhir adalah penelitian oleh Fred Luthans dari University of Nebraska, Lincoln. Luthans mengelompokkan pekerjaan manajer dalam empat aktivitas manajerial sebagai berikut:

Komunikasi, yaitu aktivitas yang meliputi pertukaran informasi secara rutin dan pemrosesan pekerjaan tulis-menulis.
Manajemen tradisional, yaitu aktivitas yang terdiri dari perencanaan, pengambilan keputusan dan pengendalian.
Manajemen sumber daya manusia, yaitu aktivitas yang berkaitan dengan aspek perilaku, misalnya motivasi/pemberian dukungan, pendisiplinan/penghukuman, manajemen konflik, staffing, dan pelatihan/pengembangan.
Jejaring (networking), yaitu aktivitas yang meliputi sosialisasi/berpolitik, berinteraksi de-ngan pihak luar, serta hal-hal ‘chit chat’ lainnya yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.
Luthans dapat dikatakan menampilkan uraian tentang pekerjaan manajer yang paling lengkap dibanding Fayol, Mintzberg dan Kotter. Diskripsinya mencakup pendapat klasik dari Fayol (aktivitas manajemen tradisional), aktivitas komunikasi dari Mintzberg dan aktivitas jejaring dari Kotter. Tambahan dari Luthans yang cukup penting dan melengkapi adalah aktivitas manajer pada manajemen sumber daya manusia.

Untuk mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan oleh para manajer sukses dan manajer efektif, Luthans melakukan penelitian terhadap 248 manajer. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir sepertiga waktu dan tenaga mereka digunakan pada aktivitas komunikasi, sekitar sepertiga pada aktivitas manajemen tradisional, seperlima pada manajemen sumber daya manusia dan kurang-lebih seperlima pada aktivitas jejaring.

Selain melakukan penelitian secara umum tentang aktivitas manajer, Luthans juga melakukan penelitian secara khusus untuk mengamati apa yang dilakukan oleh kelompok manajer sukses dan juga apa yang dilakukan oleh kelompok manajer efektif. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua kelompok tersebut mempunyai pola aktivitas manajerial yang berbeda.

Pada kelompok manajer sukses, terlihat nyata bahwa mereka mengalokasikan waktu dan tenaga paling banyak pada aktivitas jejaring (48%). Selanjutnya aktivitas komunikasi berada di urutan kedua (28%), manajemen tradisional di urutan ketiga (13%) dan sumber daya manusia adalah aktivitas yang alokasi waktunya paling sedikit (11%). Hal ini menunjukkan bahwa – dengan menggunakan kecepatan promosi sebagai ukuran sukses – manajer sukses lebih banyak menggunakan sebagian besar waktu dan tenaga mereka untuk bersosialisasi, berpolitik, dan berinteraksi dengan pihak luar dibandingkan dengan rekannya yang kurang sukses. Lebih jauh lagi dapat dikatakan bahwa manajer sukses tidak banyak menggunakan waktu dan tenaganya pada aktivitas manajemen tradisional atau pada manajemen sumber daya manusia.

Pada kelompok manajer efektif, aktivitas yang mendapat perhatian paling besar adalah komunikasi (44%), kemudian manajemen sumber daya manusia (26%), selanjutnya manajemen tradisional (19%), dan yang terakhir jejaring (11%). Dari hasil penelitian tersebut diperoleh gambaran bahwa kontribusi relatif terbesar bagi manajer efektif berasal dari aktivitas yang berorientasi pada aspek manusia, yaitu komunikasi dan manajemen sumber daya manusia. Dengan sendirinya berarti pula bahwa bagi manajer efektif, aktivitas yang berkaitan dengan pembinaan jejaring kurang diprioritaskan, sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh manajer sukses.

Uraian di atas barangkali dapat Anda gunakanan sebagai acuan, atau setidak-tidaknya inspirasi, untuk mengembangkan karir Anda di masa depan – mau menjadi manajer sukses atau manajer efektif. Kalau mau menjadi manajer sukses, perluaslah jejaring dan keterampilan berkomunikasi, sedangkan bila ingin menjadi manajer yang efektif, asahlah kemampuan komunikasi dan penguasaan akan manajemen sumber daya manusia.

Melalui tulisan ini mudah-mudahan Anda mendapat inspirasi dan dapat menarik manfaat untuk memilih apakah Anda akan menjadi manajer sukses atau efektif, atau bahkan keduanya – sukses sekaligus efektif.

sumber : www.lppm.ac.id





AKU, PRIORITASKU, DAN DI PRIORITASKAN

29 05 2008

Halo Dunia,

Apa definsi prioritas menurut anda?? eh..eh, gw yg nanya, jadi jangan nanya balik…!!!! Oke lah tak pa pa

Prioritas adalah urutan kegiatan-kegiatan penting, dan dilaksanakan berdasarkan urutan tersebut.

Di dentingan detik dalam keseharian yang dijalanin selalu saja ada yang kita urutkan terlebih dahulu. Mau tidak mau, senang tidak senang akan kita urutkan secara otomatis.

Misalnya nih : gw ke kantor pagi ini ke Opak 45, apa yang harus aku lakukan mencium anak2 dan isteriku terlebih dahulu? atau memakai sepatu? atau mandi dulu? atau bahkan ke kantor tanpa mandi tanpa gunakan sepatu tanpa mencium anak-ister?i. Nah, dengan urutan-urutan kejadian tadi gw otomatis membiasakan prioritas versi gw tanpa konsultasi dengan anak-isteri dan lingkungan sekitar ku.

padahal idealnya sih aku konsultasi dulu.

Kenapa harus konsultasi ??? lagi-lagi versi gw nih, dibutuhkan agar kita, dan pihak lain senang dan sehat secara rohani dan jasmani. Karena jika tidak senang maka Kecewa atau Sakit akan terasa memiriskan perasaan untuk menjalani kegiatan selanjutnya.

Ke Prioritas lagi…….

Pernahkah anda diprioritaskan awal di saat anda tidak memilih untuk di prioritaskan awal tsb? Sementara dilain masa, anda merasa perlu diprioritaskan awal tapi malah di perlakukan sebagai prioritas kesekian??

anda merasa Sakit? Kecewa? Ya iya lah…………., soale gw juga begitu adanya he…he, tapi gimana caranya supaya hal tadi menjadi upaya positif? bgmn mengentaskan Kecemburuan menjadi Kesahajaan?? bgmn Memperlakukan org dengan baik kepada org yg memperlakukan anda sebagai prioritas “cadangan”..

Jujur….susah, susah dan susah

Ke Prioritas lagi…….

daripada susah mikirin kita akan diPrioritas seperti apa? mendingan, kita lah yang membuat agar kita menjadi sang pembuat prioritas

Ke Prioritas lagi………

Akhirnya, heh..he, kata-kata ini biasa diprioritaskan paling akhir.

Maafkan ya, kalo besok-besok ada diantara kita yang belum bisa menentukan prioritas atau sebagai pembuat prioritas

Fadli
All the best





Touching Donation – 3

28 05 2008





Touching Donation – 2

28 05 2008




Touching Donation – 1

28 05 2008